HeadlineIHSG

Siapa Pemilik PALM? Emiten yang Rilis Obligasi Rp400 Miliar Bayar Utang ke UOB

TheEconopost.com, PT Provident Investasi Bersama Tbk. (PALM) memulai Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan III dengan target penghimpunan dana hingga Rp5 triliun. Pada tahap pertama tahun 2025, perseroan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp400 miliar. Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi pendanaan jangka panjang untuk memperkuat struktur keuangan dan portofolio investasi perusahaan.

Dikutip dari prospektus hari ini, Senin, 24 November 2025, terdapat tiga seri obligasi yang ditawarkan. Seri A memiliki tenor 367 hari kalender, Seri B memiliki jangka waktu 3 tahun, sedangkan Seri C memiliki jangka waktu 5 tahun sejak tanggal emisi. Tingkat bunga (kupon) tetap untuk masing-masing seri akan diumumkan pada saat penawaran.

Pembayaran bunga dilakukan setiap triwulan dengan jadwal pembayaran pertama pada 19 Maret 2026. Pelunasan pokok dilakukan penuh pada saat jatuh tempo, yakni 26 Desember 2026 untuk Seri A, 19 Desember 2028 untuk Seri B, dan 19 Desember 2030 untuk Seri C.

Dalam prospektus, Provident Investasi Bersama menjelaskan bahwa seluruh dana hasil penawaran umum obligasi, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk pembayaran dipercepat sebagian pokok utang kepada United Overseas Bank Limited (UOB). Utang tersebut berasal dari Perjanjian Fasilitas Kredit Bergulir dengan nilai awal US$75 juta pada 31 Agustus 2023 dan terakhir diubah menjadi fasilitas sebesar US$135 juta pada 29 Agustus 2025.

Hingga 12 November 2025, perseroan telah menarik US$29,5 juta atau setara Rp492,6 miliar. Melalui penerbitan obligasi ini, perseroan akan membayar pokok utang sebesar US$23,8 juta atau Rp397,4 miliar. Dengan pembayaran tersebut, sisa saldo pinjaman diperkirakan menjadi US$5,7 juta atau Rp95,2 miliar. Perseroan menggunakan kurs transaksi tengah BI sebesar Rp16.698 per dolar AS dalam perhitungan tersebut.

Dalam pernyataan utang, total liabilitas perseroan dan entitas anak per 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp4.577,5 miliar. Setelah tanggal tersebut, perseroan melakukan penarikan dan pembayaran tambahan atas fasilitas kredit UOB masing-masing sebesar US$39,5 juta dan US$67 juta. Perseroan juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap V senilai Rp420 miliar pada 26 Agustus 2025 serta melunasi Obligasi Berkelanjutan II Tahap III Seri A senilai Rp512,3 miliar pada 25 September 2025.

Jadwal Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Providen (PALM):

  • Masa Penawaran Awal: 24 November – 4 Desember 2025
  • Tanggal Efektif: 11 Desember 2025
  • Masa Penawaran Umum: 15-16 Desember 2025
  • Tanggal Penjatahan: 17 Desember 2025
  • Tanggal Emisi: 19 Desember 2025
  • Pencatatan di BEI: 22 Desember 2025

Siapa Pemilik Provident dan Bidang Usahanya?

Berdasakan prospektus yang sama, PALM adalah perusahaan dengan bidang usaha holding investasi baik secara langsung maupun anak usaha. Hingga tanggal prospektus, PALM memiliki tiga anak usaha yang juga holding investasi yakni PT AP, PT Suwarna Arta Mandiri yang salah satu portofolionya MDKA, dan PT Sarana Investasi Nusantara. Untuk ketiga anak usaha ini, PALM memiliki hampir 100 persen baik secara langsung maupun tidak langsung.

Selanjutnya, PALM juga menempatkan investasi secara langsung (Investee) kepada sejumlah emiten seperti MDKA (5,51% melalui Suwarna Arta), MBMA dengan kepemilikan 5,46% melalui AP dan 1,96% dengan Suwarna, dan Provident Aurum Pte Ltd.

Sedangkan pemilik PALM hingga 31 Oktober 2025 terdiri dari PT Provident Capital Indonesia (58,02%). Perusaha pengendali ini sebagian besar sahamnya dimiliki oleh crazy rich Winato Kartono. Selanjutnya kepemilikan PALM digenggam oleh Garibaldi ‘Boy’ Thohir (19,9%), Winato Kartono (7,79%), Hardi Wijaya Liong (5,32%), Tri Boewono (0,42%), dan masyarakat (8,55%).

Sedangkan dijajaran manajemen, saat ini perusahaan dipimpin oleh Presiden Direktur Tri Boewono, serta dibantu Ellen Kartika dan Budianto Purwahjo sebagai direktur. Sedangkan dijajaran komisaris terdapat nama Hardi Wijaya Liong sebagai komisaris utama, serta Kumari dan Johnson Chan sebagai komisaris independen.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com