Sarana Niaga Borong Saham GTSI 873 Juta Lembar, Sepekan Rugi Rp 34,9 Miliar
Tempias.com, JAKARTA – PT GTS Internasional Tbk (IDX:GTSI) mengumumkan secara resmi masuknya investor baru di atas 5 persen. Dandun Widodo, Sekretaris Perusahaan GTS Internasional (IDX:GTSI) menyebutkan investor baru tersebut memborong 873,80 juta lembar saham GTSI atau setara 5,52 persen. Pembelian dilakukan pada 9 September 2021 lalu.Â
“Harga transaksi pembelian Rp 114,” tulis Dandun dalam pengumumannya, Jumat, 17 September 2021.Â
Dia menyebutkan pemborong saham GTSI ini adalah PT Sarana Niaga Buana. Sebelum memborong GTSI perusahaan ini tidak memiliki saham perusahaan alias 0 persen. Harga beli ini membuat Sarana Niaga membayar Rp 99,61 miliar untuk kepemilikan saham GTSI ini.Â
“Tujuan transaksi investasi,” ulasnya lebih lanjut.Â
Dijelaskan dalam surat yang sama, Sarana Niaga Buana bukanlah pengendali perusahaan. Entitas bisnis ini beralamat di Mangkuluhur City Tower One, Gatot Subroto, Jakarta Selatan
Dengan pengungkapan ini, maka Sarana Niaga telah mengalami kerugian yang belum direalisasikan Rp 34,95 miliar. Pasalnya, dalam sepekan terakhir, atau per Jumat, 17 September 2021, saham HITS telah anjlok ke level Rp 74 per lembar. Dengan demikian, nilai portofolio Sarana Niaga anjlok 35 persen semenjak pekan lalu.  Â
BACA JUGA:Â ARB Saham GTS Internasional (IDX: GTSI) dan Kembalinya Mitra Lama
SAHAM HITS dan Kasus BLBI
Sementara itu penerima manfaat akhir GTSI, yakni PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk. (IDX:HITS) angkat bicara terkait penagihan satgas BLBI kepada pemegang saham pengendali, Tommy Soeharto yang dikabarkan merembet ke perusahaan.Â
Seperti diketahui, pemegang saham terakhir HITS adalah Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto (10,4 persen), PT Humpuss (45,52 persen), PT Menara Cakra Buana (32,83 persen) dan masyarakat (11,25 persen).
PT Humpuss sebagai pengendali adalah perusahaan payung yang dikendalikan Tommy Soeharto (60 persen), dan kakaknya, Sigit Harjojudanto (40 persen)
BACA JUGA:Â Skenario Omni (IDX: SAME) Akuisisi Kedoya (IDX:RSGK): Kuasai 80 Persen Saham, Gelar Private Placement
Kemal Imam Santoso, Direktur Utama HITS mengatakan penagihan utang BLBI dari pemerintah kepada Tommy sejauh ini tidak berdampak kepada perusahaan.Â
“Hingga saat ini, tidak ada penyitaan atas aset perseroan terkait kasus [tagihan dana BLBI] tersebut,” kata Kemal dalam pengumumannya, Jumat, 17 September 2021.Â

Dia mengatakan rencana penyitaan aset Tommy Soeharto oleh negara untuk penggantian dana BLBI berada di luar grup perusahaan. Untuk itu perseroan tidak mengetahui rencana terkait. Disebutkan juga, meski Tommy Soeharto adalah penerima manfaat akhir, HITS dijalankan oleh para profesional dalam kesehariannya.Â
“Dalam praktik operasional perseroan, beliau tidak mengendalikan secara langsung. Perseroan dijalankan oleh tenaga-tenaga profesional dan independen, bebas intervensi dari pihak manapun,” katanya.Â
BACA JUGA:Â IPO GTS Internasional (IDX: GTSI) Incar Rp 429 Miliar, Begini Prospek dan Bidang Usahanya
Sementara mengenai pemegang saham terbesar kedua di HITS, yakni PT Menara Cakra Buana, dia menyebutkan tidak mengetahui identitas penerima manfaat terakhirnya atau sosok pengendali.Â
“Hingga kini, perseroan tidak memiliki akses untuk mengetahui nama pemegang saham di PT Menara Cakra Buana,” katanya.Â
Seperti saham cucu usahanya GTSI yang longsor ke zona merah, saham HITS juga anjlok 3,14 persen dalam perdagangan hari ini ke level Rp 370 per lembar. Sementara jika diukur dari awal tahun (year to date), saham HITS anjlok 23,7 persen. (Ira Guslina)
