Rekomendasi Saham Hari Ini (29/9) di Tengah Adaptasi Kebijakan BEI Harga Minimum Rp1
TheEcononopost.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali melemah pada perdagangan Selasa (29/9/2026) setelah pada perdagangan sebelumnya terkoreksi 1,51 persen ke level 6.147,86. Pelaku pasar juga mencermati fase adaptasi terhadap kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menurunkan batas harga minimum saham menjadi Rp1.
BRI Sekuritas dalam riset SAPA MENTARI, Selasa (29/9), memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dengan support terdekat di level 6.110 dan berikutnya 6.030. Sementara itu, resistance berada di 6.185, kemudian 6.230-6.270.
Tekanan terhadap IHSG pada perdagangan Senin (28/9) terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah hingga Rp17.965 per dollar AS, mendekati level psikologis Rp18.000 per dollar AS. Sebanyak 532 saham terkoreksi sehingga pelemahan terjadi di hampir seluruh sektor.
BRI Sekuritas menyebut tekanan pasar dipengaruhi kenaikan imbal hasil US Treasury, penguatan dollar AS, serta ketidakpastian geopolitik yang menjaga harga energi pada level tinggi.
Dari sisi teknikal, IHSG dinilai masih berada dalam tekanan setelah menembus neckline pola Head and Shoulders di level 6.375. Indikator MACD juga masih menunjukkan momentum bearish.
Selain faktor eksternal, perhatian pasar pada Selasa tertuju pada penyesuaian terhadap kebijakan BEI yang menurunkan harga minimum saham menjadi Rp1. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan volatilitas, terutama pada saham berharga rendah, seiring penyesuaian rentang harga dan mekanisme auto rejection.
Tekanan eksternal juga masih berasal dari ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish, indeks dollar AS (DXY) di atas 101, serta kenaikan harga minyak yang berkaitan dengan ketegangan AS-Iran. Kondisi tersebut meningkatkan risiko tekanan inflasi global.
Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG pada perdagangan Selasa berpeluang menguji support 6.106 dan selanjutnya 6.029. Perkiraan tersebut muncul setelah IHSG menembus support 6.201 pada perdagangan Senin.
Adapun resistance IHSG menurut Sinarmas Sekuritas berada pada 6.227-6.328 dan 6.400. Riset tersebut memberikan pandangan pasar netral hingga bearish.
Tekanan juga terlihat di pasar saham Amerika Serikat. Dow Jones Industrial Average pada Senin ditutup turun 0,67 persen ke 51.481,51, sedangkan S&P 500 melemah 0,77 persen menjadi 7.683,69 dan Nasdaq Composite turun 0,92 persen ke 26.820,38.
Sinarmas Sekuritas mencatat S&P 500 turun 0,8 persen, Dow Jones terkoreksi 347 poin, dan Nasdaq melemah 1,1 persen. Pelemahan dipengaruhi kenaikan harga minyak dan aksi jual obligasi di tengah ketegangan AS-Iran yang meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan kemungkinan suku bunga tinggi lebih lama.
Di pasar komoditas, Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat harga minyak Brent naik sekitar 2 persen hingga menembus 107 dollar AS per barrel. Kenaikan tersebut terjadi setelah gagalnya kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Sebaliknya, harga emas turun hampir 4 persen menjadi sekitar 4.115 dollar AS per troy ounce, level terendah sejak 5 Agustus 2026. Penurunan dipengaruhi kenaikan harga minyak, kekhawatiran inflasi, dan kenaikan imbal hasil US Treasury.
Mirae Asset juga mencatat sejumlah sentimen korporasi. PT United Tractors Tbk (UNTR) akan membagikan dividen interim Rp430 per saham dengan cum dividen pada 6 Oktober 2026 dan pembayaran pada 26 Oktober 2026.
Sementara itu, Inti Mas Bangun Sejahtera resmi menjadi pengendali PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) setelah memiliki 35 persen saham. Perusahaan sebelumnya melakukan penawaran sukarela untuk mengakumulasi saham KETR.
PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SOFA) juga menambah kegiatan usaha untuk pengembangan pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE). Kebutuhan modal untuk kegiatan tersebut mencapai Rp238 miliar yang direncanakan berasal dari rights issue dan atau pinjaman bank.
Di tengah tekanan IHSG, sejumlah sekuritas masih memberikan rekomendasi pada saham tertentu. BRI Sekuritas memasukkan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dalam stock pick.
Sinarmas Sekuritas merekomendasikan AADI, ELSA, dan ERAA dengan status speculative buy. Sementara IPOT Platinum Club mencatat UNVR dan ASSA sebagai saham yang dapat diperhatikan.
MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih rawan menguji area 6.088-6.111, dengan support berikutnya di 6.041 dan 5.984. Resistance berada di 6.297 dan 6.419.
Untuk saham individual, MNC Sekuritas merekomendasikan AADI dengan strategi buy on weakness pada 11.475-11.600, BRPT pada 1.420-1.460, serta PSAB pada 486-505. Adapun PTRO direkomendasikan dengan strategi sell on strength pada 5.350-5.450.
Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini Selasa akan mencermati kemampuan indeks bertahan di area support sekaligus perkembangan volatilitas pasar selama investor beradaptasi dengan kebijakan baru harga minimum saham BEI.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami, dukung kami dengan membeli berita ini sesuai keinginan Anda. Tak ada paywall. Tak ada sponsor yang mengatur isi. Hanya Anda yang membuat kami tetap independen. Berapapun pembayaran Anda, sangat berarti. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi eksklusif sesuai kebutuhan. |

