Pengelola Lulu Hypermarket Masuk Proses Likuidasi
TheEconopost.com, PT Lulu Group Retail pengelola Lulu Hypermarket resmi dibubarkan dan memasuki proses likuidasi setelah para pemegang saham perseroan menyetujui pembubaran perusahaan pada akhir Juli 2026.
Keputusan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat pada 31 Juli 2026, yang kemudian dituangkan dalam Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PT Lulu Group Retail Nomor 79 tertanggal 10 Agustus 2026. Pembubaran perseroan berlaku efektif sejak 3 Agustus 2026.
Pembubaran dilakukan berdasarkan Pasal 144 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Seiring pembubaran tersebut, perseroan menggunakan nama PT Lulu Group Retail (Dalam Likuidasi).
Para pemegang saham juga menunjuk Shihab Nadupparambil Yoseph, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perseroan, sebagai likuidator. Dalam prosesnya, likuidator dapat membentuk komite likuidator untuk membantu pemberesan harta kekayaan perseroan.
Likuidator juga diberi kewenangan untuk menjalankan proses pembubaran dan pemberesan harta kekayaan perseroan, termasuk melalui pemberian kuasa dengan hak substitusi kepada komite likuidator maupun direksi.
Kreditur Diminta Ajukan Tagihan
Sehubungan dengan proses likuidasi, seluruh kreditur dan pihak yang memiliki tagihan kepada PT Lulu Group Retail diminta mengajukan tagihan secara tertulis disertai bukti pendukung yang cukup.
Pengajuan tagihan harus disampaikan paling lambat 60 hari sejak tanggal pengumuman kepada likuidator di Jl. Raya Bekasi KM 24 RT 001/RW 006, Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur.
Apabila sampai batas waktu tersebut tidak terdapat tagihan yang diajukan, perseroan atau likuidator akan menganggap tidak terdapat lagi kreditur yang memiliki tagihan kepada perseroan.
Pengumuman pembubaran dan likuidasi tersebut ditandatangani oleh Likuidator PT Lulu Group Retail (Dalam Likuidasi), Shihab Nadupparambil Yoseph, di Jakarta pada 20 Agustus 2026.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Lulu Hypermarket pertama kali hadir di Cakung, Jakarta Timur, pada 31 Mei 2016. Cabang inti sekaligus menjadi cabang pertama jaringan ritel asal Uni Emirat Arab (UEA) di Indonesia.
Kala itu, Lulu Group saat itu merencanakan investasi hingga 500 juta dollar AS untuk ekspansi di Indonesia, termasuk pembangunan 10 hypermarket, pusat logistik, dan fasilitas gudang. Pada tahap awal, investasi ditargetkan mencapai 300 juta dollar AS dengan potensi penyerapan sekitar 5.000 tenaga kerja.
Presiden Joko Widodo yang meresmikan investasi ini berharap Lulu Hypermarket menjadi pintu masuk produk pertanian Indonesia, seperti sirsak, durian, manggis, alpukat, dan jambu, ke pasar Asia dan Timur Tengah melalui jaringan Lulu yang saat itu memiliki hampir 125 gerai. Pemerintah juga diminta meningkatkan pembinaan kepada petani agar kualitas dan pasokan produk memenuhi standar ekspor.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami, dukung kami dengan membeli berita ini sesuai keinginan Anda. Tak ada paywall. Tak ada sponsor yang mengatur isi. Hanya Anda yang membuat kami tetap independen. Berapapun pembayaran Anda, sangat berarti. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi eksklusif sesuai kebutuhan. |

