HeadlineIHSG

Kinerja Keuangan Indo Tambangraya (ITMG) 2024: Laba per Saham Rp5.333,46, Menurun 24,8%

TheEconopost.com, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) mencatatkan penurunan laba bersih pada tahun 2024 meskipun pendapatan turun tipis.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dikutip Kamis, 27 Februari 2025, laba bersih ITM pada 2024 mencapai US$375,6 juta, turun 24,8% dari US$499,6 juta pada 2023.

Dengan kinerja ini, laba per saham ITMG pada 2024 turun dari US$0,44 per lembar menjadi US$0,33. ITMG menggunakan kurs Rp16.162 per dolar AS dalam kinerja tahun lalu. Dengan demikian laba per saham ITMG 2024 setara dengan Rp5.333,46 per lembar.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$374,1 juta, turun dari US$500,3 juta pada 2023.

Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali mencapai US$1,5 juta, meningkat dibandingkan dengan rugi sebesar -US$0,7 juta pada tahun sebelumnya.

Pendapatan bersih ITMG pada 2024 tercatat sebesar US$2,30 miliar, mengalami sedikit penurunan dari US$2,37 miliar pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, beban pokok pendapatan juga turun menjadi US$1,60 miliar dibandingkan dengan US$1,63 miliar pada 2023, namun tidak cukup untuk menahan penurunan laba kotor yang mencapai US$698,8 juta, lebih rendah dibandingkan US$742,5 juta tahun sebelumnya.

Di sisi laporan posisi keuangan, total aset ITM meningkat menjadi US$2,41 miliar pada akhir 2024 dibandingkan US$2,19 miliar pada 2023.

Peningkatan ini didorong oleh kenaikan kas dan setara kas yang mencapai US$990,4 juta, lebih tinggi dari US$851,1 juta pada tahun sebelumnya.

Liabilitas perseroan juga mengalami kenaikan, dengan total mencapai US$472,7 juta pada akhir 2024, meningkat dari US$399,3 juta pada 2023. Kenaikan ini terutama berasal dari peningkatan utang usaha dan kewajiban pajak.

Sementara itu, ekuitas ITM naik menjadi US$1,93 miliar dari sebelumnya US$1,79 miliar.

Dalam laporan arus kas, arus kas dari aktivitas operasi meningkat signifikan menjadi US$452,1 juta dibandingkan US$221 juta pada tahun sebelumnya. Hal ini terutama didorong oleh penerimaan dari pelanggan sebesar US$2,30 miliar, meskipun pembayaran kepada pemasok juga meningkat.

Di sisi lain, arus kas dari aktivitas investasi menunjukkan defisit US$109 juta, dengan pengeluaran utama pada pembelian aset tetap dan biaya eksplorasi. Arus kas dari aktivitas pendanaan mengalami arus keluar sebesar US$198,8 juta, dipengaruhi oleh pembayaran dividen tunai sebesar US$215,9 juta.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com