Jadwal IPO 2021: Ini Profil Formosa Ingredient Factory (IDX: BOBA) & Bidang Usahanya
Tempias.com, JAKARTA – PT Formosa Ingredient Factory Tbk. (IDX: BOBA) menyiapkan initial public offering (IPO) pada 1 November 2021. Perkiraan jadwal IPO BOBA ini masih menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam prospektusnya, BOBA menyebutkan akan melepaskan 140 juta lembar saham baru. Jumlah itu setara dengan 12,11 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Harga saham BOBA dalam IPO akan ditawarkan sebesar Rp 250 – Rp 280 per lembar. Dengan estimasi ini sebanyak-banyaknya BOBA akan meraup dana segar dari investor sebesar Rp 39,2 miliar.
Dana hasil IPO, oleh BOBA akan digunakan sebagai pembelian bahan baku, bahan penunjang, biaya operasional dan biaya marketing untuk memperluas jaringan pemasaran dengan pendistribusian ke daerah-daerah lain serta promosi-promosi yang dilakukan ke daerah lain guna mendukung pertumbuhan Perseroan ke depan.
BACA JUGA: IPO Ace Oldfields (IDX: KUAS), Begini Prospek dan Bidang Usaha
Kantor pusat Formosa Ingredient Factory (BOBA) terletak di Berlian 88 Biz Estate Blok C No.1, Kelapa Dua, Tangerang. Perusahaan juga memiliki kantor dan pabrik lainnya di Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Citius.
Penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO BOBA adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia.
Sejarah Formosa Ingredient Factory
Formosa didirikan pada 2016. Perseroan menjalankan bidang usaha memproduksi produk tapioca pearl, topping jelly, premium jams, brown sugar syrup dan waffle premix powder. Perseroan memproduksi berbagai varian produk dengan merek “Boba King”.
Dalam menjalankan bisnisnya perseroan melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan Texture Maker Enterprise Co., Ltd yang merupakan perusahaan pemimpin pasar dalam industri food and beverage di Taiwan.
BOBA juga memiliki jaringan distribusi langsung maupun sinergi distribusi dengan PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk yang memiliki cakupan restoran, local coffee shop and international chains store, premium modern market, dan retail. BOBA juga memasok untuk McDonalds, KFC, Hokben, Excelso, Kopi Lain Hati, Xiboba, Kokumi, Haus, Cinema XXI Family Mart, Indomaret Points, hingga Alfa-X.
BACA JUGA: Siapa Ribbit Capital? Investor Kakap yang Suntik Modal Bank Jago (IDX: ARTO)
Modal dasar perseroan adalah Rp 13,02 miliar. Sedangkan modal disetor sebesar Rp 3,2 miliar.
Pemegang saham awal BOBA saat pendirian terdiri dari Hengky Wijaya (70 persen), Hua Pai Chuan (15 persen), Dewi Irianty Wijaya (10 persen) dan Yunita Sugiarto EW (5 persen).
KINERJA KEUANGAN BOBA
Saat prospektus diterbitkan pemegang saham BOBA terdiri dari Hengky Wijaya (28,35 persen), PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk. (IDX:KMDS) sebesar 26,98 persen, Texture Maker Enterprise Co., Ltd (25,20 persen), Dewi Irianty Wijaya (6,3 persen), Yunita Sugiarto EW (3,15 persen), Preserved Food Specialty Co., Ltd (5 persen), Paporn Mahattanobol (5 persen) dan Tseng, Jen-You (0,02 persen).
Dalam prospektusnya, BOBA melaporkan konsisten membukukan laba sejak 2019. Sedangkan pada 2018 perusahaan membukukan rugi.
Prospektus juga menunjukkan terjadi lonjakan penjualan BOBA oleh perusahaan dimana pada 2018 sebesar Rp 2,4 miliar, melonjak menjadi Rp 45,98 miliar pada 2019, kembali mendaki menjadi Rp 68,57 miliar pada 2020. Sedangkan per Agustus 2021, perusahaan membukukan penjualan Rp 46,7 miliar.
BACA JUGA: IPO Mitratel, Begini Jadwal, Prospek dan Bidang Usaha
Dengan capaian ini, secara berturut laba komprehensif BOBA yakni rugi Rp 1,5 miliar pada 2018, untung Rp 17,5 miliar pada 2019, untung Rp 18,74 miliar pada 2020. Sedangkan per Agustus 2021, BOBA telah untung Rp 11,39 miliar.
Sedangkan total liabilitas tercatat untuk jangka pendek dan jangka panjang sebesar Rp 14,32 triliun per Maret 2021. Jumlah itu dilaporkan susut menjadi Rp 9,5 miliar. Penurunan utang ini lebih disebabkan dibayarkannya utang pajak sekitar Rp 5 miliar.
Liabilitas BOBA sendiri dilaporkan melonjak tajam. Pada akhir 2018-2020, ekuitas BOBA baru Rp 3,25 miliar.
Akan tetapi pada Maret 2021 perseroan meningkatkan ekuitas dengan tambahan modal disetor dan penghasilan komprehensif lain menjadi Rp 62 miliar. Sedangkan per Agustus 2021, ekuitas kembali ditingkatkan dengan tambahan modal disetor dan pos komprehensif lain menjadi Rp 82,2 miliar.
Dengan aksi ini aset BOBA melonjak dari Rp 56,5 miliar pada akhir 2020, menjadi Rp 80,26 miliar pada Maret 2021 dan melonjak menjadi Rp 104,18 miliar per Agustus 2021.
JADWAL IPO BOBA
Dengan penerbitan prospektus ini, maka jadwal sementara IPO BOBA adalah:
Masa Penawaran Awal IPO BOBA: 5 – 11 Oktober 2021
Perkiraan Tanggal Efektif IPO BOBA: 21 Oktober 2021
Perkiraan Masa Penawaran Umum IPO BOBA: 22 – 28 Oktober 2021
Perkiraan Tanggal Penjatahan IPO BOBA: 28 Oktober 2021
Perkiraan Tanggal Distribusi Saham IPO BOBA: 29 Oktober 2021
Perkiraan Tanggal IPO BOBA di BEI: 1 November 2021
