HeadlineIHSG

IPO Superbank (SUPA) Dimulai, Cek Harga Saham Perdana dan Jadwalnya

TheEconopost.com, PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) resmi memulai proses Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 4.406.612.300 saham baru. Jumlah tersebut setara dengan maksimal 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dalam prospektus perseroan hari ini, Selasa, 25 November 2025, Saham Superbank ditawarkan pada kisaran harga Rp525 hingga Rp695 per lembar.

Dengan demikian, nilai total penawaran publik dapat mencapai hingga Rp3,06 triliun. Seluruh pemesanan dilakukan melalui Sistem Penawaran Umum Elektronik dan wajib disertai dana yang tersedia pada Rekening Dana Nasabah (RDN) masing-masing investor.

Terdapat empat sekuritas yang menjadi pendorong IPO perusahaan yakni Mandiri Sekuritas (kode broker CC), CLSA Sekuritas, Trimegah Sekuritas, dan Sucor Sekuritas.

Superbank merupakan perusahaan dengan bidang usaha jasa perbankan yang berkantor pusat di Revenue Tower, lantai 28–29, SCBD Lot 13 District 8, Jakarta. Per 30 Juni 2025, perseroan memiliki satu kantor pusat dan dua kantor cabang, masing-masing berlokasi di Jakarta dan Bandung. Kantor cabang Jakarta berada di One Satrio, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, sementara kantor cabang Bandung berlokasi di Jalan Cihampelas, Kota Bandung.

Dalam IPO kali ini, Superbank menggunakan laporan keuangan 30 Juni 2025 dengan aset Rp 14,87 triliun dan laba Rp 70,84 miliar.

Sementara itu, jika dilihat dari laporan keuangan per 31 September 2025 (unaudited) yang ditampilkan dalam website perusahaan. Super pada kuartal III/2025 melaporkan laba bersih Rp60,12 miliar. Pada periode yang sama tahun 2024, perseroan mencatatkan rugi Rp285,73 miliar.

Dalam laporan kinerja yang disampaikan, pendapatan bunga tercatat mencapai Rp1,49 triliun atau meningkat 69,63 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp455,02 miliar. Pada saat yang sama, beban bunga naik 85,90 persen YoY menjadi Rp397,09 miliar. Dengan perkembangan tersebut, pendapatan bunga bersih tercatat tumbuh 63,76 persen YoY menjadi Rp1,10 triliun dari sebelumnya Rp399,01 miliar.

Beban operasional lainnya dilaporkan meningkat 32,35 persen YoY menjadi Rp1,01 triliun, lebih tinggi dibandingkan Rp689,74 miliar pada kuartal III/2024. Beban lainnya turut naik 46,30 persen YoY menjadi Rp445,95 miliar. Kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) juga meningkat 70,82 persen YoY, dari Rp75,39 miliar menjadi Rp258,35 miliar.

Sejumlah komponen beban tercatat menurun, termasuk beban promosi yang menyusut 163,40 persen YoY menjadi Rp33,26 miliar dan beban tenaga kerja yang turun 1,23 persen YoY menjadi Rp317,99 miliar.

Laba operasional perseroan tercatat mencapai Rp81,53 miliar pada kuartal III/2025, berbalik dari rugi Rp290,72 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba tahun berjalan sebelum pajak mencapai Rp80,93 miliar, sementara pada kuartal III/2024 posisi tersebut masih mencatatkan rugi Rp285,73 miliar.

Kinerja keuangan yang membaik turut didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit. Hingga akhir kuartal III/2025, total kredit yang disalurkan mencapai Rp9,03 triliun, meningkat 45,79 persen YoY dari Rp4,89 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan kredit tersebut ikut mengerek total aset menjadi Rp16,5 triliun atau naik 70 persen YoY.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 44,91 persen YoY dari Rp5,29 triliun menjadi Rp9,61 triliun. Rinciannya, simpanan giro naik 27 persen YoY menjadi Rp292,87 miliar, tabungan tumbuh 57,40 persen YoY menjadi Rp1,76 triliun, dan deposito meningkat 70,68 persen YoY menjadi Rp7,76 triliun.

Rasio intermediasi dan efisiensi menunjukkan perbaikan. Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 92 persen, sementara Net Interest Margin (NIM) naik menjadi 10,64 persen. Cost to Income Ratio (CIR) turun signifikan menjadi 70,14 persen dari 149,65 persen pada periode yang sama tahun lalu. Kualitas aset juga terjaga dengan NPL Gross pada level 2,83 persen dan NPL Net 1,21 persen.

Jadwal IPO Sementara Superbank:

  • Perkiraan masa penawaran awal: 25 November 2025
  • Perkiraan tanggal efektif: 1 Desember 2025
  • Perkiraan penawaran umum: 10-15 Desember 2025
  • Perkiraan IPO di BEI: 17 Desember 2025

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

One thought on “IPO Superbank (SUPA) Dimulai, Cek Harga Saham Perdana dan Jadwalnya

  • Akadir

    Ulasan yg sangat lengkap dan dapat dijadikan pedoman investasi.

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Akadir Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com