HeadlineIHSG

Siapa Pemilik Superbank (SUPA)? Entitas EMTK yang Incar Dana IPO Rp 3,06 Triliun

TheEconopost.com, Struktur permodalan PT Super Bank Indonesia Tbk. (Superbank) menjelang penawaran umum perdana (IPO) diungkap dalam prospektus perseroan. Modal ditempatkan dan disetor penuh tercatat sebesar 29,49 miliar saham dengan nilai nominal Rp2,95 triliun. Porsi kepemilikan terbagi pada sejumlah pemegang saham institusi dari Indonesia, Singapura, dan Korea Selatan.

Sedangkan keseluruhan modal dasar perseroan dirancang sebanyak 100 miliar saham dengan nilai nominal Rp10 triliun. Dari jumlah tersebut, saham dalam portepel mencapai 70,50 miliar saham.

Dikutip pada Selasa, 25 November 2025, PT Elang Media Visitama, entitas bisnis Elang Mahkota (EMTK) menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 31,11 persen atau setara 9,17 miliar saham. PT Kudo Teknologi Indonesia, entitas Grab Indonesia menempati posisi berikutnya dengan porsi 19,16 persen melalui kepemilikan 5,65 miliar saham. GXS Bank Pte Ltd, entitas berbasis Singapura, memiliki 12 persen saham atau 3,53 miliar saham. A5DB Holdings Pte Ltd dari Singapura memegang 11,52 persen saham.

Kepemilikan lain berasal dari KakaoBank Corp asal Korea Selatan melalui porsi 9,95 persen, kemudian Singtel Alpha Investments Pte Ltd dengan 8,46 persen. PT Tiga Sira Sejahtera tercatat memiliki 3,25 persen, Glas Trust (Singapore) Ltd Cq. Bersama Sustainability Trust melalui BST memegang 2,20 persen, PT Nusantara Berkat Agung memiliki 1,54 persen, serta PT Abadi Pelita Harapan dengan porsi 0,81 persen.

Setelah IPO, struktur pemegang saham SUPA menjadi PT Elang Media Visitama (27,07%) selaku anak usaha Elang Mahkota Teknologi ($EMTK), PT Kudo Teknologi Indonesia (16,67%), A5–DB Holdings (10,03%), GXS Bank (10,44%), KakaoBank (8,66%), dan Singtel Alpha Investments (7,36%). Dalam lama perusahaan per Agustus 2025, Grab Holdings Ltd. memiliki kepemilikan di Superbank melalui PT Kudo Teknologi Indonesia, A5–DB Holdings, dan GXS Bank.

Superbank merencanakan masa penawaran awal pada 25 November–1 Desember 2025. Tanggal efektif diperkirakan pada 8 Desember 2025. Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 10–15 Desember 2025, disusul penjatahan pada 15 Desember 2025 dan distribusi saham secara elektronik pada 16 Desember 2025. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia ditargetkan berlangsung pada 17 Desember 2025.

Dalam prospektus perseroan hari ini, Selasa, 25 November 2025, Saham Superbank ditawarkan pada kisaran harga Rp525 hingga Rp695 per lembar.

Dengan demikian, nilai total penawaran publik dapat mencapai hingga Rp3,06 triliun. Seluruh pemesanan dilakukan melalui Sistem Penawaran Umum Elektronik dan wajib disertai dana yang tersedia pada Rekening Dana Nasabah (RDN) masing-masing investor.

Terdapat empat sekuritas yang menjadi pendorong IPO perusahaan yakni Mandiri Sekuritas (kode broker CC), CLSA Sekuritas, Trimegah Sekuritas, dan Sucor Sekuritas.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com