IPO Hasnur Shipping (IDX: HAIS), Cek 10 Fakta Ini Sebelum Beli
PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) telah mengumumkan akan menggelar IPO pada 31 Agustus 2021. Rencana ini saat ini menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Â
Masuknya Hasnur atau HAIS ke lantai bursa turut memberi dinamika pada bursa efek Indonesia. Apalagi saat ini tengah berlangsung IPO dua perusahaan berbasis teknologi yaitu Bukalapak (IDX: BUKA) dan PT Trimegah Karya Pratama (IDX: UVCR).
Adanya perusahaan baru yang IPO menjadi alternatif investasi yang diminati. Sebagai contoh, saham IPO BUKA dan IPO UVCR diburu investor hingga diperkirakan permintaan melonjak hingga 4 kali lipat.
Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I, Gede Nyoman Yetna menjelaskan hingga akhir tahun 2021 ini, ada 26 perusahaan mengantri untuk menggelar IPO. Sebanyak lima perusahaan memiliki aset skala kecil hingga Rp 50 miliar, 8 perusahaan dengan aset hingga Rp 250 miliar, dan 13 perusahaan dengan aset di atas Rp 250 miliar. Â
Rencana HAIS melantai di bursa sudah disampaikan pada publik. Bagi para investor yang tertarik ingin mengoleksi saham Hasnur (HAIS), tak ada salahnya mengetahui segala hal yang berkaitan dengan PT Hasnur dan rencana IPOnya.
Berikut 10 fakta tentang PT Hasnur Internasional Shipping (HAIS) yang perlu diketahui investor
1. Profil Perusahaan
PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) merupakan entitas anak perusahaan yang berada di bawah Hasnur Grup. Hasnur Grup berdiri sejak 1966 oleh tokoh dari Banua, Kalimantan Selatan, Abdussamad Sulaiman HB dan Nurhayati. Hasnur Grup bergerak di beberapa industri strategis termasuk pertambangan, agribisnis, media, jasa dan logistik.
Hasnur Grup dan Entitas Anaknya kini digawangi oleh generasi kedua dari keluarga pendiri. Pada 14 Desember 2009, Hasnur Grup mendirikan PT Hasnur Internasional Shipping baru berdiri berdasarkan Akta No. 47. Perusahaan beralamat di Gedung Office 8 Lantai 7, SCBD Lot 28, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.
2. Bidang Usaha
Hasnur Shipping Internasional atau HAIS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi dan logistik. Perusahaan mengangkt barang umum melalui laut dengan menggunakan kapal laut antar pelabuhan dalam negeri dengan melayani trayek tetap dan teratur. Hasnur Shipping juga melayani usaha persewaan.
Bila dilihat dari potensi bisnis, usaha transportasi laut dan logistik kepelabuhanan HAIS memiliki keunggulan karena dukungan dan integrasi lini bisnis Hasnur Grup di sektor pertambangan batubara. Saat ini Hasnur Grup memiliki konsesi batubara seluas 3.990 hektar dengan cadangan 280 juta MT.
Tambang batubara Hasnur berlokasi di Rantau Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Selain itu juga ada potensi usaha di bidang kargo dan layanan jasa angktan untuk beberapa pelanggan yang bertetangga dengan wilayah konsesi miliki grup.
Berdasarkan laporan perusahaan, saat ini HAIS mengoperasikan 12 set kapal tunda dan tongkang dengan kapasitas angkut bervariasi mulai dari 7.500 – 10.000 ton. Sepanjang 2020lalu, HIS telah mengangkut sebanyak 4,95jt MT ton kargo batubara.
Perusahaan optimistis dengan adanya IPO, akan meningkatkan jangkauan usaha dengan adanya penambahan armada.
3. Anak Usaha HAIS
Sebagai perusahaan yang sudah mapan. HAIS telah memiliki dua anak usaha yaitu PT Hasnur Resources Terminal (HRT) dan PT Hasnur Mitra Sarana. HRT merupakan pemegang izin Badan Usaha Pelabuhan yang bergerak di bidang pengelolaan pelabuhan. Sedangkan PT Hasnur Mitra Sarana bergrak di bidang bongkar muat.
4. Pemegang saham HAIS
Kepemilikan saham PT Hasnur Internasional Shipping saat ini dipegang oleh PT Nur Internasional Samudra sebesar 51 persen, PT Hasnur Jaya International sebesar 35 persen, Jayanti Sari sebesar 7 persen, Zaenal Hadi HAS HB sebesar 7 persen.
Dengan adanya IPO nanti, perusahaan akan melepas sebanyak 525.250.000 saham. Dengan begitu, komposisi pemegang saham akan berubah menjadi PT Nur Internasional Samudra sebesar 40,80 persen, PT Hasnur Jaya International 28 persen, Jayanti Sari 5,6 persen, dan Zaenal Hadi HAS HB menjadi 5,6 persen. Sebanyak 20 persen saham akan dilepas kepada masyarakat.
5. Kinerja Keuangan HAIS
Sebagai bahan untuk pengajuan IPO, HAIS menyerahkan laporan keuangan per Maret 2021. Berdasarkan laporan, perseroan terlihat mengalami naik turun pendapatan seiring kondisi perekonomian.
Pada 2018, penjualan neto HAIS mencapai Rp363,77 miliar. Selanjutnya secara berurutan naik menjadi Rp 373,52 miliar (2019), dan Rp 310,34 miliar (2020). Sedangkan per Maret 2021, penjualan neto mencapai Rp 77,77 miliar.
Beban pokok penjualan Hasnur tercatat secara berurutan menjadi Rp 302,41 miliar (2018), Rp 305,06 miliar (2019), dan Rp 246,02 miliar (2020). Sedangkan beban pokok per Maret 2021 menjadi Rp 62,32 miliar.
Secara keseluruhan, HAIS membukukan laba komprehensif Rp 27,65 miliar (2018), Rp 30,74 miliar (2019), dan Rp15,42 miliar (2020). Sedangkan pada Maret 2021, Hasnur membukukan laba Rp7,88 miliar.
Dengan kondisi ini, laba per saham sebesar Rp 280,16 (2018), Rp 304,35 (2019), dan Rp 184,95 (2020). Sedangkan pada Maret 2021 sebesar Rp 94 per lembar.Â
6. Harga Saham HAIS
Berdasarkan prospektus awal yang ditayangkan di e-IPO, perusahaan akan melepas maksimal 525.250.000 dengan nilai nominal Rp100. Setiap saham yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran awal sebesar Rp230 – Rp300.
Lewat pelaksanaan IPO, HAIS mengincar dana hingga Rp157,57 miliar. Bersamaan dengan IPO, perusahaan juga mengadakan Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation atau ESA) maksimal 5 persen dari jumlah saham yang ditawarkan dari IPO atau maksimal 26.262.500 lembar saham.
7. Jadwal IPO HAIS
Berdasarkan perkiraan awal perusahaan, berikut jadwal IPO HAIS
- Perkiraan Masa Penawaran Awal : 26 Juli – 6 Agustus 2021Â
- Perkiraan Tanggal Penjatahan : 27 Agustus 2021
- Perkiraan Tanggal Efektif : 20 Agustus 2021Â
- Perkiraan Tanggal Distribusi secara Elektronik : 30 Agustus 2021Â
- Perkiraan Masa Penawaran Umum : 23 – 27 Agustus 2021Â
- Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 31 Agustus 2021
8. Penjamin
Penjamin pelaksana emisi efek adalah PT RHB Sekuritas Indonesia. Sedangkan penjamin emisi efek akan ditentukan kemudian.
9. Penggunaan dana IPO HAIS
Setelah dana IPO terkumpul, Hasnur akan menggunakan sebanyak 46 persen untuk pembelian tiga set armada kapal dan tongkang. Kapal yang dibeli rencananya memiliki harga Rp 150 miliar. Kekurangan dana akan menggunakan pendanaan dari pihak ketiga yang akan dilaksanakan setelah IPO.
Selanjutnya 23 persen dana akan diinjeksi kepada perusahaan anak. Dana itu nantinya pembelian peralatan untuk pengembangan Pelabuhan Tanjung Silopo seperti mobile crane, forklift, excavator, dan wheel loader.
Sedangkan 31 persen dipergunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional perseroan secara umum seperti bahan bakar minyak dan biaya kapal rental.
\
10. Cara Memesan Saham IPO HAIS
Berdasarkan keterangan pada OJK, HAIS membuka tiga cara pemesanan saham IPO. Investor bisa memilih menggunakan sistem penawaran umum elektronik atau E-IPO, melalui perusahaan efek yang merupakan partisipan sistem di mana pemodal yang bersangkutan menjadi nasabah. Investor juga bisa membeli melalui perusahaan efek yang bukan merupakan partisipan sistem dimana pemodal yang bersangkutan menjadi nasabahnya.
Hasnur sudah menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia (IDX: DR) sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Selain dapat menyampaikan pesanan melalui mekanisme sekuritas dan E-IPO, pesanan juga dapat disampaikan melalui email ke: ipohisrhb@rhbgroup.com atau dapat melalui surat yang ditujukan ke alamat PT RHB Sekuritas Indonesia , dengan mencantumkan informasi berikut:
- Identitas Pemesan (Nama sesuai KTP, No. SID, No. SRE, dan Kode Nasabah yang bersangkutan)
- Jumlah pesanan dengan menegaskan satuan yang dipesan (lot/lembar)
- Menyertakan scan copy KTP dan informasi kontak yang dapat dihubungi (email dan nomor telepon)
Dengan keluarnya prospektus perusahaan, saat ini HAIS telah memasuki fase book building. Investor sudah dapat menyampaikan minat bila ingin membeli saham IPO HAIS.
RHB memperkirakan masa penawaran umum akan berlangsung selama 5 hari kerja, yaitu tanggal 23 – 27 Agustus 2021. Akan tetapi, jadwal ini masih menunggu keputusan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan.

Pingback: IPO Hasnur Shipping (HAIS), Ini Profil Jayanti Sari & Zainal Hadi Pemegang Saham Pengendali – The Econopost