Diakuisisi PUI, MAPI Gelar Tender Wajib hingga Rp12,6 Triliun
TheEconopost.com, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mengungkapkan pelaksanaan mandatory tender offer (MTO) atau penawaran tender wajib diperkirakan berlangsung pada 18 Juni hingga 17 Juli 2026 dengan harga penawaran Rp1.550 per saham. Adapun pembayaran kepada pemegang saham yang mengikuti MTO dijadwalkan pada 29 Juli 2026.
Perseroan menyampaikan informasi tersebut dalam tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pengambilalihan saham MAPI yang telah efektif pada 8 Mei 2026.
Harga MTO sebesar Rp1.550 per saham tersebut berada 21,7 persen di atas rata-rata harga tertinggi harian saham MAPI selama 90 hari sebelum pengumuman pengambilalihan pada 8 Mei 2026 yang tercatat Rp1.274 per saham. Harga tersebut juga mencerminkan premi sekitar 4,4 persen dibandingkan harga pasar saham MAPI sebesar Rp1.485 per saham pada 21 Mei 2026.
Pelaksanaan MTO dilakukan melalui dua perusahaan investasi, yakni Samudra Investment Pte. Ltd. dan Ocean Continuum Pte. Ltd. Kedua entitas tersebut dimiliki masing-masing sebesar 51 persen oleh Pacific Universal Investments (PUI) dan 49 persen oleh dana yang dikelola CVC Capital Partners.
Dalam keterbukaan informasi, jumlah saham yang berpotensi dibeli melalui MTO mencapai maksimum 8,13 miliar saham atau setara 49 persen dari total saham yang beredar. Perseroan menyebut permohonan pelaksanaan MTO telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan saat ini masih menunggu persetujuan regulator.
Kewajiban MTO muncul setelah Pacific Universal Investments resmi mengakuisisi 51 persen saham MAPI dari PT Satya Mulia Gema Gemilang (SMGG) pada 8 Mei 2026. Meski terjadi perubahan pengendali, perseroan memastikan tidak ada perubahan rencana strategis, bidang usaha, maupun susunan manajemen perusahaan.
MAPI juga menegaskan pengendali baru tidak memiliki rencana untuk melakukan delisting atau membawa perusahaan menjadi tertutup (go private).
“Tujuan pengambilalihan adalah untuk mengembangkan usaha grup MAPI di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” demikian disampaikan dalam keterbukaan informasi tersebut.
Di balik Pacific Universal Investments, nama Michelle Liem Mei Fung tercatat sebagai ultimate beneficial owner (UBO). Pengusaha asal Singapura tersebut mengendalikan PUI melalui rantai kepemilikan yang berujung pada Unity Global Holdings Limited dan Pacific Universal Holdings Limited.
Michelle dikenal sebagai Chair dan CEO Nuri Holdings (S) Pte. Ltd. serta menjabat sejumlah posisi strategis di perusahaan investasi dan properti di Singapura. Ia juga tercatat sebagai Non-Executive & Non-Independent Director di Tuan Sing Holdings sejak 2001.
Dalam pelaksanaan MTO, PUI menggandeng CVC Capital Partners, salah satu perusahaan private equity global dengan aset kelolaan sekitar 186 miliar euro per 2024. Keterlibatan CVC dilakukan melalui kepemilikan bersama pada Samudra Investment Pte. Ltd. dan Ocean Continuum Pte. Ltd. yang dibentuk khusus untuk pelaksanaan MTO.
Dengan harga penawaran yang berada di atas harga pasar dan premi yang cukup signifikan dibandingkan rata-rata harga historis, pelaksanaan MTO MAPI menjadi salah satu aksi korporasi yang akan menjadi perhatian investor pada pertengahan tahun ini
