HeadlineIHSG

Centratama (CENT) Ungkap Portofolio Aset dan Rencana Bisnis 2025 Setelah Diminta Bursa

TheEconopost.com, PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT) memaparkan portofolio aset, kinerja keuangan, dan rencana bisnis terbarunya dalam Paparan Publik Insidentil yang digelar pada Senin, 28 April 2025.

Paparan publik ini seiring permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah harga saham perseroan bergerak tidak wajar (UMA). Atas lonjakan harga dan permintaan saham CENT itu, BEI juga telah melakukan suspensi dan kemudian meminta manajemen melakukan Paparan Publik Insidentil.

Antonius Ardityo Budi Susetiatmo, Corporate Secretary CENT dalam pengantar materi paparan publik kepada BEI pekan lalu mengungkap portofolio aset per 31 Desember 2024 CENT mencapai 10.174 site menara dengan 10.174 penyewa. Penyewaan menara ini mencatatkan rasio sebesar 1,67 kali.

Pemegang saham CENT 2024

Di bidang penguatan sinyal dalam gedung (In-Building Coverage/IBC), CENT mengoperasikan 797 site dengan 1.326 penyewa, menghasilkan rasio penyewaan 1,66 kali. Sementara itu, jaringan kabel serat optik Perseroan telah mencapai 2.776 kilometer terbangun dan 4.678 kilometer tersewa, dengan rasio penyewaan 1,68 kali.

Dari sisi keuangan, CENT membukukan pendapatan sebesar Rp2,46 triliun pada 2024, sedikit menurun dibandingkan Rp2,49 triliun pada tahun sebelumnya. EBITDA tercatat Rp2,14 triliun, sedangkan laba usaha sebesar Rp152,16 miliar.

Secara operasional, site dan penyewa CENT tersebar di seluruh Indonesia, dengan konsentrasi terbesar di Pulau Jawa yang mencakup 55% dari total site menara. Sedangkan untuk penguat sinyal di dalam gedung sebanyak 74% berasal dari Pulau Jawa.

Untuk rencana bisnis ke depan, perusahan menargetkan peningkatan rasio penyewaan, peningkatan kualitas layanan pelanggan, serta perluasan infrastruktur fiber-to-the-tower guna mendukung kapasitas backhaul operator telekomunikasi.

Selain itu, Perseroan juga berencana menumbuhkan operasional melalui pembangunan menara baru dan akuisisi, serta mendukung kebutuhan masa depan operator dalam infrastruktur 5G dan layanan Power as a Service (PaaS).

Perseroan juga menegaskan bahwa pergerakan harga saham belakangan ini murni akibat dinamika pasar, dan tidak terdapat informasi material lain yang belum disampaikan kepada publik.

“Berdasarkan pengetahuan Perseroan, pergerakan harga saham beserta dengan peningkatan volume transaksi adalah murni dinamika pasar,” tulis Budi.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com