Bukukan Laba Rp475 miliar, Saham Krakatau Steel (IDX: KRAS) Layak Koleksi?
PT Krakatau Steel Tbk (IDX: KRAS) berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang semester 1/2021. Berdasarkan data di keterbukaan pasar, hingga Juni 2021 KRAS membukukan laba berjalan Rp475 miliar atau naik tajam dari laba Desember 2020 yaitu Rp67 miliar.
Direktur Utama Krakatau Steel, Silmi Karim mengatakan laporan keuangan konsolidasi interim KRAS dan anak usahanya telah disusun dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan peraturan dan pedoman dari Otoritas Jasa Keuangan.
“Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal PT Krakatau Steel Tbk,” tulis Silmi dalam laporan keuangan perusahaan seperti diakes dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 20 Juli 2021.
Berdasarkan kinerja keuangan itu, peningkatan pendapatan berasal dari penjualan produk baja, rekayasa dan konstruksi, sarana infrastruktur dan jasa lainnya. Sedangkan pendapatan dari bidang real estate dan perhotelan serta jasa pengelolaan pelabuhan tidak lagi memberi kontribusi karena telah dipindahkan menjadi aset subholding Sarana Infratruktur.
Untuk penjualan produk baja selama semester I/2021, KRAS mengalami lonjakan penapatan cukup signifikan bila dibanding pencatatan Desember 2020 lalu. Meski di tengah pandemi, KRAS tetap bisa melakukan penjualan untuk kebutuhan dalam dan luar negeri. Perusahaan mencatat pada Semester 1/2021, penjualan produk baja untuk kebutuhan lokal senilai Rp11,626 triliun (kurs Rp 14.600). Sedangkan untuk kebutuhan pasar global mencapai Rp1,89 triliun. Pendapatan dari rekayasa konstruksi tercatat Rp 222,7 miliar, naik dari Desember 2021 yang hanya Rp216,6 miliar.
Total ekspor Krakatau Steel meningkat hingga 15 kali lipat dibanding periode yang sama 2020 dari 10.817 ton menjadi 162.243 ton pada 2021.
BACA JUGA: Profil Silmy Karim, Pembalik Kinerja Krakatau Steel (IDX: KRAS)
Penyumbang pendapatan KRAS lainnya adalah sektor sarana infrastruktur menyumbang laba dengan pendapatan Rp1,25 miliar. Disusul pendapatan dari jasa lainnya Rp403 juta.
“Grup melakukan transaksi penjualan dengan entitas berelasi dengan Pemerintah dengan total masingmasing sebesar 2.33 persen dan 3.90 persen dari total pendapatan neto konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2021 dan 2020.”
Kinerja Saham KRAS
PT Krakatau Steel (KRAS) merupakan perusahaan yang berdiri pada 23 Oktober 1971. Awalnya Krakatau Steel didirikan untuk mengambil alih proyek pabrik baja Trikora. Saat ini, KRAS menjadi produsen baja lembaran panas (HRC) dan baja lembaran dingin (CRC) terbesar serta produsen batang kawat baja (WR) terbesar kedua di Indonesia. KRAS tumbuh menjadi produsen baja terbesar di Indonesia dan pemain baja penting di kawasan Asia Tenggara.
Berbeda dengan moncernya kinerja perusahaan, saham KRAS di lantai bursa justru tidak bergerak banyak. BEI mencatat year to date saham KRAS hanya naik 7,69 persen dari Rp442 pada perdagangan 4 Januari 2021 menjadi Rp476 pada penutupan perdagangan Senin, 19 Juli 2021.
Saham KRAS mencapai puncak tertinggi sepanjang semester 1/2021 pada 15 Januari 2021 dengan harga Rp775.Namun, Namun prestasi ini terus merosot. Pada pekan terakhir Juni, saham KRAS longsor dari Rp580 menjadi Rp490.
