Subholding Krakatau Baja Konstruksi Diumumkan, Saham KRAS ke Zona Hijau
Harga saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (IDX: KRAS) hari ini, Senin, 13 September 2021 menguat 1,96 persen ke level Rp 520.
Penguatan harga saham KRAS hari ini, berbalik dari kinerja pekan lalu yang mengalami tekanan. Sepanjang perdagangan pekan lalu, harga saham KRAS longsor dari Rp 540 pada awal pekan menjadi Rp 515 pada akhir pekan.
Penguatan harga saham KRAS hari ini, beriringan dengan pengumuman perusahaan membentuk subholding kedua yakni Krakatau Baja Konstruksi. Entitas baru itu diresmikan secara hukum pada 31 Agustus 2021 lalu.
Subholding ini terdiri dari PT Krakatau Wajatama, PT KHI Pipe Industries, PT Krakatau National Resources, termasuk didalamnya PT Krakatau Niaga Indonesia.
“Subholding Krakatau Baja Konstruksi ini merupakan subholding kedua setelah sebelumnya telah dibentuk Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur di bulan Juni 2021,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim, dalam pernyataan resminya.
BACA JUGA: Profil Silmy Karim, Pembalik Kinerja Krakatau Steel (IDX: KRAS)
Pembentukan subholding melalui skema inbreng dimana KRAS menempatkan saham PT KHI Pipe Industries dan PT Krakatau National Resources ke dalam PT Krakatau Wajatama.
Krakatau Wajatama adalah anak perusahaan KRAS dengan kepemilikan 99,99 persen. Nilai inbreng yang ditempatkan setara dengan Rp 987,12 miliar.
Setelah penempatan ini, maka Krakatau Wajatama menggenggam 99,998 persen saham Krakatau National Resources dan 99,49 persen PT KHI Pipe Industries
Subholding Baja Konstruksi ini memiliki fasilitas produksi pabrik baja tulangan dan baja profil dengan kapasitas 300.000 ton per tahun, produk wire rod 500.000 ton per tahun, dan produk pipa baja sebesar 230.000 ton per tahun. Produk ini
Subholding Krakatau Baja Konstruksi yang juga bergerak di bidang trading dan distribusi besi dan baja yang mana hal ini mendukung pemasaran dan pengembangan bisnis baja hilir yang sudah dilakukan dan sebelumnya telah meluncurkan 9 (sembilan) produk baja hilir sejak
tahun 2020.
Produk dari Subholding ini seperti baja profil (H dan I beam), baja tulangan beton, baja siku, pipa baja spiral, pipa baja Electric Welding Resistance (ERW). Subholding ini juga menyediakan produk jadi seperti tower, jembatan baja, bangunan baja, hingga tiang listrik baja.
BACA JUGA: Prospek Saham KRAS, Menakar Kinerja dan Arah Subholding Infrastruktur
Sedangkan produk baja hilirnya yaitu Welded I Beam & H Beam, Custom Plate, Floordeck, Electric Pole, baja ringan Galvalume berupa rangka atap Kanal C maupun Reng Asimetris, pelat talang, pipa Hollow, genteng metal, dan atap.
“Keunggulan Subholding Krakatau Baja Konstruksi antara lain menyediakan solusi aplikasi baja yang lengkap dan kompetitif kepada konsumen, baik untuk manufaktur, fabrikasi maupun custom project,” ujar Silmy.
Dia menekankan pembentukan subholding Krakatau Baja Konstruksi ini untuk meningkatkan nilai perusahaan melalui penggabungan anak perusahaan, optimalisasi kinerja hingga penguatan pangsa pasar melalui strategi hilirisasi, serta membangun bisnis model yang lebih baik.
Silmy juga menjelaskan bahwa masing-masing perusahaan dalam subholding ini juga mempunyai pengalaman portofolio bisnis yang baik. Beberapa proyek potensial yang pernah ditangani diantaranya proyek East Connection Taxiway Bandara Soekarno Hatta dengan PT Hutama Karya, proyek PLTA Peusangan Takengon PT Pembangunan Perumahan, proyek Pengadaan Transmisi 500kV Sumatra PT Waskita Karya, proyek water line pipe SPAM Gresik.
Lainnya proyek Dermaga Tanjung Mas PT Hutama Karya, proyek Senoro Gas Development Pertamina-Medco E&P, proyek North Duri Development PT Chevron Pacific Indonesia, turut serta dalam proyek Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, pembangunan Jakarta International Stadium, Pertashop Pertamina, serta proyek Kereta Cepat Indonesia China.
Dia menyebutkan proyek infrastruktur di Indonesia yang bernilai US$ 470 miliar sepanjang tahun 2020-2023 menjadi mebuah potensi bagi Subholding Krakatau Baja Konstruksi sebagai penyedia material baja terlengkap dari mulai material baja hingga produk jadi.
Kinerja Subholding Krakatau Baja Konstruksi sampai dengan Agustus 2021 mencatat nilai penjualan
sebesar Rp3,4 triliun dan laba bersih sebesar Rp111,9 miliar.
“Dengan modal kinerja yang baik ini, Subholding Krakatau Baja Kontruksi ini dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk,” pungkas Silmy.
