BRI (IDX: BBRI) Bagi Dividen Jumbo Rp 26,4 Triliun, Segini Jatah Per Lembar Saham
Tempias.com, JAKARTA- Bank Rakyat Indonesia (IDX: BBRI) mengumumkan akan membagi dividen jumbo untuk tahun buku 2021. Keputusan ini telah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang berlangsung, Selasa, 1 Maret 2022.Â
Berdasarkan hasil RUPST, jumlah laba yang bisa didistribusikan sebagai dividen kepada para pemegang saham adalah sebesar Rp 26,4 triliun. Nilai ini setara dengan 85 persen dari total laba bersih perusahaan konsolidasian perusahaan berdasarkan tahun buku 2022.Â
Dari total dividen ini maka setiap pemegang saham diperkirakan akan memperoleh dividen Rp 174,23 per lembar. Perhitungan ini dengan asumsi bila perusahaan jadi melaksanakan pengalihan saham treasury sebelum tanggal cum date dividen.Â
Dari total keseluruhan dividen, berdasarkan jumlah kepemilikan saham, negara Republik Indonesia menjadi pihak yang paling diuntungkan. Dengan kepemilikan saham 53,19 persen maka negara akan mengantongi setidaknya Rp 14.04 triliun dari dividen yang akan dibagikan oleh BRI ini. Sedangkan porsi saham yang dimiliki oleh masyarakat adalah sebanyak 46,81 persen.Â
Mengenai besarnya dividen yang dibagi ini, Direktur Utama BRI Sunarso dalam keterangan pers usai pelaksanaan RUPST mengatakan hal itu disebabkan perusahaan telah memiliki struktur permodalan yang cukup kuat. Ini ditopang oleh suksesnya pelaksanaan right issue jumbo yang berlangsung akhir 2021 lalu.Â
Solidnya struktur modal BRI ini tercermin dalam nilai rasio kecukupan modal atau CAR perseroan berada di angka 25 persen. Selain itu, likuiditas BBRI juga masih kuat dengan ditandai loan to deposit ratio (LDR) pada kisaran 83 persen.
BACAÂ JUGA: Profil Andrijanto, Direktur Jaringan dan Layanan BRI 2022
Buyback Saham BBRIÂ
Selain membagikan dividen jumbo, BBRI juga telah mendapat restu untuk melaksanakan pembelian kembali saham atau buyback. Adapun total nilai buyback yang disiapkan adalah mencapai Rp 3 triliun.Â
Menurut Sunarso, pelaksanaan buyback diharapkan bisa meningkatkan kepemilikan saham perusahaan oleh karyawan BBRI. Dengan begitu perusahaan bisa lebih memacu kinerja untuk memenuhi target pertumbuhan pada tahun buku 2022.Â
Pada 2022 BBRI akan lebih fokus dalam mengembangkan usaha terutama setelah adanya transformasi dan merger dua lini usaha yaitu Pegadaian dan PMN. BRI berharap bisa menjadi lembaga perbankan yang kuat dan semakin berkontribusi pada pembangunan nasional. (Ahmad Ridwan)Â
