Finance

Sukuk Pos Indonesia Jadi yang Pertama Gagal Bayar dalam Pemeringkatan Fitch

TheEconopost.com, Kasus gagal bayar sukuk PT Pos Indonesia menjadi kasus pertama dalam cakupan sukuk berdenominasi rupiah yang diperingkat Fitch Ratings. Menyusul kejadian tersebut, Fitch menurunkan peringkat sukuk perusahaan pelat merah itu menjadi D(idn).

Dalam keterangan yang dirilis Senin (19/10/2026), Fitch menyebutkan, gagal bayar sukuk Pos Indonesia merupakan kasus pertama dalam cakupan sukuk rupiah yang mereka beri peringkat. Fitch tidak merinci nilai sukuk yang gagal dibayar maupun penyebab gagal bayar tersebut dalam keterangan itu.

Penurunan peringkat menjadi D(idn) menandai status gagal bayar instrumen tersebut. Kasus ini menjadi perhatian di tengah perkembangan pasar modal utang Indonesia yang terus membesar.

Fitch memperkirakan nilai pasar modal utang Indonesia yang beredar mendekati 800 miliar dollar AS pada akhir 2026. Pada akhir kuartal III-2026, nilainya tercatat 768 miliar dollar AS, tumbuh 6,4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sukuk menyumbang sekitar 18 persen dari total surat utang yang beredar.

Kepala Global Keuangan Islam Fitch Ratings Bashar Al Natoor mengatakan, pasar modal utang Indonesia diperkirakan tetap menjadi yang terbesar di kawasan ASEAN. Namun, volatilitas rupiah, fluktuasi harga komoditas, dan melemahnya permintaan eksternal berpotensi menahan momentum pertumbuhan.

“Gagal bayar sukuk PT Pos Indonesia menandai gagal bayar pertama dalam cakupan sukuk rupiah yang diberi peringkat oleh Fitch,” katanya.

Sepanjang Januari-September 2026, penerbitan utang Indonesia turun 18 persen yoy menjadi 144 miliar dollar AS. Sukuk berkontribusi 31 persen terhadap total penerbitan tersebut.

Fitch mencatat, pemerintah masih menjadi penerbit dominan dengan porsi 90 persen dari total penerbitan utang. Adapun seluruh sukuk pemerintah Indonesia berdenominasi dollar AS yang masuk cakupan pemeringkatan Fitch memiliki peringkat BBB dengan prospek negatif.

Putra

Editor In Chief https://www.theeconopost.com/ Hubungi saya di redaksi@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com