HeadlineIHSG

Laba BRI (BBRI) Tembus Rp31,18 Triliun pada Semester I/2026, Naik 17,5%

TheEconopost.com, – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp31,18 triliun pada semester I/2026. Perolehan tersebut meningkat 17,5% secara tahunan dibandingkan dengan laba bersih Rp26,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh menguatnya pendapatan bunga bersih di tengah penurunan beban bunga. Pendapatan bunga BRI tercatat naik 5,4% secara tahunan menjadi Rp107,92 triliun pada semester I/2026.

Dalam publikasi laporan keuangan hari ini, Senin, 31 Agustus 2026, perusahaan mencatat beban bunga turun 5,9% menjadi Rp27,39 triliun. Kombinasi pertumbuhan pendapatan bunga dan penurunan biaya dana tersebut mendorong pendapatan bunga bersih meningkat 9,9% menjadi Rp80,53 triliun.

Jika memasukkan pendapatan jasa asuransi, pendapatan bunga bersih BRI mencapai Rp81,18 triliun atau tumbuh 10,1% secara tahunan.

Kinerja tersebut kemudian mendorong laba operasional BRI naik 14,8% menjadi Rp40,18 triliun. Adapun laba sebelum pajak meningkat 15,1% menjadi Rp40 triliun.

Pertumbuhan juga terjadi pada pendapatan berbasis komisi. Pendapatan dari komisi, provisi, fee, dan administrasi naik 6% secara tahunan menjadi Rp11,02 triliun.

Sementara itu, pendapatan lainnya melonjak 51,6% menjadi Rp59,32 triliun dari Rp39,13 triliun pada semester I/2025.

Kredit Tumbuh 16,2%

Di tengah pertumbuhan laba, BRI juga mencatat ekspansi penyaluran kredit dan pembiayaan. Hingga akhir Juni 2026, total kredit dan pembiayaan BRI mencapai Rp1.646 triliun atau tumbuh 16,2% secara tahunan.

Pertumbuhan kredit tersebut turut mendorong peningkatan total aset perseroan sebesar 11,7% menjadi Rp2.352 triliun.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7% secara tahunan. Komposisi dana murah atau current account saving account (CASA) tercatat mencapai 67,6%.

Dari sisi kualitas aset dan profitabilitas, BRI mencatat loan at risk (LAR) sebesar 9,1%. Cost of credit berada pada level 3,1%, sedangkan cost of fund tercatat sebesar 2,4%.

Adapun return on assets (ROA) berada di level 2,8% dan return on equity (ROE) mencapai 18,8%. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) tercatat sebesar 21,5%.

Namun, pertumbuhan kredit juga diiringi peningkatan beban pencadangan. Kerugian penurunan nilai aset keuangan atau impairment naik 9,6% menjadi Rp25,51 triliun dari Rp23,27 triliun pada semester I/2025.

Di sisi biaya operasional, beban tenaga kerja turun 0,7% menjadi Rp21,59 triliun. Beban promosi juga menyusut 24,4% menjadi Rp846,97 miliar.

Sebaliknya, beban lainnya meningkat 46% menjadi Rp65,60 triliun.

Untuk laporan keuangan individual atau bank only, BRI membukukan laba bersih Rp27,52 triliun pada semester I/2026. Angka tersebut meningkat 11% dibandingkan dengan Rp24,79 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Transaksi Digital Menguat

Ekspansi bisnis BRI juga ditopang oleh pertumbuhan aktivitas transaksi digital. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna aktif aplikasi BRImo mencapai 22,4 juta pengguna atau meningkat 15,6% secara tahunan.

Volume transaksi melalui super apps tersebut mencapai Rp4.166 triliun, tumbuh 28,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

BRI juga terus memperluas ekosistem layanan keuangan melalui jaringan merchant dan agen.

Jumlah BRILink Agen mencapai 1,13 juta agen. Kanal tersebut mencatat penghimpunan CASA sebesar Rp30,7 triliun dan volume transaksi mencapai Rp841 triliun. Pendapatan berbasis komisi dari jaringan agen tersebut tercatat Rp915 miliar.

Di segmen inklusi keuangan, Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan BRI, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperluas jangkauan layanan bagi pelaku usaha ultra mikro.

Hingga semester I/2026, ekosistem tersebut memiliki 166,3 juta rekening simpanan dan 33,8 juta nasabah pinjaman. Sebanyak 2,3 juta debitur tercatat berhasil naik kelas dalam ekosistem pembiayaan ultra mikro tersebut.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com