Sampoerna Strategic Square, Jejak Fisik Terakhir Konglomerat Sampoerna di Tanah Air
TheEconopost.com – Grup Sampoerna melepas saham terakhirnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan lalu (19/11/2025), PT Sampoerna Agro Tbk. (SRGO). Crazy rich yang kaya semula kaya dari bisnis rokok itu melepas perusahaan perkebunan terpadu itu kepada AGPA Pte. Ltd., anak perusahaan Posco International Corporation asal Korea Selatan. Meski demikian, Sampoerna melalui entitas berpusat di Singapura membeli bisnis non kelapa sawit dari SRGO seperti sagu hingga kayu.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, keluarga Sampoerna terlebih dahulu mendirikan Twinwood Family Holdings Limited sebagai entitas yang akan bertindak sebagai penjual. Perusahaan ini memiliki badan hukum di Dubai. Selanjutnya, Twinwood yang bertransaksi dengan AGPA.
Presiden Direktur Grup Sampoerna Bambang Sulistyo menyebut, meski hengkang dari Bursa Efek Indonesia, Grup Sampoerna berjanji tetap akan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia melalui lini bisnis strategis lainnya. Dia menyebut, bisnis Sampoerna lain di Indonesia di antaranya PT Bank Sahabat Sampoerna, Sampoerna Kayoe, PT Sampoerna Land, dan Putera Sampoerna Foundation.
“Dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang dimiliki negeri ini, kami terus fokus pada lini bisnis strategi yang ada saat ini dan mengkaji peluang baru yang menjanjikan ke depan untuk tetap berkontribusi bagi perekonomian Indonesia. Kami juga tetap akan memajukan pendidikan bangsa melalui entitas PT Sampoerna Foundation (filantropi), sebagai pilar utama dalam menyongsong Indonesia Emas ke depan,” kata Bambang dalam keterangan tertulisnya dikutip Minggu (23/11/2025).
Dari sisa bisnis Keluarga Sampoerna yang disebutkan, entitas yang banyak menarik perhatian adalah Sampoerna Land dengan produknya, Sampoerna Strategic Square. Pasalnya gedung ini memiliki taman yang luas dan berada tepat di jalur emas Jakarta yakni Jl Jend Sudirman Kav 45-46.
Berdasarkan ampoerna Strategic Square kini menjadi salah satu ikon kawasan bisnis Sudirman, Jakarta. Namun, sebelum tampil sebagai kompleks perkantoran modern yang dikenal luas, gedung ini melewati perjalanan panjang sejak masa pembangunannya pada 1990-an.
Kompleks ini awalnya dikenal sebagai Anggana Danamon, gedung milik Bank Danamon yang konstruksinya rampung pada November 1996 dan mulai digunakan pada Januari 1997. Pembangunannya digagas melalui PT Danamon Land dan menandai perluasan kehadiran Bank Danamon di kawasan pusat bisnis Jakarta pada masa itu.
Pada 2005, gedung ini memasuki fase baru ketika Grup Sampoerna mengakuisisi mayoritas saham PT Danamon Land—yang kemudian bernama PT Buana Sakti. Akuisisi dilakukan setelah proses uji tuntas mencakup aspek hukum dan pertanahan. Nilai akuisisi yang beredar di ruang publik bervariasi, mulai dari sekitar Rp796 miliar hingga setara US$77 juta, mencerminkan perbedaan pendekatan valuasi yang digunakan saat itu.
Setelah akuisisi, Sampoerna melakukan renovasi besar-besaran pada 2006–2008. Pembaruan mencakup peremajaan infrastruktur, penataan arsitektur, serta perubahan lanskap yang menjadikan area plaza lama sebagai taman terbuka bagi publik. Investasi renovasi dikabarkan mencapai ratusan miliar rupiah.
Sampoerna Strategic Square berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektar (35.000 m²). Kompleks ini terdiri dari dua menara kembar yang masing-masing setinggi 158 meter:
- North Tower, 32 lantai dengan luas bangunan sekitar 38.500 m²
- South Tower, 32 lantai dengan luas bangunan sekitar 38.500 m²
Total luas bangunan kedua menara mencapai sekitar 77.000 m².
Menara pertama mulai ditempati pada 2006, disusul penyelesaian menara kedua pada 2007. Sejak itu, kompleks ini berkembang menjadi lokasi strategis bagi berbagai perusahaan nasional maupun multinasional.
Kini, dengan desain arsitektur yang tetap mempertahankan karakter rancangan awal, Sampoerna Strategic Square menjadi penanda penting keberlanjutan bisnis Grup Sampoerna di sektor properti, sekaligus bagian dari dinamika perkembangan kawasan pusat bisnis Jakarta.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami maka tunjukkan dukung itu dengan membeli berita ini dengan harga sesuai keinginan Anda. Cukup scan QR code yang tersedia lalu bayar sesuai keinginan. Terus nikmati informasi terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi tajam, terpercaya, dan eksklusif sesuai kebutuhan. |

