Bursa Jelaskan Nasib Investor Ritel Sritex (SRIL) Jelang Delisting
TheEconopost.com, Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa dalam proses delisting perusahaan tercatat yang mengalami pailit, seperti Sritex (SRIL), nasib pemegang saham berada dalam prioritas terakhir. Dalam aturan kepailitan, penyelesaian aset akan mengutamakan pembayaran kepada para kreditor sebelum pemegang saham menerima bagian likuidasi.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Nyoman Yetna menjelaskan bahwa mekanisme tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Dalam aturan tersebut, pembagian aset perusahaan pailit dilakukan berdasarkan prioritas.
“Penyelesaian diutamakan pembayaran terhadap Kreditor terlebih dahulu dan apabila masih terdapat sisa kekayaan hasil likuidasi, sisa tersebut akan dibayarkan kepada pemegang saham,” ujar Nyoman, Rabu, 22 Mei 2025.
Dengan demikian, lanjut Nyoman, pemegang saham hanya akan menerima sisa kekayaan apabila seluruh kewajiban terhadap para kreditur telah dipenuhi.
Berdasarkan aturan, aset lelang dari Sritex pertama-tama akan diprioritaskan bagi kreditur dengan hak istimewa (preferen); selanjutnya kreditur separatis; kreditur konkuren; dan baru terakhir baru diberikan pemegang saham. Termasuk bagi investor publik.
Sementara itu, terkait keputusan delisting dan perubahan status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup (go private), BEI memastikan proses tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Bursa senantiasa berkoordinasi dengan OJK sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 45 Tahun 2024. Keputusan delisting akan diumumkan kepada publik apabila telah ditetapkan untuk diberlakukan kepada suatu perseroan,” jelas Nyoman.
Ia menambahkan, proses delisting juga mempertimbangkan perlindungan investor dan prinsip keterbukaan informasi, sehingga publik tetap mendapat kepastian dan kejelasan atas status perusahaan tercatat yang terdampak kondisi keuangan ekstrem seperti pailit.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami—bebas klikbait, bebas tekanan politik, dan fokus pada hal-hal penting di pasar dan ekonomi—dukung kami dengan membeli berita yang Anda suka sesuai keinginan. Tak ada paywall. Tak ada sponsor yang mengatur isi. Hanya Anda yang membuat kami tetap independen. Berapapun pembayaran Anda, sangat berarti. Mari jaga berita berkualitas tetap hidup dan bisa diakses semua orang. Bayar Sekarang – Sesuai Keinginan Anda!. ![]() Cukup scan QR code yang tersedia, dan terus nikmati informasi terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda. Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi tajam, terpercaya, dan eksklusif sesuai kebutuhan. |

