38 Pihak Kena Sanksi OJK, Cek Daftar dengan Denda Total Rp 2,14 Triliun
TheEconopost.com, Sanksi administratif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap pelanggaran di pasar modal sepanjang 2026 hingga 31 Oktober mencapai Rp 2,1446 triliun. Dikutip dari pengumuman OJK, Minggu, 1 November 2026, sebagian besar denda tersebut berasal dari dua perkara, yakni perdagangan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan penawaran umum saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Berdasarkan pengolahan data dari 10 dokumen sanksi administratif OJK, denda dalam perkara DSSA mencapai Rp 1,5119 triliun. Sementara itu, sanksi atas perkara penawaran umum saham BREN mencapai Rp 500 miliar.
Dengan demikian, kedua perkara tersebut menyumbang sekitar 93,8 persen dari akumulasi denda dalam dokumen yang ditelaah. Besarnya kontribusi kedua perkara itu memperlihatkan dominasi nilai sanksi pada sejumlah kasus tertentu dibandingkan perkara pelanggaran pasar modal lainnya.
Secara keseluruhan, OJK menjatuhkan sanksi kepada 38 pihak. Sebanyak 25 pihak dikenai denda administratif, 11 pihak menerima peringatan tertulis, sedangkan dua pihak lainnya dikenai pembekuan izin.
Dalam perkara perdagangan saham DSSA, PT Sinar Mas Tunggal menjadi pihak dengan denda terbesar, yakni Rp 1,5 triliun. Selain itu, delapan perusahaan sekuritas masing-masing dikenai denda Rp 1,4 miliar dan satu perusahaan sekuritas lainnya dikenai denda Rp 700 juta.
OJK juga menjatuhkan sanksi kepada sejumlah individu dalam perkara yang sama. Rudy dikenai pembekuan izin sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek selama satu tahun. Sementara itu, tujuh individu lainnya menerima peringatan tertulis.
Perkara penawaran umum saham BREN menempatkan Anbo Holdings Ltd sebagai penerima denda Rp 500 miliar. Nilai tersebut menjadi denda terbesar kedua dalam rangkaian penindakan yang tercakup dalam dokumen tersebut.
Adapun dalam perkara penawaran umum saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), akumulasi denda mencapai Rp 103,4 miliar. Tigonis Capital Pte Ltd dikenai denda Rp 100 miliar, sedangkan PT Henan Putihrai Sekuritas dan PT BRI Danareksa Sekuritas masing-masing dikenai denda Rp 1,7 miliar.
Dalam perkara CUAN, Jurgantara Usman juga dikenai pembekuan izin sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek selama tiga bulan.
Di luar tiga perkara dengan nilai denda terbesar tersebut, OJK menjatuhkan sanksi dalam sejumlah kasus perdagangan saham lainnya. Pada perkara saham PT MD Entertainment Tbk (FILM), dua individu, yakni Eunice M. Satyono dan Chrystal Angella Soegandhi, masing-masing dikenai denda Rp 5 miliar atas transaksi pada 24 Maret hingga 31 Juli 2023.
Dalam perkara saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS), empat individu dikenai denda dengan akumulasi Rp 5,9 miliar. Sementara itu, perkara saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menghasilkan denda Rp 5,7 miliar terhadap PT Dana Mitra Kencana, Melani, dan Upita Amalia.
OJK juga menjatuhkan denda Rp 5,35 miliar kepada Belvin Tannadi terkait rangkaian perdagangan saham AYLS, FILM, dan BSML. Adapun Ferry Sudjono dikenai denda Rp 2,35 miliar dalam perkara perdagangan saham PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID).
Sanksi lainnya berupa peringatan tertulis diberikan kepada Muhammad Juni Andri Rahman dalam perkara perdagangan saham SUPR. Dua individu, David Santoso dan Irfan Dzaky Bayduri, juga menerima peringatan tertulis terkait kegiatan penasihat investasi tanpa izin yang berkaitan dengan saham TRON.
Rincian sanksi tersebut menunjukkan bahwa penindakan OJK tidak hanya menyasar aktivitas perdagangan saham, tetapi juga proses penawaran umum dan kegiatan pemberian nasihat investasi. Penerima sanksi pun mencakup perusahaan, perusahaan sekuritas, pemegang izin profesi pasar modal, hingga individu.
Besaran denda yang berbeda-beda juga memperlihatkan beragamnya nilai sanksi dalam perkara yang ditangani. Namun, akumulasi Rp 2,1446 triliun tersebut perlu dibaca secara proporsional karena berasal dari pengolahan 10 dokumen sanksi administratif, bukan keseluruhan penindakan OJK di pasar modal sepanjang 2026.
Menakar Sanksi Pelanggaran Pasar Modal
Otoritas Jasa Keuangan memublikasikan rincian sanksi administratif dalam perkara terkait penerapan prinsip una via sepanjang 2026 hingga 31 Oktober. Penindakan mencakup perdagangan saham, penawaran umum, serta kegiatan penasihat investasi tanpa izin.
ANGKA UTAMA
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Akumulasi denda | Rp2,1446 triliun |
| Penerima sanksi denda | 25 pihak |
| Penerima peringatan tertulis | 11 pihak |
| Penerima pembekuan izin | 2 pihak |
| Total penerima sanksi | 38 pihak |
1. Perdagangan Saham DSSA
Total denda: Rp1,51 triliun
| No. | Penerima sanksi | Sanksi administratif |
|---|---|---|
| 1 | PT Sinar Mas Tunggal | Denda Rp1,5 triliun |
| 2 | PT Sinarmas Sekuritas | Denda Rp1,4 miliar |
| 3 | PT Aldiracita Sekuritas Indonesia | Denda Rp1,4 miliar |
| 4 | PT BCA Sekuritas | Denda Rp1,4 miliar |
| 5 | PT Amantara Sekuritas Indonesia | Denda Rp1,4 miliar |
| 6 | PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk | Denda Rp1,4 miliar |
| 7 | PT Supra Sekuritas Indonesia | Denda Rp1,4 miliar |
| 8 | PT Buana Capital Sekuritas | Denda Rp1,4 miliar |
| 9 | PT Waterfront Sekuritas Indonesia | Denda Rp1,4 miliar |
| 10 | PT RHB Sekuritas Indonesia | Denda Rp700 juta |
| 11 | Rudy | Pembekuan izin Wakil Penjamin Emisi Efek selama 1 tahun |
| 12 | Fitra Sie | Peringatan tertulis |
| 13 | Sam Sahiry Rumamby Supit | Peringatan tertulis |
| 14 | Widya Halim | Peringatan tertulis |
| 15 | Suryadi | Peringatan tertulis |
| 16 | Morgan Gindo Wardana Simorangkir | Peringatan tertulis |
| 17 | Maria Retnowulan | Peringatan tertulis |
| 18 | Wahyu Suci Sugiarto | Peringatan tertulis |
| 19 | Baskara alias Karnen S | Peringatan tertulis |
2. Penawaran Umum Saham BREN
Total denda: Rp500 miliar
| No. | Penerima sanksi | Sanksi administratif |
|---|---|---|
| 20 | Anbo Holdings Ltd | Denda Rp500 miliar |
3. Penawaran Umum Saham CUAN
Total denda: Rp103,40 miliar
| No. | Penerima sanksi | Sanksi administratif |
|---|---|---|
| 21 | Tigonis Capital Pte Ltd | Denda Rp100 miliar |
| 22 | PT Henan Putihrai Sekuritas | Denda Rp1,7 miliar |
| 23 | PT BRI Danareksa Sekuritas | Denda Rp1,7 miliar |
| 24 | Jurgantara Usman | Pembekuan izin Wakil Penjamin Emisi Efek selama 3 bulan |
4. Perdagangan Saham FILM
Total denda: Rp10 miliar
Periode transaksi: 24 Maret–31 Juli 2023.
| No. | Penerima sanksi | Sanksi administratif |
|---|---|---|
| 25 | Eunice M. Satyono | Denda Rp5 miliar |
| 26 | Chrystal Angella Soegandhi | Denda Rp5 miliar |
5. Perdagangan Saham KIOS
Total denda: Rp5,90 miliar
Periode transaksi: Januari 2021–April 2022.
| No. | Penerima sanksi | Sanksi administratif |
|---|---|---|
| 27 | Roby Tan | Denda Rp1,4 miliar |
| 28 | Trisno Wibowo | Denda Rp1,4 miliar |
| 29 | Jordy Liman | Denda Rp1,4 miliar |
| 30 | Tan Heng Lok | Denda Rp1,7 miliar |
6. Perdagangan Saham IMPC
Total denda: Rp5,70 miliar
Periode transaksi: Januari–April 2016.
| No. | Penerima sanksi | Sanksi administratif |
|---|---|---|
| 31 | PT Dana Mitra Kencana | Denda Rp2,1 miliar |
| 32 | Melani | Denda Rp1,8 miliar |
| 33 | Upita Amalia | Denda Rp1,8 miliar |
7. Perdagangan Saham AYLS, FILM, dan BSML
Total denda: Rp5,35 miliar
| No. | Penerima sanksi | Sanksi administratif |
|---|---|---|
| 34 | Belvin Tannadi | Denda Rp5,35 miliar |
Denda tersebut mencakup rangkaian perkara perdagangan:
- AYLS: 1–27 September 2021 dan 8 November–29 Desember 2021.
- FILM: 12 Januari–27 Desember 2021.
- BSML: 8 Maret–17 Juni 2022.
8. Perdagangan Saham SHID
Total denda: Rp2,35 miliar
Periode transaksi: 3 Januari–14 Februari 2022.
| No. | Penerima sanksi | Sanksi administratif |
|---|---|---|
| 35 | Ferry Sudjono | Denda Rp2,35 miliar |
9. Perdagangan Saham SUPR
Periode transaksi: 8 Februari–11 April 2022.
| No. | Penerima sanksi | Sanksi administratif |
|---|---|---|
| 36 | Muhammad Juni Andri Rahman | Peringatan tertulis |
10. Penasihat Investasi Tanpa Izin Terkait Saham TRON
| No. | Penerima sanksi | Sanksi administratif |
|---|---|---|
| 37 | David Santoso | Peringatan tertulis |
| 38 | Irfan Dzaky Bayduri | Peringatan tertulis |
Sumber: Otoritas Jasa Keuangan, data hingga 31 Oktober 2026; diolah.
