HeadlineIHSG

Sampoerna (SGRO) Alih Bisnis jadi Holding, Lapkeu Ditelaah Terbatas

TheEconopost.com, Aksi korporasi bergulir di perusahaan kelapa sawit milik keluarga Crazy Rich Putra Sampoerna, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO). Setelah berfokus sebagai perusahaan kelapa sawit, karet dan benih sawit yang tercatat sebagai emiten sejak 2007 itu, perusahaan kini menunggu waktu untuk beralih menjadi korporasi holding.

Dalam pengumuman agenda RUPS yang diumumkan pada pekan lalu, selain ketetapan penggunaan laba bersih dan pengesahan laporan keuangan, perusahaan juga akan menyelenggarakan RUPSLB untuk merubah bidang usaha dan persetujuan pengalihan aset perusahaan. RUPS dan RUPSLB sendiri akan dilaksanakan pada 9 Mei 2025.

“Sehubungan dengan rencana perubahan kegiatan usaha Perseroan menjadi perusahaan holding, maka Perseroan berencana untuk melepaskan/mengalihkan aset-aset tetap berupa perkebunan kelapa sawit, pabrik kelapa sawit, dan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) yang berada di atas tanah Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) milik dan terdaftar atas nama Perseroan kepada entitas anak, yang baik secara langsung maupun tidak langsung dimiliki dan dikendalikan sepenuhnya oleh Perseroan,” tulis manajemen SGRO dikutip Selasa, 22 April 2025.

Selanjutnya, untuk mendukung aksi korporasi ini, Eris Ariaman, Sekretaris Perusahaan telah menyampaikan pemberitahuan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa laporan keuangan kuartalan yang berakhir 31 Maret 2025 akan dilakukan dilakukan penelahaan secara terbatas.

“Perseroan akan melaporakan hasil penelahaan terbatas Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan untuk periode yang berakhir 31 Maret 2025 tersebut paling lambat 30 Mei 2025,” tulis Eris, Selasa, 22 April 2025.

Dalam pengumuman terpisah, rencana perubahan kegiatan usaha dari perusahaan perkebunan kelapa sawit menjadi perusahaan holding, dalam rangka memperkuat struktur usaha dan meningkatkan nilai pemegang saham telah dinyatakan layak secara komprehensif dalam laporan studi kelayakan yang disusun oleh KJPP Iwan Bachron & Rekan​.

Rencana perubahan kegiatan usaha ini dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan berkelanjutan. Dengan alih fokus menjadi perusahaan holding, SGRO akan memusatkan kegiatan pada kepemilikan dan pengelolaan perusahaan-perusahaan anak serta memberikan arahan strategis tanpa terlibat langsung dalam kegiatan operasionalnya​.

Dalam laporan yang tertanggal 31 Desember 2024, tim penilai independen menegaskan bahwa rencana ini layak dilaksanakan. Tiga indikator utama mendukung kesimpulan tersebut: (1) Net Present Value (NPV) sebesar Rp8,56 triliun pada tingkat diskonto yang ditetapkan menunjukkan bahwa proyek ini bernilai positif dan menguntungkan; (2) Internal Rate of Return (IRR) sebesar 30,8% yang jauh di atas tingkat diskonto, menandakan potensi imbal hasil yang tinggi; dan (3) Profitability Index (PI) sebesar 2,14 menunjukkan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan berpotensi menghasilkan keuntungan lebih dari dua kali lipat, menandakan kelayakan investasi yang sangat baik​.

Bagi pemegang saham, perubahan ini dinilai akan memberikan beberapa keuntungan strategis. Dengan menjadi holding company, SGRO memiliki keleluasaan untuk melakukan reorganisasi anak perusahaan, merancang akuisisi, serta memaksimalkan sinergi dan efisiensi di tingkat grup. Struktur ini juga membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas di luar sektor perkebunan sawit, termasuk dalam jasa penasihat dan konsultan bisnis yang berpotensi tinggi​.

Dampak keuangan yang diproyeksikan juga positif. Proyeksi setelah perubahan menunjukkan perbaikan kinerja laba dan efisiensi beban usaha dibandingkan sebelum perubahan. Hal ini diharapkan akan berdampak langsung pada peningkatan return bagi pemegang saham melalui kenaikan nilai perusahaan​.

Langkah ini sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 mengenai perubahan kegiatan usaha dan telah melewati proses evaluasi oleh penilai independen yang menyatakan tidak adanya konflik kepentingan dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini​.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com