HeadlineIHSG

Saham Digital Mediatama (IDX: DMMX), Bidang Usaha, Prospek dan Profil Pengendali

Tempias.com, JAKARTA – PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX) mencatatkan pertumbuhan pendapatan 112 persen pada kuartal 1/2021. Secara tahunan (yoy) perusahaan dengan bidang usaha penyedia platform media digital ini membukukan pendapatan menjadi Rp180,7 miliar. 

Lebih jauh, DMMX mencatatkan pertumbuhan laba 16,5 persen yoy menjadi Rp10,3 miliar. Imma Finnegan, Sekretaris Perusahaan DMMX, dalam keterangan resmi menyebutkan pertumbuhan laba didorong adanya ekspansi dari segmen cloud advertising dan trade marketing.

Berdasarkan data perusahaan, pada kuartal 1/2021, digital cloud advertising DMMX yang membawahi bisnis managed service dan infrastructure-as-a-service menghasilkan pertumbuhan top-line sebesar 61,3 persen yoy menjadi Rp10,2 miliar.  Sedangkan pendapatan segmen trade marketing tumbuh 127,4 persen yoy, mencapai Rp140,0 miliar

Capaian perusahaan sepanjang 2021 ini turut memberi dorongan positif pada saham DMMX di bursa efek. Saat artikel ini ditulis pada perdagangan sesi I, Kamis, 15 Juli 2021, harga saham DMMX perlembar pada kisaran Rp2.260,- 

Baca Juga : Saham Diamond Citra (IDX: DADA): Bidang Usaha & Pemegang Saham Pengendali

Digital Mediatama Maxima merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. Perseroan pertama kali didirikan pada tanggal 15 September 2015 dengan nama PT Digital Marketing Solution (DMS) dan berganti menjadi Digital Mediatama Maxima pada 24 Juli 2019. 

Kegiatan Usaha DMMX

DMMX yang menjalankan bidang usaha perusahaan penyedia platform digital trade marketing dan pengiklanan berbasis cloud memiliki empat jenis kegiatan usaha yang diberikan kepada pelanggan yaitu managed service, infrastructure as a service, advertising exchange hub dan trade marketing.

“Dalam bisnis model ini, Perseroan juga menyediakan layanan pemeliharaan infrastruktur hardware dan pengelolaan konten klien agar klien dapat memusatkan perhatian terhadap fokus utama mereka.”

 

Bidang usaha yang dijalankan DDMX menyediakan berbagai jasa end-to-end seperti pengelolaan konten, pengiklanan terprogram, dan program akuisisi penjualan. Dalam model bisnis managed service, perseroan menyediakan layanan end-to-end yang dimulai dari penjualan hardware hingga ke sistem operasi. 

Selanjutnya, Infrastructure-as-a-service (IAAS) merupakan usaha sistem sewa-pakai infrastruktur seperti kios digital dan juga penyediaan layanan end-to-end seperti sistem operasi, pemeliharan infrastruktur dan pengelolaan konten. Selain pengiklanan, kios digital juga bisa mempercepat layanan di toko-toko klien.

Sedangkan usaha Advertising Exchange Hub adalah penyediaan bursa pengiklanan dengan memanfaatkan aset infrastruktur klien secara maksimal. Infrastruktur di toko klien bisa digunakan untuk mengiklankan produk-produk sendiri seperti asuransi dan reksadana diiklankan di klien bank seperti BCA.

Selain itu, infrastruktur di toko klien juga bisa digunakan untuk mengiklankan produk dan merek lain (e.g. Pepsi diiklankan di klien restoran cepat saji seperti KFC). Dengan model ini, klien memiliki insentif dan kesempatan untuk memperoleh sumber pendapatan baru melalui periklanan.

Trade Marketing adalah penyediaan program pemasaran perdagangan B2B termasuk pengiklanan dan promosi pemasaran. Promosi pemasaran termasuk penawaran voucher seperti tiket konser atau voucher diskon. Selain itu, program pemasaran perdagangan business-to-business yang disediakan Perseroan termasuk bonus-bonus berupa produk gratis seperti sampo diberikan secara gratis dengan pembelian kitchen set.

Trade Marketing juga mencangkup usaha penyelenggaraan telekomunikasi lainnya yang belum dicakup di tempat lain. Termasuk dalam kelompok ini adalah kegiatan penjualan pulsa, baik voucher pulsa maupun elektronik dan penjualan kartu perdana telepon seluler.

 

Bidang Usaha DMMX
Bidang Usaha DMMX

Kepemilikan Saham DMMX

Berdasarkan keterbukaan informasi di bursa efek, kepemilikan saham DMMX baru saja mengalami perubahan. Per tanggal 30 Juni 2021 saham terbesar dipegang oleh PT NFC Indonesia Tbk dengan kepemilikan 2.126.918.400 lembar saham  atau setara dengan 27,65 persen saham. 

Pada posisi kedua ditempati oleh PT Jaya Distribusi Ritel dengan total kepemilikan 1.771.813.400 lembar saham atau setara dengan 23,03 persen saham. Namun, per tanggal 12 Juli 2021, seperti yang diumumkan oleh KSEI pada 13 Juli 2021, PT Jaya Distribusi Ritel melepas kepemilikan sebagian saham sehingga kepemilikannya di DMMX susut menjadi 1.721.831.400 lembar saham atau setara dengan 22,38 persen. 

 

Kepemilkan saham DMMX
Kepemilkan saham DMMX per 30 Juni 2021

 

Pemegang saham lainnya tercatat masih mempertahankan kepemilikannya dimana PT Soteria Wicaksana Investama dengan 12,09 persen saham, Bank of Singapore Ltd dengan 6,34 persen, dan SiCepat Express Indonesia dengan 5,68 persen. Sedangkan saham yang dilepas ke masyarakat di kisaran 19,58 persen. 

 

Realisasi Penggunaan Dana DMMX

Berdasarkan informasi keterbukaan di Bursa Efek Indonesia, yang diunggah pada Rabu, 14 Juli 2021, perusahaan telah merealisasikan penggunaan dana dari hasil penawaran umum. Namun, dari laporan tersebut dapat dilihat terjadi perubahan realisasi anggaran. 

Rencana semula dana akan digunakan 75 persen untuk modal kerja, 20 persen untuk peningkatan teknologi dan komunikasi serta 5 persen untuk peningkatan SDM. Realisasinya perusahaan mengalokasikan 76,53 persen untuk peningkatan modal kerja, 22,81 persen untuk peningkatan teknologi dan komunikasi dan hanya 0,66 persen untuk peningkatan SDM.

Berikut rincian lengkap realisasi penggunaan anggaran hasil IPO DMMX yang dilaksanakan 21 Oktober 2021

 

Realisasi Penggunaan Dana DMMX
Realisasi Penggunaan Dana DMMX per 14 Juli 2021

Saat ini, DMMX membawahi tiga anak perusahaan yaitu PT Digital Consumer Engagement, dan PT Digital Maxima Indonesia yang bergerak di bidang perdagangan peralatan komunikasi dan jasa konsultasi teknologi serta dan PT DMMX Media Maxima yang bergerak di bidang perdagangan, e-commerce, telekomunikasi, dan platform digital periklanan. 

 

Jajaran Pimpinan

Komisari PT Digital Mediatama Maxima Tbk (MMDX

Komisaris Utama : Suryandy Jahja

Profil singkat: Suryandy Jahja merupakan Magister di bidang Manajemen Umum dan Teknologi Informasi dari Univeritas Bina Nusantara pada tahun 1996. Ia menyelesaikan gelar Sarjana Teknik Komputer dari University of New South Wales pada tahun 1993.

Saat ini Suryandy menjabat sebagai Direktur PT Kresna Graha Investama Tbk (2015-Sekarang). Juga menjabat Direktur di PT Digital PT Artha Mediatama (2016-Sekarang); Komisaris di PT Tunai Kita (2017-Sekarang), dan Direktur PT M Cash Integrasi Tbk (2017-Sekarang). 

Suryandi juga merupakan Komisaris Utama di PT NFC Indonesia Tbk (2018-Sekarang) yang menjadi pemegang saham utama DMMX. Ia juga menjabat sebagai Komisaris di PT Digital Voucher Nusantara Tbk (2018-Sekarang). 

Komisaris Independen : Mohammad Amin

Profil singkat : Mohammad Amin memperoleh gelar Sarjana Fakultas Teknis Mesin dari Universitas Kristen Indonesia pada tahun 1987. Ia pernah menjabat sebagai Mechanical Engineer & Training Manager (1987-1993); dan Vice President of Jabodetabek Regional Office di PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) (1993-2004);

Selanjutnya, Mohammad Amin menjabat Senior Vice President for Product Dev. & Management di PT Indosat (2004-2006); Business Planning & Development Director di PT Indoesat Mega Media (IM2) (2006-2011); dan President Director di PT Starcom Solusindo 2011-2014; 

Selain menjadi komisaris di DMMX, saat ini Mohammad Amin juga menjadi Operation Director & Advisory di PT Pulau Media sejak 2014. 

 

Jajaran Direktur DMMX

Direktur Utama : Budiasto Kusuma

Direktur: Supardi Tan

Direktur : Abraham Theofilus

 

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com