HeadlineSosok

Profil Hsu Hai Yeh, Direktur Baru Astra (ASII) Setelah RUPSLB 2025

TheEconopost.com, PT Astra International Tbk. (ASII) mengumumkan perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada hari ini, Rabu, 19 November 2025. Perubahan dilakukan seiring pengunduran diri sejumlah pejabat serta pengangkatan anggota baru untuk memperkuat struktur kepemimpinan perseroan.

Dalam keterangan resmi, Astra menyampaikan bahwa RUPSLB menerima pengunduran diri John Raymond Witt dan Hsu Hai Yeh, masing-masing sebagai Komisaris Perseroan dan Bapak Chiew Sin Cheok sebagai Direktur Perseroan. Rapat juga menyetujui pengangkatan Lincoln Lin Feng Pan dan Lee Liang Whye sebagai Komisaris, serta pengangkatan kembali Hsu Hai Yeh sebagai Direktur.

Perubahan tersebut berlaku efektif sejak rapat ditutup dan mengikuti ketentuan Anggaran Dasar Perseroan.

Presiden Direktur ASII Djony Bunarto Tjondro menyampaikan apresiasi kepada anggota komisaris dan direksi yang mengakhiri masa tugasnya yakni John Raymond Witt dan Bapak Chiew Sin Cheok, yang kini telah memasuki masa pensiun, atas kontribusi, dedikasi, dan jasanya yang telah diberikan.

Astra merupakan salah satu perusahaan publik terbesar di Indonesia. Perseroan membawahi 302 anak perusahaan, ventura bersama, dan entitas asosiasi, dengan lebih dari 190.000 karyawan. Diversifikasi bisnis mencakup otomotif dan mobilitas, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, konstruksi, energi, agribisnis, infrastruktur, teknologi informasi, dan properti.

Profil Hsu Hai Yeh

Sementara dilihat dalam laman Linkedin-nya, Hsu Hai Yeh merupakan eksekutif senior di kawasan Asia yang memiliki pengalaman panjang di bidang keuangan korporasi, investasi, dan manajemen portofolio. Sejak April 2024, ia menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris PT Astra International Tbk dan berkedudukan di Jakarta. Peran ini melengkapi kiprahnya di sejumlah perusahaan strategis yang berada dalam lingkup Grup Jardine.

Selain di Astra, Hsu Hai Yeh juga menjadi anggota Dewan Direksi REE Corporation di Ho Chi Minh City sejak April 2023. Di tingkat grup, ia memegang posisi penting sebagai Group Finance Director sekaligus Board Director di Jardine Cycle & Carriage Limited (JC&C), Singapura, sejak Agustus 2022. JC&C merupakan perusahaan investasi regional dari Jardine Matheson Group yang berfokus pada bisnis-bisnis pemimpin pasar di Asia Tenggara, terutama terkait urbanisasi dan pertumbuhan kelas konsumen.

Dalam kapasitasnya sebagai Group Finance Director, Alumni NYU Stern School of Business itu berperan mengawasi investasi portofolio dan strategi grup, termasuk perencanaan dan pelaporan keuangan, treasury, perpajakan, manajemen risiko, serta hubungan dengan investor. Ia memimpin berbagai inisiatif penguatan struktur modal dan transparansi perusahaan, di antaranya studi persepsi investor dan penerapan laporan TCFD untuk mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam pengambilan keputusan.

Sebelum kembali ke JC&C, Hsu Hai Yeh menjabat sebagai CFO Jardine International Motors di Hong Kong pada 2020–2022. Di posisi tersebut, ia menangani fungsi manajemen pusat untuk bisnis otomotif Jardine Matheson di Tiongkok daratan, Hong Kong, Makau, Singapura, Malaysia, dan Myanmar, termasuk pengawasan terhadap Zung Fu Motors, Cycle & Carriage, dan Tunas Ridean di Indonesia.

Pengalaman di sektor ritel rumah tangga dijalani saat ia bekerja hampir lima tahun di IKEA (Dairy Farm Group), yang beroperasi di Hong Kong, Makau, Taiwan, dan Indonesia. Ia memegang jabatan sebagai Regional Finance Director (2018–2020) dan sebelumnya Finance Director untuk IKEA Taiwan (2016–2018).

Kariernya di Grup Jardine dimulai lebih awal melalui posisi Corporate Finance Manager di Jardine Matheson (2014–2015) dan Jardine Cycle & Carriage (2012–2013). Sebelum itu, ia berpengalaman di sektor jasa keuangan dan investasi melalui peran sebagai Senior Associate di Investment Banking & Principal Investments Samsung Securities (2010–2012).

Hsu Hai Yeh memulai karier profesionalnya di PwC, baik di divisi Assurance maupun Transaction Services, bekerja di Amerika Serikat dan Hong Kong selama lebih dari lima tahun.

Dalam sejumlah penjelasan publik, termasuk terkait kinerja JC&C, ia menyoroti ketahanan portofolio perusahaan selama pandemi, pemulihan yang kuat pada 2021, dan capaian laba dasar yang memecahkan rekor US$1,1 miliar pada 2022. Ia juga menjabarkan strategi pengelolaan utang perusahaan induk, termasuk penggunaan dividen Astra serta pelepasan aset untuk menurunkan utang dari US$1,5 miliar menjadi sekitar US$900 juta pada 2023.

Hsu Hai Yeh turut memimpin arah kebijakan keberlanjutan di JC&C, antara lain pengurangan eksposur terhadap batu bara, peningkatan investasi energi terbarukan, serta percepatan transisi ke kendaraan listrik. Ia menegaskan bahwa ESG menjadi pilar dalam strategi investasi dan alokasi modal untuk memastikan portofolio tetap relevan dalam jangka panjang.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com