Penjualan Sampoerna (IDX: HMSP) Melonjak, Utangi Grup, Tapi Laba Per Saham Anjlok, Kok Bisa?
Tempias.com, JAKARTA – PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (IDX: HMSP) kembali mengumumkan penurunan laba per saham pada kuartal III/2022. Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan hari ini, Kamis, 27 Oktober 2022, HMSP melaporkan laba per saham turun dari Rp 48 per lembar menjadi Rp 42 atau susut 14,28 persen.Â
Penurunan laba per saham HMSP ini seiring penurunan keuntungan dari Rp 5,59 triliun menjadi Rp 4,9 triliun.
Meski laba turun, secara bisnis HMSP mencatatkan lonjakan tajam dari pos pendapatan. Perusahaan yang dikendalikan Philip Morris itu mengalami kenaikan penjualan bersih dari Rp 72,51 triliun pada Q3/2021 menjadi Rp 83,39 triliun pada 9 bulan pertama 2022 ini. Dengan kata lain, secara tahunan penjualan HMSP naik 15 persen.
Dalam laporan keuangan HMSP terpantau penurunan laba disebabkan kenaikan beban pokok penjualan dari Rp 59,78 triliun menjadi Rp 70,89 triliun.Â
Saat beban pokok penjualan melonjak, HMSP juga melaporkan terjadi kenaikan beban penjualan dari Rp 4,69 triliun menjadi Rp 1,69 triliun. Lainnya, penghasilan keuangan HMSP susut dari Rp 367 miliar menjadi Rp 254 miliar. Alhasil laba perusahaan mengalami penurunan.Â
Saat laba turun, HMSP juga mencatatkan penurunan kewajiban. Perusahaan rokok itu mengalami penurunan tajam liabilitas jangka pendek dari Rp 21,96 triliun menjadi Rp 18,95 triiun.
Sementara kewajiban jangka panjang naik dari Rp 1,93 triliun menjadi Rp 2,12 triliun.
Dari pos aset, tercatat aset lancar perusahaan mengalami penurunan tajam dari Rp 41,32 triliun menjadi Rp 35,6 triliun.Â
Penurunan aset lancar yang mencolok ada di pos kas dan setara kas yang susut tajam dari Rp 17,84 triliun menjadi Rp 6,27 triliun. Persediaan perusahaan juga turun dari Rp 17,78 triliun menjadi Rp 12,97 triliun.Â
Meski demikian, piutang perusahaan melonjak dari Rp 26 miliar menjadi Rp 9,8 triliun. Pinjaman terbesar diberikan kepada pihak berelasi sebesar Rp 9,12 triliun.Â
Piutang jumbo ini diberikan HMSP kepada Philip Morris Group dengan penerima terbesar Philip Morris Finance SA. Piutang ini dikenakan tingkat bunga 3,78 persen sampai 4,44 persen.
Capaian ini membuat aset HMSP per September 2022 turun menjadi Rp 47,78 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, aset HMSP mencapai Rp 53 triliun. (Putra, O. Permana)   Â
