HeadlineIHSG

Listing Perdana, SahamĀ AVIA (IDX: AVIA) Diborong Asing Rp 3,1 Triliun, Malah Ambles Hingga ARB

Tempias.com, JAKARTA – Saham PT Avia Avian Tbk (IDX: AVIA) hari ini, Rabu, 8 Desember 2021 resmi melantai di bursa. Meski begitu debut perdana perusahaan cat milik crazy rich Surabaya Tanoko bersaudara itu tidak berjalan mulus.Ā 

Pada perdagangan sesi pertama, saham AVIA ambles hingga menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) di harga Rp 865 atau setara 6,99 persen. Adapun harga IPO Avian adalah Rp 930 per lembar saham.Ā 

Meski menyentuh ARB, saham Avia justru diborong investor asing. Di pasar negosiasi dan pasar tunai, investor asing tercatat memborong saham Avian hingga Rp 3,1 Triliun. Meski begitu di pasar reguler investor asing tercatat melakukan net sell sebanyak Rp 132,52 Miliar.Ā 

Berbeda dengan investor asing, investor domestik justru tercatat melakukan net sell di bawah harga IPO. Total net sell investor domestik di pasar adalah Rp 3,8 triliun. Sedangkan net buy investor domestik hanya Rp 729 miliar.Ā 

Pada saat seremoni pencatatan saham perdana AVIA, Direktur Utama Avian Brand, Wijono Tanoko mengatakan pencatatan saham AVIA akan menjadi momen bagi perusahaan untuk terus berkembang. Ia menyatakan, saat ini Avian Brand telah menjadi perusahaan cat terbesar di Indonesia.Ā 

ā€œSebagai perusahaan publik yang tercatat di bursa, Avian Brand akan terus mengemban amanah dan menjaga good governance,ā€ ujar Wijono dalam acara seremoni listing saham AVIA, Rabu, 8 Desember 2021.Ā 

Avian adalah perusahaan dengan bidang usaha industri dan perdagangan cat, tinta cetak, pernis, lak perekat dan lem, serta mortar atau beton siap pakai. Avian memiliki kantor pusat di Sidoarjo, Jawa Timur. Merek dagang yang digunakan adalah Avian.

Penjamin pelaksana emisi efek IPO Avian adalah Mandiri Sekuritas, UBS Sekuritas Indonesia dan Credit Suisse Sekuritas Indonesia.

Dalam IPO AVIA ini, perusahaan melepas 6,2 miliar lembar saham dengan nominal Rp 10. Jumlah saham IPO dari Avian ini setara dengan 10,0075 persen. Saat bersamaan perusahaan juga akan melaksanakan program kepemilikan saham oleh karyawan alias ESA sebanyak-banyaknya 2 persen saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

Dalam prospektusnya, dari target indikatif sebesar Rp 5,66 triliun, AVIA akan menggunakan 54,5 persen untuk modal kerja. Termasuk di dalamnya membayar pemasok, pembelian persediaan, biaya operasional dan modal kerja lainnya.

Lalu 18,2 persen akan digunakan oleh PT Tirtakencana Tatawarna (TKTW) untuk modal kerja termasuk membayar pemasok. Lainnya, sebanyak 14 persen digunakan untuk penyelesaian pabrik ketiga dan pusat distribusi di Cirebon. Dana ini akan dibelanjakan dalam rentang 2022-2024.Ā Sedangkan sisanya, 13,3 persen akan digunakan melunasi pokok utang perusahaan dan anak usahanya.

(ira guslina)Ā 

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com