HeadlineIHSG

Laba Bersih HMSP 2024 Turun 17,8%, Tinggal Rp57 Per Lembar

TheEconopost.com, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (HMSP) mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,65 triliun pada tahun 2024, turun 17,8% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,09 triliun. Penurunan ini terjadi meskipun pendapatan perseroan naik menjadi Rp117,88 triliun dari Rp115,98 triliun pada 2023.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dipublikasikan hari ini, Selasa, 25 Juni 2025, peningkatan pendapatan tersebut tidak diiringi dengan pertumbuhan laba, salah satunya disebabkan oleh naiknya beban pokok penjualan yang mencapai Rp99,34 triliun, lebih tinggi dari Rp96,65 triliun pada tahun sebelumnya.

Selain itu, beban penjualan juga mengalami kenaikan menjadi Rp7,89 triliun dari Rp7,51 triliun pada 2023. Beban umum dan administrasi turut meningkat menjadi Rp2,94 triliun dari Rp2,85 triliun.

Dari sisi neraca, total aset HMS per akhir 2024 tercatat Rp54,29 triliun, sedikit turun dibandingkan Rp55,31 triliun pada 2023. Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp25,93 triliun dari sebelumnya Rp25,44 triliun.

Perusahaan juga mencatat kenaikan rugi komprehensif lain setelah pajak sebesar Rp113,76 miliar, lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp32,69 miliar. Kenaikan ini akibat pengukuran kembali imbalan pasca kerja.

Penurunan laba ini turut berdampak pada laba per saham yang turun menjadi Rp57 per lembar dari Rp70 per lembar pada 2023.

HM Sampoerna Perluas Ekspor Produk Tembakau Inovatif ke Pasar Global

Sementara itu, saat kinerja keuangan tertekan, HMSP melakukan ekspansi dengan resmi melepas ekspor dan memperluas jangkauan produk tembakau inovatif bebas asap IQOS – TEREA dari fasilitas produksinya di Karawang, Jawa Barat. Dalam pelepasan ekspor kali ini, Sampoerna mengirimkan produk ke Malaysia, yang menjadi salah satu pasar utama bagi IQOS – TEREA. Selain itu, perusahaan juga menargetkan pasar baru dengan mengirimkan produk ke Armenia. Pada 20 dan 24 Maret lalu, ekspor juga dilakukan ke Jepang dan Belanda untuk pasar Duty Free.

Untuk menunjang operasional, Sampoerna menyebut bermitra dengan lebih dari 22.000 petani tembakau dan cengkih serta menggandeng 1.700 pemasok dalam negeri. Dalam pemasaran, perusahaan bekerja sama dengan 600 UMKM di 20 kota.

Direktur Sampoerna Elvira Lianita menyatakan ekspansi ini menjadi bukti kontribusi nyata perusahaan dalam memperluas pasar ekspor sekaligus mendorong perekonomian nasional.

“Langkah ini mempertegas peran Sampoerna dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi berkelanjutan, hilirisasi industri, inovasi, penyerapan tenaga kerja, dan pengembangan sumber daya manusia. Kami juga berupaya menciptakan nilai tambah guna mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%,” ujar Elvira dalam keterangan resmi, Selasa, 25 Maret 2025.

Pada 2023, Sampoerna menginvestasikan US$330 juta (setara Rp5,3 triliun) untuk membangun fasilitas produksi tembakau inovatif bebas asap di Karawang. Pabrik ini menjadi fasilitas produksi pertama Philip Morris International (PMI) di Asia Tenggara dan yang ketujuh di dunia. Selain memenuhi pasar domestik, fasilitas ini juga menjadi pusat ekspor PMI ke lebih dari 30 negara.

Fasilitas ini juga dilengkapi laboratorium penelitian dan pengembangan, yang merupakan satu dari empat laboratorium PMI secara global dan satu-satunya di Asia Tenggara. Laboratorium ini berfungsi melakukan pengujian dan analisis kualitas produk, didukung oleh 200 tenaga ahli Indonesia dengan kualifikasi tinggi.

Elvira menegaskan bahwa kehadiran produk tembakau inovatif bebas asap di Indonesia menunjukkan komitmen Sampoerna dalam berinovasi berbasis penelitian ilmiah serta pendekatan pengurangan risiko bagi perokok dewasa.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam mendukung ekspor produk ini.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com