Finance

Konversi Utang Jadi Saham, Graha Teknologi Nusantara Ubah Struktur Permodalan

TheEconopost.com, PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) menerbitkan saham baru melalui mekanisme konversi pinjaman menjadi setoran modal dari EdgeConneX Asia V Pte. Ltd. Langkah tersebut mengubah struktur permodalan perseroan dan dilakukan sesuai ketentuan mengenai kompensasi tagihan sebagai setoran saham.

Direksi perseroan dalam pengumuman tertanggal 8 Juli 2026 menyatakan penerbitan saham baru dilakukan melalui konversi pinjaman yang dimiliki EdgeConneX Asia V Pte. Ltd. menjadi ekuitas.

Aksi korporasi tersebut mengacu pada Pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1999 tentang Bentuk-Bentuk Tagihan Tertentu yang Dapat Dikompensasikan sebagai Setoran Saham.

Dalam pengumuman itu, perseroan tidak mengungkapkan nilai pinjaman yang dikonversi maupun jumlah saham baru yang diterbitkan. Pengumuman tersebut disampaikan sebagai pemenuhan ketentuan peraturan mengenai kompensasi tagihan sebagai setoran saham.

Konversi utang menjadi ekuitas merupakan mekanisme yang memungkinkan kewajiban perseroan kepada kreditur dialihkan menjadi penyertaan modal sehingga mengubah komposisi permodalan perusahaan.

Bagian dari Jaringan EdgeConneX

Aksi korporasi ini dilakukan setelah GTN menjadi bagian dari jaringan pusat data global EdgeConneX sejak 2022.

Sebelum diakuisisi, GTN merupakan perusahaan patungan PT Multipolar Technology Tbk yang menguasai 65% saham dan Mitsui & Co., Ltd. sebesar 35%.

Pada 2022, PT Multipolar Technology Tbk melepas seluruh 281,535 juta saham yang dimilikinya kepada EdgeConneX Europe B.V. dan EdgeConneX Asia Hold Co I (Singapore) B.V. Sementara itu, Mitsui & Co., Ltd. juga mengalihkan seluruh 151,596 juta sahamnya kepada EdgeConneX Europe B.V., sehingga GTN sepenuhnya menjadi bagian dari kelompok usaha EdgeConneX.

Sebelum divestasi tersebut, bisnis pusat data GTN masih mencatatkan kinerja yang belum menguntungkan. Perseroan membukukan pendapatan Rp25,25 miliar dengan rugi bersih Rp34,66 miliar pada 2019. Pada 2020, pendapatan meningkat menjadi Rp28,41 miliar, namun rugi bersih masih mencapai Rp33,98 miliar. Adapun hingga Januari–September 2021, GTN mencatat pendapatan Rp22,78 miliar dengan rugi bersih Rp1,56 miliar.

Dalam transaksi divestasi 2022, PT Multipolar Technology Tbk menjual 281,525 juta saham kepada EdgeConneX Europe B.V. senilai US$4,44 juta dan 10.000 saham kepada EdgeConneX Asia Hold Co I (Singapore) B.V. senilai US$868.228. Transaksi tersebut menghasilkan keuntungan penjualan saham sebesar Rp186,76 miliar bagi Multipolar Technology.

EdgeConneX adalah perusahaan global penyedia pusat data (data center) yang berfokus pada pembangunan fasilitas hyperscale dan hyperlocal. Perusahaan ini didukung oleh investor global EQT Infrastructure.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com