HeadlineIHSG

IPO Sumber Tani Agung (IDX: STAA) Ditetapkan, Simak 5 Fakta Wajib Tahu Ini!

Tempias.com, JAKARTA – PT Sumber Tani Agung Resources (IDX: STAA) mengumumkan telah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan ketentuan ini, maka perusahaan akan menggelar seremoni initial public offering pada 10 Maret 2022. 

Sumber Tani adalah perusahaan dengan bidang usaha perkebunan dan pabrik kelapa sawit. Kantor pusat perusahaan ini terletak di Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Sumatera Utara. Pabrik dan kebun STAA tersebar di beberapa lokasi yang meliputi 13 lokasi perkebunan kelapa sawit, 9 pabrik kelapa sawit, 1 pabrik kernel crushing, dan 1 pabrik solvent extraction yang berlokasi di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah

Harga IPO Sumber Tani (IDX: STAA) ditetapkan sebesar Rp 600 per lembar. 

 

BACA JUGA: Daftar Saham CPO 2021 & Riwayat Dividen

 

Lalu apa saja yang harus diketahui oleh investor mengenai IPO STAA ini:

  • Jadwal IPO STAA Maret 2022

Sumber Tani (IDX: STAA) mendapatkan pernyataan efektif untuk IPO pada 25 Februari 2022 lalu. Dengan penetapan ini, maka masa penawaran perdana saham STAA dilakukan pada 2 – 8 Maret 2022. 

Penjatahan saham STAA untuk investor yang memesan akan dilakukan pada 8 Maret 2022. Sedangkan distribusi secara elektronik ke rekening investor ditetapkan pada 9 Maret 2022. 

“Tanggal pencatatan pada Bursa Efek Indonesia pada 10 Maret 2022,” tulis manajemen Sumber Tani dalam prospektusnya Selasa, 1 Maret 2022. 

  • Harga Saham IPO STAA

Sumber Tani akan melepas 877,072 juta lembat atas nama dengan nominal Rp 100 dalam aksi korporasi IPO kali ini. Jumlah yang dilepas ini setara dengan 8,06 persen saham yang disetor dan ditempatkan penuh. 

Harga pelaksanaan IPO STAA ditetapkan Rp 600 per lembar. Level harga ini berada hampir di batas atas. Pasalnya, saat book building, saham STAA ditawarkan dalam rentang Rp 450 sampai Rp 605 per lembar.

Dengan penetapan harga IPO ini perusahaan akan menerima dana segar sebesar Rp 526,24 miliar.

STAA akan mengeluarkan tambahan saham sebanyak 85,87 juta lembar atau mewakili 0,78 persen. 

Dengan tambahan ini maka total saham perdana yang akan mencapai 962,94 juta lembar atau setara Rp 577,76 miliar. 

Perusahaan juga akan menggelar ESA sebanyak 0,81 persen. Selain itu, juga disiapkan MESOP sebanyak 1,28 persen.

 

  • Pemilik dan Pemegang Saham Sumber Tani (IDX: STAA)

Sebelum IPO, pemegang saham Sumber Tani (IDX: STAA) terdiri dari enam pihak yakni PT Malibu Indah Lestari (40 persen), PT Kedaton Perkasa (31,48 persen), Russel Maminta Wijaya (14,42 persen), Gani (6,91 persen), Lele Tanjung (4,09 persen), dan Hardi Mistani (3,1 persen). 

Dengan seluruh rangkaian aksi korporasi jika terserap seluruhnya, maka skema kepemilikan saham STAA menjadi: 

    • PT Malibu Indah Lestari (36,49 persen)
    • PT Kedaton Perkasa (28,71 persen)
    • Russel Maminta Wijaya (13,16 persen)
    • Gani (6,30 persen)
    • Lele Tanjung (3,73 persen)
    • Hardi Mistani (2,83 persen)
    • Masyarakat (8,72 persen)
    • ESA (0,06 persen)

 

  • Penggunaan Dana IPO STAA

Dalam gelaran IPO ini, dana jumbo yang diperoleh akan digunakan untuk ekspansi membangun industri oleh anak perusahaan yakni Sumber TaniAgung Oils & Fats (STAOF) di Lubuk Gaung, Dumai di atas lahan 42,69 hektare. 

Rencana penggunaan dana IPO yakni sekitar 56 persen akan digunakan untuk pembangunan refinery dengan kapasitas 2.000 MT CPO/Hari membutuhkan waktu 22 bulan, yang diperkirakan target penyelesaian pada Oktober 2023. 

Selanjutnya sekitar 22 persen akan digunakan untuk pembangunan fasilitas dermaga membutuhkan waktu 22 bulan, yang diperkirakan target penyelesaian pada Oktober 2023; selanjutnya sekitar 22 persen akan digunakan untuk tangki timbun dengan kapasitas 35.000 MT tersebut membutuhkan waktu 22 bulan, yang diperkirakan target penyelesaian pada Oktober 2023.

  • Broker IPO STAA

Dalam pelaksanaan IPO ini, STAA dibantu oleh dua broker sebagai pelaksana dan penjamin efek yakni DBS VICKERS SEKURITAS INDONESIA (kode broker DP) dan PT CIMB Niaga Sekuritas (kode broker: C3).  (Ahmad Ridwan)

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com