Freeport Resmi Menjadi Pengendali PT Smelting
PT Freeport Indonesia resmi menjadi pemegang saham pengendali PT Smelting seiring rampungnya konversi fasilitas pinjaman untuk perluasan.
Dalam pengumuman bertanggal 4 Juli 2024, manajemen Smelting mengungkapkan Freeport megambil bagian 2.372.779 saham klasifikasi B yang baru diterbitkan.
“Sebagai akibat dari pengambilan bagian atas saham tersebut, PT Freeport Indonesia menjadi pemegang saham mayoritas perseroan sejak 26 Juni 2024,” tertulis dalam pengumuman.
Tidak dijelaskan komposisi baru kepemilikan Freeport di Smelting setelah konversi. Meski demikian dalam laman website PT Smelting diungkapkan kepemilikan Freeport Indonesia mencapai 66,02% sedangkan Mitsubishi Materials menjadi 33,98%.
Sedangkan sebelumnya, kepemilikan perusahaan terdiri dari Mitsubishi Materials Corporation (60,5%). Sisanya dimiliki oleh Freeport Indonesia (39,5%).
Smelting adalah perusahaan peleburan dan pengolahan tembaga pertama di Indonesia. Pendirian PT. Smelting dimulai saat PT. Freeport Indonesia mengundang Mitsubishi Materials Corporation (MMC) untuk bekerja sama membangun pabrik peleburan dan pemurnian tembaga di Indonesia pada tahun 1994.
Pembangunan smelter di Gresik kemudian dimulai pada 1996 hingga 1998. Pada awal pendiriannya, pabrik PT. Smelting didesain untuk memproduksi 200.000 ton katoda tembaga per tahun. PT. Smelting telah melaksanakan empat kali ekspansi pada tahun 2004, 2006, 2009, dan 2023 sehingga kapasitas produksi meningkat menjadi 342.000 ton tembaga per tahun.
PT. Smelting menggunakan teknologi Mitsubishi dalam proses peleburan tembaga dan teknologi ISA dalam proses pemurnian tembaga.
Teknologi ISA mampu menghasilkan katoda tembaga dengan kemurnian 99,99% (LME Grade A). Dari proses pengolahan tembaga di PT. Smelting, dihasilkan beberapa produk samping seperti asam sulfat, terak tembaga, gipsum, lumpur anoda dan CuTe.
