Saham Bank Banten (IDX: BEKS) Bangkit, Begini Aksi Korporasi Terdekat & Kinerja Keuangannya
Tempias.com, JAKARTA – Saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk. (IDX: BEKS) melonjak naik 6 persen pada perdagangan Rabu, 23 Maret 2022 ke level Rp 53.
Lonjakan harga saham BEKS ini juga diikuti dengan menjadi salah satu emiten top trading volume berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham BEKS ditransaksikan sebanyak 979 juta lembar saham.
Volume transaksi ini hanya kalah dari CENT, BIPI, FREN dan BUMI.
BACA JUGA: Saham Pemda Banten Tinggal 67,7 Persen, Right Issue BEKS Raup Rp 600 Miliar
Sementara itu, kemarin secara bersamaan BEKS mengumumkan akan menyelenggarakan RUPS pada 29 April mendatang. Dalam keterbukaan itu, perusahaan membuka ruang kepada pemegang saham untuk menyampaikan usulan agenda.
“Usulan tersebut telah diterima direksi perseroan selambat-lambatnya 7 hari sebelum pemanggilan RUPS,” tulis manajemen BEKS dalam pengumumannya.
Pemegang saham yang berhak mengajukan agenda RUPS merupakan pihak yang mewakili 5 persen seluruh saham yang memiliki hak suara. Sedangkan nama pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPS adalah investor yang namanya tercatat dalam DPS per 6 April 2022.
Meski sudah menyampaikan agenda RUPS, secara resmi BEKS belum menyampaikan laporan keuangan audited 2021. Ini berdasarkan penelusuran di situs perusahaan maupun keterbukaan di Bursa Efek Indonesia.
BACA JUGA: Harga Wajar Saham Bukalapak (IDX: BUKA) Setelah Lockup Berakhir dari Nilzon Capital
Sebagai acuan kinerja, Bank Banten sudah menerbitkan laporan keuangan bulanan.
Dalam laporan publikasi per posisi akhir Desember 2021 ini, Bank Banten membukukan rugi bersih yang belum diaudit sebesar Rp 181,15 miliar.
Meningkat jika dibandingkan laporan publikasi Desember 2020 yang belum diaudit dimana tercatat kerugian sebesar -Rp 151,48 miliar. Namun nilai kerugian ini menurun jika mengacu kepada laporan keuangan 2020 yang diaudit sebesar -Rp 308,96 miliar.
Untuk pos aset, pada 2021 BEKS mencatatkan nilai sebesar Rp 8,92 triliun. Bandingkan dengan laporan 2020 yang dibelum audit sebesar Rp 6,08 triliun atau dalam laporan audited 2020 sebesar Rp 5,3 triliun. (Ira Guslina)
