HeadlineIHSG

Panen Cuan Emiten CPO Grup Salim, Laba LSIP dan SIMP Kompak Melesat

Tempias.com, Jakarta- Dua emiten di bisnis perkebunan dan industri pengolahan hasil kebun milik Salim Grup kompak mencatatkan kinerja keuangan solid pada tahun buku 2021. Dua emiten itu adalah PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (IDX: SIMP). 

Berdasarkan laporan keuangan 2021 yang dipublikasikan, Rabu, 2 Maret 2022 kedua emiten ini mencatatkan kenaikan laba yang signifikan bila dibanding tahun buku 2020. Kenaikan laba ini terjadi seiring dengan fluktuasi harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar internasional dan kenaikan harga minyak goreng beberapa waktu terakhir. 

Merujuk laporan keuangan, sepanjang 2021 LSIP mencatatkan kenaikan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dari Rp 3,5 triliun menjadi Rp 4,5 triliun pada tahun buku 2021. Setelah dikurangi beban usaha, pajak dan biaya lain maka total penghasilan komprehensif tahun buku 2021 yang bisa didistribusikan adalah Rp 1,02 triliun. 

Selanjutnya, masih berdasar laporan keuangan, maka laba bersih yang bisa didistribusikan untuk kepentingan non pengendali adalah Rp 990 miliar naik dari Rp 695 miliar pada 2020. Berdasarkan nilai ini maka laba per saham dasar yang dapat didistribusikan pada pemegang saham adalah Rp 145. 

LSIP merupakan perusahaan di bawah PT Salim Ivomas Pratama Tbk (IDX: LSIP) dengan kepemilikan saham 59,48 persen. Putra  mahkota Grup Salim, Axton Salim menjadi komisaris utama baik di LSIP maupun di SIMP. Sedangkan kepemilikan saham masyarakat di LSIP adalah 40,47 persen. 

 

BACA  JUGA: BRI (IDX: BBRI) Bagi Dividen Jumbo Rp 26,4 Triliun, Segini Jatah Per Lembar Saham?

Laba Salim Ivomas 

Sama halnya dengan LSIP, PT Salim Ivomas yang menjadi pemegang pengendali juga menunjukkan kinerja moncer pada tahun buku 2021. Berdasarkan laporan keuangan yang telah dipublikasikan, SIMP mencatatkan kenaikan signifikan pada pos penghasilan yaitu dari Rp 749 miliar menjadi Rp1,3 triliun. 

Secara keseluruhan perusahaan penghasil minyak goreng dengan brand Bimoli dan Palmia ini mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang dapat didistribusikan sebesar Rp 1,3 triliun. Jumlah ini naik hampir 4 kali lipat dibanding tahun buku 2020 yang hanya mencatatkan laba bersih Rp 340 miliar. 

Dengan pencapaian ini maka laba bersih per  lembar saham SIMP yang bisa didistribusikan pada pemegang saham adalah Rp 64 dari sebelumnya Rp 15 pada 2020. 

SIMP merupakan perusahaan induk yang memiliki kendali di LSIP. Kepemilikan saham SIMP langsung di bawah kendali Indofood Agri Resources Ltd dengan kepemilikan saham 72 persen. Selanjutnya PT Indofood Sukses  Makmur Tbk (IDX: INDF) memegang 6,59 persen saham. Sedangkan masyarakat memiliki porsi 19,46 persen saham SIMP. 

Saat ini berdasarkan penutupan perdagangan Selasa, 1 Maret 2022, harga saham SIMP adalah Rp 505, naik 1.81 persen dibanding penutupan perdagangan hari sebelumnya. Sedangkan harga saham LSIP ditutup pada level Rp 1.47 atau naik 3,52 persen dibanding perdagangan sebelumnya. (Ira Guslina) 

 

 

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com