HeadlineIHSG

Dana Kelolaan Batavia Tumbuh 14,3% hingga Kuartal III/2026

TheEconopost.com, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen mencatatkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar Rp56,4 triliun hingga akhir September 2026. Nilai tersebut tumbuh 14,3 persen dibandingkan dengan posisi akhir 2025, di tengah kontraksi dana kelolaan industri reksa dana.

Pertumbuhan dana kelolaan Batavia terutama ditopang oleh reksa dana yang meningkat 23,9 persen, dari Rp38,3 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp47,4 triliun pada akhir September 2026. Sebaliknya, dana kelolaan industri reksa dana turun 5,6 persen, dari Rp679,2 triliun menjadi Rp641,1 triliun pada periode yang sama.

Di tengah perkembangan tersebut, Batavia juga memperoleh peringkat idMIA-1 dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang mencerminkan kualitas pengelolaan dana pada kategori tertinggi atau superior. Tiga reksa dana yang diikutsertakan dalam penilaian tersebut juga memperoleh peringkat kualitas kredit tertinggi, yakni idAAA(f).

Ketiga produk tersebut adalah Batavia Dana Kas Maxima, Batavia Dana Obligasi Ultima, dan Batavia Obligasi Negara Indonesia. Penilaian tersebut mencerminkan kualitas kredit portofolio masing-masing produk, sedangkan tingkat volatilitasnya berbeda sesuai dengan karakteristik investasi.

Presiden Direktur Batavia Lilis Setiadi mengatakan, penilaian independen tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan transparansi informasi bagi investor.

“Kepercayaan investor dibangun melalui transparansi. Sejalan dengan POJK Nomor 15 Tahun 2025, kami meyakini bahwa masyarakat perlu mendapatkan informasi yang transparan mengenai Manajer Investasi dan produk Reksa Dana sebelum mengambil keputusan investasi,” kata Lilis.

Menurut dia, hasil penilaian Pefindo dapat menjadi referensi objektif bagi masyarakat dalam mengambil keputusan investasi.

Penilaian terhadap manajer investasi mempertimbangkan sejumlah aspek, antara lain pertumbuhan dan stabilitas dana kelolaan, kinerja produk, kesehatan keuangan perusahaan, manajemen risiko, proses investasi, kualitas riset, serta kompetensi tim investasi dan layanan nasabah. Sementara itu, penilaian reksa dana mencakup kinerja, volatilitas, konsentrasi portofolio, dan likuiditas.

Batavia Dana Kas Maxima merupakan reksa dana pasar uang dengan dana kelolaan Rp13,4 triliun per 30 September 2026. Perusahaan menyebut produk tersebut sebagai reksa dana pasar uang terbesar di Indonesia.

Adapun Batavia Dana Obligasi Ultima dan Batavia Obligasi Negara Indonesia merupakan reksa dana pendapatan tetap. Kedua produk tersebut mencatatkan kinerja akumulatif masing-masing 11,61 persen dan 12,65 persen untuk periode tiga tahun hingga akhir September 2026.

Selain pertumbuhan dana kelolaan, Batavia menerbitkan delapan reksa dana baru hingga kuartal III/2026. Produk tersebut terdiri dari tujuh reksa dana domestik (onshore) dan satu reksa dana syariah luar negeri (offshore). Perusahaan juga memperoleh satu kontrak baru pengelolaan dana nasabah individual dan menerbitkan produk exchange-traded fund (ETF) emas.

Di bidang dana pensiun, Batavia memperoleh izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendirikan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Batavia pada 15 September 2026. Pendirian lembaga tersebut mengacu pada POJK Nomor 35 Tahun 2024.

Batavia menyatakan, pendirian DPLK ditujukan untuk mengoptimalkan pengalaman perusahaan selama tiga dekade dalam pengelolaan investasi sekaligus mendukung pengembangan industri dana pensiun.

Memasuki 2027, perusahaan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui penguatan kinerja produk, perluasan basis investor, dan pengembangan jaringan distribusi.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com