Saham GMFI Disiapkan Jadi Setoran Modal Garuda (GIAA) Rp5,66 Triliun
TheEconopost.com, Sebanyak 82,10 miliar saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) atau setara 65,77 persen modal perseroan direncanakan menjadi setoran modal non-tunai Danantara Asset Management (DAM) kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA). Aksi tersebut menjadi bagian dari penataan kembali kepemilikan GMFI sekaligus restrukturisasi keuangan Garuda.
Berdasarkan keterbukaan informasi Garuda pada 30 September 2026, saham GMFI yang akan disetorkan itu memiliki nilai inbreng sekitar Rp5,66 triliun. Setoran modal dilakukan melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) III Garuda.
Dalam transaksi tersebut, DAM akan memperoleh saham baru Garuda sesuai dengan nilai saham GMFI yang disetorkan dan harga pelaksanaan HMETD yang akan ditetapkan kemudian.
Rangkaian pengalihan saham GMFI diawali dari PT Angkasa Pura Indonesia (API) kepada InJourney melalui pembagian dividen non-tunai. Saham tersebut selanjutnya dialihkan dari InJourney kepada DAM dengan mekanisme yang sama.
Setelah itu, DAM akan menggunakan saham GMFI sebagai setoran modal non-tunai dalam aksi penambahan modal Garuda. Sebagai imbalannya, DAM memperoleh saham baru GIAA.
Per 30 September 2026, saham GMFI yang menjadi objek transaksi masih dimiliki API. Pengalihan saham akan dilakukan setelah seluruh persyaratan dan persetujuan yang diperlukan terpenuhi.
Penataan kepemilikan tersebut berkaitan dengan transaksi inbreng lahan API sebelumnya yang menyebabkan kepemilikan Garuda di GMFI terdilusi sehingga API menjadi pemegang saham mayoritas. Meskipun demikian, Garuda tetap menjadi pengendali dan mengonsolidasikan GMFI berdasarkan pengaturan dengan API.
Melalui transaksi yang direncanakan, kepemilikan saham GMFI pada Garuda akan ditata kembali sehingga kepemilikan, pengendalian, dan kepentingan ekonomi atas perusahaan jasa perawatan pesawat tersebut lebih selaras.
Garuda juga memperkirakan tambahan bagian laba dari peningkatan kepemilikan tersebut sekitar 139,54 juta dollar AS sepanjang 2026-2030. Tambahan tersebut berasal dari porsi laba GMFI yang dapat diatribusikan kepada Garuda sebagai pemilik entitas induk.
Namun, transaksi tersebut tidak memberikan tambahan kas secara langsung kepada Garuda karena saham GMFI digunakan sebagai setoran modal non-tunai. Selain itu, total pendapatan dan laba atau rugi konsolidasian pada tanggal proforma tidak berubah karena GMFI sebelumnya telah dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Garuda.
Dokumen tersebut memproyeksikan laba bersih GMFI sebesar 35,09 juta dollar AS pada 2026, meningkat menjadi 36,34 juta dollar AS pada 2027. Laba bersih diproyeksikan mencapai 43,47 juta dollar AS pada 2028, 47,21 juta dollar AS pada 2029, dan 50,05 juta dollar AS pada 2030.
Angka tersebut merupakan proyeksi dalam dokumen transaksi, bukan realisasi kinerja GMFI.
Sebagai payung transaksi, Garuda berencana menerbitkan maksimal 124,35 miliar saham Seri E dengan nilai nominal Rp25 per saham. Harga pelaksanaan HMETD akan diumumkan kemudian.
Pemegang saham GIAA yang tidak melaksanakan haknya dalam aksi korporasi tersebut berpotensi mengalami dilusi kepemilikan.
Garuda telah menyampaikan keterbukaan informasi mengenai rencana tersebut pada 30 September 2026. Daftar pemegang saham yang berhak menghadiri rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) ditetapkan pada 14 Oktober 2026, sedangkan RUPSLB untuk meminta persetujuan penambahan modal dijadwalkan pada 6 November 2026.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami, dukung kami dengan membeli berita ini sesuai keinginan Anda. Tak ada paywall. Tak ada sponsor yang mengatur isi. Hanya Anda yang membuat kami tetap independen. Berapapun pembayaran Anda, sangat berarti. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi eksklusif sesuai kebutuhan. |

