Indika (INDY) Geser Kepemilikan ISII yang Punya 25% Saham Pelabuhan Batu Ampar
TheEconopost.com, PT Indika Energy Tbk. (INDY) menyiapkan restrukturisasi kepemilikan PT Interport Sarana Infrastruktur Indonesia (ISII), entitas yang memiliki saham PT Batu Ampar Container Terminal (BACT) di Batam, Kepulauan Riau sebelum dikerjasamakan dengan ICTSI Middle East DMCC.
Sebagai informasi, setelah masuknya ICTSI, maka kepemilikan ISII di BACT turun menjadi 25%. Sehingga Middle East DMCC jadi 75%.
Entitas mayoritas ini adalah entitas International Container Terminal Services Inc. (ICTSI), raksasa terminal pelabuhan asal Filipina. Pemilik utama dan pemegang saham mayoritas ICTSI adalah Enrique K. Razon Jr. (sering dipanggil Ricky Razon). Ia dinobatkan sebagai orang terkaya nomor satu di Filipina sekaligus masuk dalam jajaran 5 orang terkaya di Asia Tenggara.
Kembali ke INDY, rencana pengalihan ISII dilakukan melalui dua anak usaha baru yang diumumkan pertengahan Agustus 2026 lalu, yakni PT Tujuh Rasa Daya (TRADA) dan PT Tujuh Raya Dewi (TRADE). Berdasarkan pengumuman ISII pada Jumat 28 Agustus 2026, kedua perusahaan tersebut bermaksud mengambil alih saham ISII dari masing-masing pemegang saham sehingga seluruh saham ISII akan beralih kepada TRADA dan TRADE.
Pengambilalihan itu akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham ISII.
“Pengambilalihan saham tersebut akan dilaksanakan dengan persetujuan terlebih dahulu dari pemegang saham ISII,” demikian tertulis dalam pengumuman ISII.

BACT sendiri memiliki peran utama dalam pengoperasian Terminal Peti Kemas Batu Ampar. Perusahaan tersebut sebelumnya menandatangani perjanjian dengan PT Batam Terminal Petikemas untuk menjadi mitra strategis pengoperasian terminal tersebut selama 30 tahun.
Nilai estimasi perjanjian itu mencapai US$85 juta. Kerja sama tersebut menempatkan Batu Ampar sebagai salah satu proyek penting dalam ekspansi INDY ke bisnis logistik dan infrastruktur pelabuhan.
Setelah transaksi rampung dilakukan, kepemilikan tidak langsung INDY atas Batu Ampar pada akhirnya akan berada di bawah TRADA dan TRADE. Kedua entitas tersebut baru didirikan pada Agustus 2026 oleh PT Indika Logistic & Support Services (ILSS) dan PT Interport Mandiri Utama (IMU).
ILSS memiliki 51% saham TRADA dan TRADE, sedangkan IMU menguasai 49%. Kedua perusahaan baru itu memiliki ruang lingkup usaha yang mencakup konsultasi manajemen, perdagangan besar atas dasar balas jasa atau kontrak, angkutan multimoda dan angkutan barang bermotor, serta pelayanan kepelabuhanan laut.
Kreditur ISII yang keberatan terhadap rencana pengambilalihan diberikan waktu 14 hari kalender sejak tanggal pengumuman untuk menyampaikan keberatan secara tertulis kepada perseroan. Apabila tidak terdapat keberatan dalam periode tersebut, kreditur dianggap menyetujui rencana pengambilalihan.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami, dukung kami dengan membeli berita ini sesuai keinginan Anda. Tak ada paywall. Tak ada sponsor yang mengatur isi. Hanya Anda yang membuat kami tetap independen. Berapapun pembayaran Anda, sangat berarti. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi eksklusif sesuai kebutuhan. |

