Sosok

Profil Aida S. Budiman, Ekonom Bank Sentral yang Kini Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan

TheEconopost.com, Perjalanan karier Aida Suwandi Budiman di Bank Indonesia berlangsung lebih dari tiga dekade. Dari seorang analis inflasi dan proyeksi perekonomian, ia berkembang menjadi pejabat yang terlibat dalam perumusan kebijakan moneter, hubungan internasional, hingga bauran kebijakan bank sentral dan pemerintah.

Lahir di Bogor pada 1965, Aida memulai pendidikan tingginya di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada bidang Sosial Ekonomi Pertanian Agribisnis dan lulus pada 1987. Minatnya terhadap ekonomi kemudian membawanya melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Ia meraih gelar master ekonomi dari University of Southern California pada 1996 dan doktor ekonomi dari Claremont Graduate University pada 2001.

Aida mengawali karier di Bank Indonesia pada 1991 sebagai staf analis inflasi dan proyeksi perekonomian Indonesia. Dari posisi tersebut, pengalamannya berkembang ke berbagai bidang strategis, terutama kebijakan moneter, ekonomi internasional, serta keterkaitan kebijakan moneter dengan reformasi struktural.

Pengalaman internasional menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya. Pada 2010-2012, Aida dipercaya sebagai Wakil Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) South-East Asia Voting Group (SEAVG) Office. Dalam posisi tersebut, ia mewakili kepentingan 13 negara anggota kelompok Asia Tenggara, antara lain dalam pembahasan pengelolaan arus modal dan implikasinya bagi negara berkembang.

Sekembalinya ke Bank Indonesia, Aida dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis. Ia menjabat Kepala Departemen Internasional pada 2014-2018, kemudian menjadi Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter pada 2018. Pada 2020-2022, ia menjabat Asisten Gubernur yang membawahi kebijakan strategis sektor moneter, bauran kebijakan Bank Indonesia, serta sinergi dengan bauran kebijakan nasional.

Pengalaman tersebut mengantarkan Aida ke posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021, ia resmi ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI dan mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022 untuk masa jabatan hingga 2027.

Sebagai pejabat bank sentral, Aida antara lain terlibat dalam perumusan strategi kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pemulihan ekonomi. Ia menekankan pentingnya respons kebijakan yang terukur, direncanakan, dan dikomunikasikan dengan baik atau well calibrated, well planned, dan well communicated.

Menurut Aida, perhatian bank sentral terhadap perekonomian tidak berhenti pada indikator moneter, tetapi juga perlu melihat perkembangan sektor riil. Stabilitas rupiah, dalam pandangannya, tercermin antara lain melalui pengendalian inflasi dan nilai tukar.

Selain menjalankan mandat di dalam negeri, Aida juga memiliki pengalaman mewakili Bank Indonesia dalam berbagai forum internasional, baik bilateral, regional, maupun multilateral. Ia terlibat dalam pembahasan sejumlah agenda ekonomi, termasuk financial safety net, penggunaan mata uang regional, strategi peningkatan peringkat Indonesia, serta pengembangan sektor industri dan pariwisata.

Selain sebagai Deputi Gubernur BI, Aida juga mengabdi di sektor keuangan. Pada September 2024, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ia menjadi perwakilan bank sentral yang duduk dalam jajaran Dewan Komisioner LPS.

Peran bank sentral dan lembaga yang memiliki mandat dalam penjaminan simpanan dan resolusi bank memperpanjang pengalaman Aida dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Sebelumnya, sebagian besar perjalanan kariernya berfokus pada bagaimana kebijakan moneter dan ekonomi makro dirumuskan untuk menjaga stabilitas perekonomian.

Di luar kebijakan moneter dan stabilitas keuangan, Aida juga memberi perhatian pada pembangunan sumber daya manusia. Ia menilai perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat membuat kualitas manusia menjadi salah satu penentu daya saing Indonesia.

“Dunia dipenuhi dengan banyak dan cepatnya perubahan. Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas sumber daya manusia akan menjadi kunci keberhasilan Indonesia di masa yang akan datang,” ujar Aida dikutip dari Alumniipbpedia.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com