Finance

BLB Kuasai 67% Saham Produsen Olahan Kelapa Pacific Eastern Coconut Utama, Selamatkan Ciptadana Capital

TheEconopost.com, PT Bhinneka Langgeng Bersama (BLB) berencana mengambil alih 67% saham PT Pacific Eastern Coconut Utama (PECU), salah satu produsen olahan kelapa terbesar di Pulau Jawa. Aksi korporasi tersebut dilakukan melalui kombinasi penyertaan modal baru dan pembelian saham milik PT Ciptadana Capital.

Rencana pengambilalihan itu diumumkan bersama oleh direksi BLB dan PECU pada Rabu, 15 Juli 2026 sebagaimana ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas terkait pengambilalihan perusahaan.

Dalam keterbukaan tersebut, BLB akan mengambil bagian atas 224.190 saham baru yang diterbitkan PECU serta membeli seluruh 21.730 saham milik PT Ciptadana Capital. Setelah transaksi rampung, BLB akan menguasai 67% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Manajemen menyatakan aksi korporasi tersebut bertujuan memperkuat struktur permodalan perusahaan, meningkatkan efektivitas operasional, sekaligus mendukung pertumbuhan usaha dan perbaikan kinerja perseroan.

“Dengan pengambilalihan mayoritas saham ini diharapkan struktur permodalan menjadi lebih kuat sehingga mendukung pengembangan usaha Perseroan,” demikian dikutip dari pengumuman resmi perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, total aset PECU mencapai Rp168,32 miliar, turun dari Rp218,22 miliar pada akhir 2024. Di sisi lain, liabilitas perusahaan meningkat menjadi Rp605,46 miliar dari Rp591,13 miliar, sehingga ekuitas tercatat negatif Rp437,14 miliar.

Sementara itu, BLB memiliki total aset sebesar Rp7,96 miliar per akhir 2025 dengan ekuitas Rp7,13 miliar. Setelah transaksi selesai, proforma neraca konsolidasi BLB menunjukkan total aset meningkat menjadi Rp476,57 miliar dengan ekuitas Rp192,25 miliar.

Manajemen BLB menyatakan telah memiliki pendanaan yang memadai untuk melaksanakan transaksi tersebut.

PECU merupakan perusahaan pengolahan kelapa yang beroperasi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Perusahaan memproduksi berbagai produk turunan kelapa seperti air kelapa, santan cair, santan bubuk, dan kelapa parut kering (desiccated coconut).

Pabriknya memiliki kapasitas mengolah sekitar 160.000 butir kelapa per hari dengan pasokan bahan baku dari petani di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Produk perusahaan dipasarkan di dalam negeri serta diekspor ke sejumlah negara, termasuk Jepang dan Korea Selatan.

Perseroan memastikan aksi korporasi tersebut tidak akan berdampak terhadap tenaga kerja. Seluruh karyawan tetap dipekerjakan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku saat ini dan belum terdapat rencana pemutusan hubungan kerja akibat transaksi tersebut.

Perubahan susunan direksi dan dewan komisaris akan dilakukan setelah pengambilalihan sesuai ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas dan anggaran dasar perseroan.

Rencana pengambilalihan dijadwalkan efektif paling cepat 30 hari kalender sejak tanggal pengumuman dan paling lambat pada 10 September 2026, kecuali terdapat kesepakatan perpanjangan antara kedua belah pihak.

Sesuai ketentuan, para kreditor diberikan waktu 14 hari kalender sejak pengumuman untuk menyampaikan keberatan secara tertulis. Apabila tidak ada keberatan hingga batas waktu tersebut, para kreditor dianggap menyetujui rencana pengambilalihan

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com