Laba Bersih Pertamina Naik 6,8 Persen pada 2025 Meski Pendapatan Turun
TheEconopost.com, PT Pertamina (Persero) mempublikasikan laba tahun berjalan sebesar US$3,68 miliar sepanjang 2025, meningkat 6,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$3,45 miliar. Kenaikan laba tersebut dicapai meskipun pendapatan perseroan mengalami penurunan akibat melemahnya harga energi.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian auditan 2025 yang ditayangkan Selasa, 30 Juni 2026, penjualan dan pendapatan usaha Pertamina turun 5,9 persen menjadi US$70,89 miliar dari US$75,33 miliar pada 2024. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh lebih rendahnya nilai penjualan domestik, ekspor, kompensasi selisih harga bahan bakar minyak (BBM), serta penggantian biaya subsidi.
Penjualan domestik tercatat sebesar US$51,77 miliar, turun dari US$53,04 miliar pada tahun sebelumnya. Penjualan ekspor juga menurun menjadi US$6,45 miliar dari US$7,74 miliar. Sementara itu, pendapatan dari kompensasi selisih harga BBM turun menjadi US$4,44 miliar dari US$6,41 miliar, sedangkan penggantian biaya subsidi berkurang menjadi US$5,69 miliar dari US$5,99 miliar.
Di tengah penurunan pendapatan, Pertamina mampu meningkatkan profitabilitas. Laba bruto naik 1,8 persen menjadi US$10,26 miliar, sedangkan laba sebelum pajak melonjak 18,5 persen menjadi US$6,41 miliar dari US$5,41 miliar pada 2024. Adapun penghasilan komprehensif tercatat sebesar US$3,12 miliar, sedikit menurun 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset Pertamina meningkat 2 persen menjadi US$91,63 miliar pada akhir 2025, dibandingkan US$89,85 miliar setahun sebelumnya. Peningkatan tersebut ditopang oleh kenaikan aset tidak lancar sebesar 5,4 persen menjadi US$54,97 miliar, meskipun aset lancar turun 2,7 persen menjadi US$36,66 miliar.
Nilai aset tetap meningkat menjadi US$20,64 miliar dari US$18,51 miliar pada 2024. Aset minyak, gas bumi, dan panas bumi juga bertambah menjadi US$19,94 miliar dari US$19,44 miliar. Di sisi lain, saldo kas dan setara kas turun menjadi US$14,61 miliar dari US$15,29 miliar.
Liabilitas Pertamina naik 2,7 persen menjadi US$47,02 miliar, sementara total ekuitas tumbuh 1,2 persen menjadi US$44,61 miliar. Piutang kepada pemerintah meningkat signifikan menjadi US$4,51 miliar dari US$2,82 miliar pada tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, kinerja keuangan Pertamina pada 2025 menunjukkan kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan laba di tengah penurunan pendapatan. Peningkatan laba sebelum pajak dan laba bersih mengindikasikan perbaikan efisiensi biaya serta kinerja operasional yang mampu mengimbangi tekanan akibat penurunan harga energi sepanjang tahun.
