Right Issue Bank Amar (IDX: AMAR) & Aksi Tolaram
Tempias.com – JAKARTA– PT Bank Amar Indonesia Tbk. (IDX: AMAR) mengumumkan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue. Rencananya, AMAR akan melepas sebanyak 3,59 miliar saham baru.
Berdasarkan prospektus right issue, AMAR menetapkan harga pelaksanaan right issue pada harga Rp280 per saham. Rights issue tersebut setara dengan 20,6 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada perseroan. Dengan begitu, Bank Amar membidik dana Rp1 triliun.
“Seluruhnya [dana hasil PMHMETD] akan digunakan oleh perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan sebagai tambahan modal kerja perseroan dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah, yang akan direalisasikan secara bertahap,” jelas direksi seperti dikutip dari prospektus right issue, Rabu, 25 Mei 2022.
Untuk pelaksanaan right issue, perusahaan menetapkan recording date atau penyusunan daftar pemegang saham pada 12 Juli 2022. Pemegang saham dengan kepemilikan 100 saham lama akan memperoleh 26 HMETD. Jadwal perdagangan dan pelaksanaan rights issue direncanakan pada 14 – 20 Juli 2022.
Pembeli Siaga
Pada pelaksanaan right issue kali ini, pemegang saham pengendali AMAR, Tolaram Group Inc., telah menyatakan kesiapan sebagai pembeli siaga. Dengan kepemilikan 7,6 miliar saham Tolaram siap menyerap 1,97 miliar saham baru. Sementara itu, jika saham yang ditawarkan dalam rights issue ini tidak seluruhnya diambil oleh para pemegang saham, maka sisa saham akan dialokasikan kepada pemegang saham HMETD lain yang melakukan pemesanan lebih dari haknya.
Sebagai pembeli siaga, Tolaram menyatakan komitmen untuk membeli sisa saham yang tak terserap sebanyaknya 2,18 miliar saham. Dengan harga pelaksanaan Rp 280 per saham Tolaram menyediakan dana senilai Rp 612 miliar.
Aksi right issue ini sekaligus menjadi jalan bagi AMAR untuk memenuhi ketentuan Modal Inti Minimum Bank seperti diatur dalam POJK 12/2020 yang mensyaratkan modal inti minimal Rp 3 triliun. Hingga Maret 2022, ekuitas AMAR baru mencapai Rp 2,05 triliun.
Bagaimana dengan investree group? Berdasarkan prospektus right issue nama Investree Singapore Pte Ltd selalu calon investor baru AMAR ini belum masuk sebagai pembeli siaga. Meski begitu Investree Group dan Tolaram tengah merampungkan perjanjian transaksi minoritas sebesar 18,4 persen saham AMAR. (Ira Guslina)
