HeadlineIHSG

Raffi Ahmad Cs (VISI) Akuisisi Jaringan Rumah Sakit Hasna Medika, Ada Pieter Tanuri

TheEconopost.com, PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) milik Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad dan mitranya crazy rich Garibaldi ‘Boy’ Thohir berencana mengubah arah bisnisnya dari perusahaan yang bergerak di perdagangan bahan advertising dan printing menjadi perusahaan holding. Perubahan itu berjalan beriringan dengan rencana pengambilalihan 72,91% saham PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC), perusahaan yang memiliki sejumlah rumah sakit.

Dalam pengumuman VISI pada 24 Agustus 2026. Perseroan menyatakan perubahan kegiatan usaha dilakukan untuk menyelaraskan struktur bisnis dengan strategi HMBC. Nantinya, VISI akan beroperasi secara eksklusif sebagai perusahaan holding, sementara kegiatan operasional dijalankan melalui anak perusahaan.

Perubahan kegiatan usaha itu akan menambahkan KBLI 64210, yakni aktivitas perusahaan induk. Pelaksanaannya direncanakan pada kuartal IV-2026, paling lambat 23 Oktober 2026, dengan syarat rencana pengambilalihan HMBC telah selesai.

VISI dari Bisnis Jasa Iklan ke Rumah Sakit

Transformasi tersebut sekaligus menandai perubahan signifikan terhadap portofolio usaha VISI. Saat ini, perseroan menjalankan perdagangan besar berbagai macam barang untuk bahan periklanan dan printing, seperti banner, display, tinta, dan PVC Board, serta pergudangan dan penyimpanan. Kegiatan itu masing-masing telah beroperasi sejak 2022.

Melalui akuisisi HMBC, VISI akan masuk lebih dalam ke sektor kesehatan. HMBC sendiri memiliki sejumlah entitas rumah sakit yang masuk dalam target trandaksi. Objek penilaian itu antara lain rumah sakit di Indramayu, Subang, Garut, Kedawung, Serang, Majalengka, Cianjur, Bandung, Sumedang, Tasikmalaya, Wonosari, Trenggalek, Brebes, Karangganyar, hingga Sukabumi. Objek penilaian juga mencakup entitas rumah sakit jantung di Bali dan Malang.

Struktur transaksi dirancang melalui dua mekanisme. Pertama, Raffi Ahmad Cs akan mengambil mayoritas penerbitan saham baru HMBC yang direncanakan 142.393 lembar atau sekitar 65% modal ditempatkan dan disetor. Kedua, VISI membeli 17.325 saham milik PT Hasna Medika Utama Group yang setara dengan 7,91% modal HMBC setelah penerbitan saham baru. Dengan kedua langkah tersebut, kepemilikan Satu Visi Putra di HMBC akan mencapai 72,91%.

Total modal untuk kedua transaksi mencapai Rp286 miliar. Sebanyak Rp255 miliar digunakan untuk mengambil bagian saham baru HMBC, sedangkan Rp31 miliar untuk membeli saham milik Hasna Medika Utama Group. Dalam studi kelayakan, kebutuhan investasi tersebut disebut akan dipenuhi dari modal sendiri melalui dana hasil penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias private placement I.

Besarnya transaksi membuat aksi korporasi ini tergolong transaksi material. Nilai Rp286 miliar setara dengan 159,63% dari ekuitas Satu Visi Putra berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp179,16 miliar. Karena melampaui 50% ekuitas, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB.

Di sisi HMBC, transaksi juga disertai konversi utang sebesar Rp33,45 miliar. Utang tersebut berasal dari konglomerat Pieter Tanuri sebesar Rp24,4 miliar, mantan bos SWF INA Darwin Cyril Noerhadi Rp8,4 miliar, dan Roy Himawan Rp647 juta. Seluruh utang akan dikonversi menjadi 18.692 saham baru HMBC.

Setelah transaksi dan konversi utang, kepemilikan Satu Visi Putra diproyeksikan menjadi 72,91%. Pieter Tanuri tetap memegang 11,62%, Hasna Medika Utama Group 7,61%, sedangkan Darwin Cyril Noerhadi memperoleh 2,14% melalui konversi utang. Total modal ditempatkan dan disetor HMBC setelah transaksi menjadi 219.067 saham.

Langkah ekspansi itu dilakukan ketika kondisi keuangan HMBC masih menghadapi tekanan. Per 30 April 2026, HMBC mencatat aset Rp365,32 miliar dan liabilitas Rp335,06 miliar, sehingga ekuitasnya Rp30,26 miliar. Pendapatan mencapai Rp75,46 miliar dengan laba bruto Rp16,58 miliar, tetapi masih membukukan rugi bersih Rp12,34 miliar.

Meski demikian, Satu Visi Putra melihat pengambilalihan tersebut sebagai bagian dari ekspansi usaha. Perseroan memperkirakan konsolidasi HMBC dapat meningkatkan pendapatan usaha dan memperkuat kondisi keuangan melalui penggabungan HMBC ke dalam laporan keuangan konsolidasian.

Proyeksi studi kelayakan menunjukkan perubahan skala bisnis yang cukup besar. Setelah transaksi, pendapatan konsolidasian diproyeksikan mencapai Rp247,92 miliar pada 2026, Rp388,09 miliar pada 2027, dan meningkat menjadi Rp712,08 miliar pada 2031. Laba tahun berjalan diproyeksikan naik dari Rp13,41 miliar pada 2026 menjadi Rp21,20 miliar pada 2027 dan Rp115,98 miliar pada 2031.

Sumber pendapatan utama dalam proyeksi berasal dari layanan kesehatan. Pada 2026, pendapatan rawat jalan diproyeksikan Rp88,11 miliar dan rawat inap Rp73,21 miliar. Pendapatan cathlab diproyeksikan Rp74,48 miliar. Selanjutnya, hingga 2031, pendapatan rawat jalan diproyeksikan mencapai Rp260,34 miliar dan rawat inap Rp205,24 miliar.

Namun, ekspansi ini membutuhkan belanja modal yang besar pada tahap awal. Proyeksi menunjukkan kebutuhan capex Rp278,88 miliar pada 2026 dan Rp89,49 miliar pada 2027. Akibatnya, arus kas bebas setelah transaksi diproyeksikan negatif Rp258,47 miliar pada 2026 dan Rp10,72 miliar pada 2027, sebelum berubah positif mulai 2028.

Penilai independen KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan & Rekan menilai nilai pasar 100% ekuitas HMBC per 30 April 2026 sebesar Rp110,06 miliar. Penilaian tersebut menggunakan kombinasi pendekatan pasar, pendapatan, dan aset sesuai karakteristik masing-masing entitas dalam grup HMBC.

Untuk rangkaian transaksi pengambilalihan, penilai independen yang sama menyimpulkan transaksi tersebut wajar dari sisi ekonomis dan keuangan berdasarkan analisis kualitatif, kuantitatif, dan inkremental.

Dengan demikian, perubahan Satu Visi Putra bukan sekadar penambahan lini bisnis baru. Perseroan tengah membangun struktur holding dengan sektor kesehatan sebagai portofolio utama melalui pengendalian HMBC. Keberhasilan strategi tersebut masih bergantung pada persetujuan pemegang saham dan kemampuan grup mengubah investasi awal yang besar menjadi pertumbuhan pendapatan dan laba.

RUPSLB dijadwalkan pada 30 September 2026. Jika memperoleh persetujuan dan seluruh tahapan transaksi terpenuhi, rencana transaksi ditargetkan berlangsung pada 23 Oktober 2026.

VISI Tambah Modal Lewat Private Placement

VISI menyiapkan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebanyak-banyaknya 307,5 juta saham. Aksi korporasi tersebut ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan usaha, termasuk ekspansi ke sektor kesehatan.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan pada 24 Agustus 2026, jumlah saham baru yang akan diterbitkan maksimal setara dengan 10 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp25.

Perseroan menyatakan PMTHMETD merupakan bagian dari rencana pengembangan Satu Visi Putra menjadi perusahaan induk yang mengonsolidasikan kegiatan usaha kelompok perusahaan di sektor kesehatan atau healthcare.

Dana hasil aksi korporasi, setelah dikurangi biaya-biaya terkait, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung pengembangan bisnis perseroan dan entitas anak. Salah satu penggunaan dana yang disebutkan adalah penyertaan saham pada perusahaan yang bergerak di sektor kesehatan.

Namun, Satu Visi Putra membuka kemungkinan penyesuaian penggunaan dana berdasarkan kebutuhan aktual perseroan dan entitas anak.

Calon investor belum ditentukan

Perseroan belum menentukan calon investor yang akan mengambil saham baru tersebut. Saham hasil PMTHMETD dapat diterbitkan kepada satu atau beberapa pemodal.

Identitas calon investor dan informasi mengenai ada atau tidaknya hubungan afiliasi dengan perseroan akan diumumkan paling lambat lima hari kerja sebelum pelaksanaan PMTHMETD.

Jika seluruh 307,5 juta saham baru diterbitkan, jumlah saham Satu Visi Putra akan meningkat dari 3,075 miliar saham menjadi 3,3825 miliar saham. Saham baru tersebut setara dengan sekitar 9,09 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah transaksi.

Penambahan modal itu berpotensi mengurangi porsi kepemilikan pemegang saham lama. Berdasarkan proforma perseroan, kepemilikan PT Harmoni Semesta Investama turun dari 61,84 persen menjadi 56,22 persen.

Sementara itu, kepemilikan PT Atlas Raya Abadi berkurang dari 10,16 persen menjadi 9,24 persen. Porsi PT Trinugaraha Thohir Harmoni juga turun dari 8 persen menjadi 7,27 persen.

Kepemilikan masyarakat diproyeksikan menyusut dari sekitar 20 persen menjadi 18,18 persen. Perseroan menyatakan pemegang saham yang tidak berpartisipasi dalam PMTHMETD berpotensi mengalami dilusi kepemilikan secara proporsional hingga maksimal 10 persen.

Harga pelaksanaan saham baru akan mengacu pada Peraturan Bursa Efek Indonesia Nomor I-A. Harga tersebut sekurang-kurangnya 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham perseroan selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum permohonan pencatatan saham baru.

Rencana PMTHMETD tersebut masih memerlukan persetujuan pemegang saham independen. Satu Visi Putra menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Independen pada 30 September 2026 di Jakarta.

Pemegang Saham VISI Sebelum Private Placement

Raffi dan Nagita Pengendali VISI Savitra
Raffi dan Nagita Pengendali VISI Savitra

Rapat tersebut akan meminta persetujuan penerbitan maksimal 307,5 juta saham baru serta perubahan Anggaran Dasar yang berkaitan dengan aksi korporasi.

Setelah memperoleh persetujuan RUPS Independen, PMTHMETD dapat dilaksanakan dalam jangka waktu dua tahun dengan tetap memperhatikan pemenuhan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Saat ini, Satu Visi Putra menjalankan kegiatan usaha antara lain perdagangan bahan advertising dan printing, seperti banner, display, tinta, dan PVC board, serta pergudangan dan penyimpanan.

Berdasarkan daftar pemegang saham per 30 Juni 2026, PT Harmoni Semesta Investama merupakan pemegang saham terbesar Satu Visi Putra dengan kepemilikan 61,84 persen.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com