Makmur Bumi Paloh Minta Persetujuan Diakuisisi Resource Alam Indonesia (KKGI)
PT Makmur Bumi Paloh mengumumkan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau pengambilan keputusan edaran para pemegang saham terkait pengalihan sebagian besar saham perseroan. Pengumuman ini disampaikan oleh direksi perusahaan dan akan dilaksanakan dalam waktu tidak lebih dari 30 hari sejak tanggal 24 Oktober 2024.
Setelah pengalihan saham, susunan pemegang saham baru PT Makmur Bumi Paloh akan terdiri dari PT Resource Alam Indonesia Tbk. (KKGI) dengan kepemilikan 4.500 lembar saham dan Herman Irwanda, ST dengan 1.500 lembar saham.
“Pihak yang merasa keberatan atas rencana pengalihan saham ini dapat menyampaikan keberatannya secara resmi kepada direksi PT Makmur Bumi Paloh,” tertulis dalam pengumuman perusahaan di Media Cetak Neraca.
Alamat PT Makmur Bumi Paloh sendiri berada di Jl. Panglima Aim No. 71 A, Saigon, Pontianak Timur, Kalimantan Barat. Keberatan harus disampaikan paling lambat 14 hari setelah pengumuman ini terbit.
Profil PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI)
PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) adalah perusahaan publik yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, berbasis di Jakarta. Didirikan pada 8 Juli 1981 dengan nama awal PT Kurnia Kapuas Utama Glue Industries, perusahaan ini awalnya beroperasi di industri manufaktur bahan perekat, formalin, dan resin, dan berpusat di Pontianak, Kalimantan Barat.
Perusahaan ini merupakan bagian dari Bumi Raya Utama Group, yang dimiliki oleh keluarga Adijanto Priosoesanto (Tan Lim Hian). Pada awal operasinya, sekitar 70% produksinya ditujukan untuk pengolahan hasil kayu dari grup tersebut. Pada 1990-an, perusahaan berkembang menjadi salah satu produsen formalin dan bahan perekat terbesar di Indonesia. Pada 1 Juli 1991, perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya dengan melepas 4,5 juta lembar saham.
Pada awal 2000-an, keluarga Adijanto mengalihkan fokus bisnis dari sektor perkayuan ke pertambangan batu bara. Perubahan ini membawa PT Kurnia Kapuas Utama Glue Industries bertransformasi menjadi PT Resource Alam Indonesia Tbk pada 5 September 2003. Sejak 2006, RAIN Group mulai menambang di tiga blok batu bara di Kalimantan Timur, yaitu Simpang Pasir, Gunung Pinang, dan Bayur, yang kemudian berhasil menghasilkan 2-4 juta ton batu bara per tahun.
Selain pertambangan, perusahaan sempat merambah bisnis pembangkit listrik pada 2011. Meskipun awalnya beroperasi di sektor perkayuan, bisnis tersebut kini menyusut, dengan produksi lem dan produk high pressure laminated tidak lagi menjadi fokus utama, meskipun perusahaan masih memperdagangkan produk bermerek “Pelangi.”
Pada tahun 2021, RAIN Group melakukan ekspansi dengan mengakuisisi 70% saham PT Buton Mineral Indonesia dan PT Bira Mineral Nusantara, memperluas diversifikasi bisnisnya di sektor pertambangan.
