News & Event

Indonesia Juara Thomas Cup, Bawa Pulang Trophy ke-14

Tempias.com, JAKARTA- Tim Indonesia berhasil menjadi juara pada final Piala Thomas 2020. Trophy Thomas Cup akhirnya bisa dibawa pulang setelah mengalahkan tim Thomas Cina dalam 3 set pertama. 

Kemenangan Indonesia pada final Thomas Cup 2020 mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara yang paling banyak membawa pulang trofi juara dengan 14 kali kemenangan. Kemenangan kali ini menjadi prestasi setelah Indonesia terakhir kali menjadi juara Thomas Cup pada 2002. 

Pada pertandingan pembuka, tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka ginting menang melawan tunggal putra China Lu guang zu dengan skor 2-1. Pada babak pertama ginting kalah 14-21 dari Lu guang zu. Namun pada babak kedua ia membalik keadaan menjadi menang 21-14. 

Set ketiga sebagai penentu dimenangkan ginting dengan skor 21-16. Kemenangan ini menjadi awal yang baik untuk tim Indonesia di final Piala Thomas yang berlangsung secara live dari Denmark. 

Pada pertandingan kedua, tim ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan M Rian Ardianto melawan He Ji Ting dan Zhou Hao Dong. Alfian dan Adrian menang langsung 2-0. Dalam beberapa kesempatan Alfian dan Adrian terlibat rally panjang dan smash tajam dengan pasangan China.

 

BACA JUGA: Anthony Ginting Kalahkan Lu Guang Zu di Piala Thomas , Indonesia Unggul 1-0

Tampil di pertandingan ketiga Jonatan Christie melawan Li Shi Feng. Pada set pertama Christie menang dengan skor 21-14. Set kedua berjalan lebih sengit dengan perebutan angka yang ketat. Tunggal putra China Li memimpin di awal pertandingan dan memaksa pertandingan berlanjut ke set 3 dengan skor 19-21 untuk kemenangan Cina.

Set 3 berjalan lebih seru. Beberapa kali Christie dan Li berkejaran poin dan menyamakan kedudukan. Namun, Christie memberi perlawan hingga akhirnya berhasil mengejar ketinggalan dan  menang 21-14. 

Juara 14 kali

Dengan kemenangan Christie ini Indonesia mengokohkan diri sebagai juara Thomas Cup 2020 dan membawa pulang piala Thomas. ganda putra Kevin Sanjaya dan Daniel Marthin serta tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito tidak ikut berlaga di final. 

Kemenangan tim Thomas Indonesia pada Thomas Cup 2020 menjadi yang ke 14 kali. Sebelumnya, Indonesia telah membawa pulang piala paling bergengsi di dunia bulu tangkis itu pada 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, dan 2002. 

Sedangkan Cina yang menjadi lawan Indonesia pada final Thomas Cup 2020 telah 10 kali membawa pulang trophy, Cina menjadi juara bertahan selama 6 kali berturut-turut sejak sejak 2004-2018. Hanya pada 2016 piala Thomas lepas dari Cina dan dibawa pulang oleh Denmark. 

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com