HeadlineIHSG

BAJA Bidik Dana Rp450 Miliar Lewat Rights Issue

TheEconopost.com, PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) berencana menghimpun dana hingga Rp450 miliar melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue. Dana segar tersebut akan diperoleh melalui penerbitan 900 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham.

Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan perseroan, Senin, 15 Juni 2026 menjelaskan setiap pemegang dua saham lama yang tercatat pada tanggal pencatatan berhak memperoleh satu HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru dengan harga Rp500 per saham. Dengan skema tersebut, total nilai emisi rights issue mencapai Rp450 miliar.

Perseroan menyatakan sebagian besar dana yang diperoleh akan digunakan untuk memperbaiki struktur permodalan melalui penyelesaian kewajiban kepada pihak terafiliasi, PT Sarana Steel (PT SS). Dalam transaksi ini, PT SS bertindak sebagai pembeli siaga dan dapat mengompensasikan piutang yang dimilikinya terhadap BAJA dengan penyetoran modal saham baru.

PT SS bersama salah satu pemegang saham pengendali, Ibnu Susanto, telah menyatakan kesediaan menjadi pembeli siaga atas saham yang tidak terserap pasar. Keduanya menjamin pembelian maksimal 743,94 juta saham dengan nilai hingga Rp371,97 miliar. Dari jumlah tersebut, PT SS akan menyerap hingga 620 juta saham senilai Rp310 miliar, sedangkan Ibnu Susanto akan membeli hingga 123,94 juta saham senilai Rp61,97 miliar.

Dalam prospektus disebutkan, kewajiban penyetoran PT SS akan dilakukan melalui mekanisme konversi piutang. Perusahaan afiliasi tersebut memiliki tagihan kepada BAJA yang berasal dari perjanjian kredit dengan saldo utang pokok sebesar US$20,6 juta atau setara Rp317,57 miliar. Sementara itu, Ibnu Susanto akan melakukan penyetoran secara tunai dan menyatakan memiliki kecukupan dana hingga Rp140 miliar.

Rights issue ini berpotensi mengubah struktur kepemilikan saham perseroan. Dalam skenario seluruh masyarakat tidak melaksanakan HMETD dan saham sisa diserap pembeli siaga, PT Sarana Steel berpotensi memiliki hingga 22,96% saham BAJA, sementara kepemilikan Ibnu Susanto meningkat menjadi 21,93%. Adapun porsi kepemilikan masyarakat dapat turun menjadi 14,22% dari sebelumnya 21,32%.

Meski demikian, PT Sarana Steel menegaskan kepemilikan saham yang diperoleh melalui rights issue tidak akan menjadikannya sebagai pengendali perseroan. Pengendalian BAJA disebut tetap berada pada kelompok pemegang saham pengendali saat ini.

Perseroan mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak menggunakan HMETD-nya akan mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 33,33%. HMETD dijadwalkan diperdagangkan pada 31 Agustus hingga 4 September 2026, sementara pencatatan saham baru hasil pelaksanaan rights issue dilakukan pada 31 Agustus 2026.

BAJA merupakan emiten yang bergerak di bidang industri penggilingan baja (steel rolling). Perseroan saat ini memiliki modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 1,8 miliar saham. Setelah rights issue terlaksana, jumlah saham beredar akan meningkat menjadi 2,7 miliar saham

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com