Mengenal Design Thinking & Manfaatnya untuk Mengembangkan Usaha
Tempias.com, JAKARTA – Saat mengembangkan sebuah bisnis, Anda mungkin akan banyak menemukan referensi tentang perlunya design thinking. Boleh jadi pada awalnya Anda tidak begitu tertarik sebab mengira hal ini tidak berkaitan dengan bisnis yang sedang Anda bangun.Â
Tapi tunggu dulu. Design thinking bukanlah hal yang berkaitan langsung dengan designer atau sejenisnya lho. Justru design thinking menjadi modal awal bagi Anda untuk menyiapkan bisnis. Â
Mendiang Steve Jobs, seorang miliarder dan pendiri raksasa teknologi Apple mengingatkan akan pentingnya design thinking. Ia mengatakan bahwa design thinking bukanlah tentang sesuatu yang ada hari ini tetapi tentang bagaimana menyiapkan perencanaan untuk perencanaan bisnis masa depan dan bagaimana Anda bisa menyiapkan berbagai skenario untuk berbagai kemungkinan di masa datang.Â
Lalu apa itu design thinking?Â
Secara umum, design thinking dipahami sebagai konsep atau metode untuk menemukan solusi atas berbagai masalah yang dihadapi. Pendekatan yang digunakan adalah logika, imajinasi, intuisi serta daya nalar untuk bisa berpikir secara sistematis.Â
Saat membangun bisnis baik startup dan bisnis konvensional, Anda perlu membekali diri dengan kemampuan untuk berpikir analitik, intuitif, dan sistematis sehingga bisa melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang. Anda bisa saja menemukan lebih dari satu jawaban atas persoalan yang dihadapi sehingga membuka ruang untuk lebih mengembangkan usaha.Â
Latar belakang munculnya gagasan pentingnya design thinking dalam membangun bisnis ini diperkenalkan oleh Tim Brown, CEO dari perusahaan konsultan desain ternama Amerika Serikat. Ia membuat tulisan berjudul Design Thinking yang dimuat di Harvard Business Review pads 2008.
Menurut Tim Brown, design thinking adalah upaya mendapatkan inovasi dengan cara berpikir dari berbagai segi untuk melihat kebutuhan konsumen, penggunaan teknologi, peluang bisnis dan inovasi produk untuk memenangkan pasar. Design thinking lebih mengutamakan faktor respon pasar dan keberanian untuk bereksperimen.Â
Spa saja manfaat penerapan design thinking untuk usaha?Â
Ada beberapa manfaat yang Anda dapatkan bila mencoba untuk menerapkan prinsip-prinsip design thinking saat menjalankan usaha. Anda tentu akan lebih memahami masalah dengan lebih komprehensif. Namun di luar itu, berikut manfaat yang bisa dirasakan.
1. Hemat biayaÂ
Saat Anda mencoba menemukan solusi atas suatu permasalahan dengan menggunakan design thinking maka Anda akan menemukan berbagai terobosan dalam memulai bisnis. Terobosan ini mendorong terjadinya efisiensi dan peningkatan efektivitas usaha sehingga produktivitas menjadi meningkat. Situasi ini tentu saja akan menguntungkan karena Anda bisa memangkas pengeluaran. Dengan menyiapkan perencanaan usaha secara matang, Anda juga akan lebih mudah memenangkan hati calon investor.Â
2. Lahirnya inovasi produk
Inovasi biasanya lahir dari kemampaun untuk mellihat perkembangan pasar dan permintaan konsumen. Saat Anda menemukan masalah dan mencari solusi untuk meningkatkan kinerja usaha, design thingking akan membantu Anda untuk melihat masalah dengan helikopter view. Hasilnya, bukan tidak mungkin Anda akan menemukan berbagai inovasi baru untuk meningkatkan kualitas produksi dan layanan yang diberikan. Dengan begitu, konsumen akan menjadi lebih tertarik dan terpikat dengan usaha Anda.Â
3. Membangun loyalitas
Saat Anda telah berhasil memikat dan memenangkan hati pelanggan, maka Anda akan mendapatkan loyalitas. Jangan salah lho, di zaman sekarang loyalitas pelanggan ini bisa menjadi modal Anda untuk mendapatkan calon pelanggan baru. Testimoni dari mulut ke mulut akan lebih efektif karena biasanya calon pelanggan baru akan memiliki trust atas story yang dibagikan oleh pelanggan lama terutama yang memiliki hubungan kerabat, sahabat, dan dekat dengan orang yang membuat testimoni.Â
4. Genaral
Bila Anda telah terbiasa berpikir menyeluruh dengan memanfaatkan seluruh elemen dalam design thinking, maka Anda akan lebih mudah berkembanng. Sebab, design thinking sangat cocok digunakan di berbagai bidang kerja yang berbeda. Industri apapun yang Anda geluti, dan bisnis apapun yang Anda kembangkan bisa memanfaatkan metode design thinking ini dalam penyelesaian masalah.Â

Setelah memahami lebih jauh tentang apa itu design thinking dan manfaatnya untuk mengembangkan usaha, Anda tentu kini menjadi penasaran. Bagaimana menerapkan design thinking ini? Prinsip dan tahapan apa yang harus dilakukan agar bisa mendapatkan pemecahan masalah secara komprehensif dengan pendekatan design thinking?Â
Well, pada pelaksanaannya setidaknya terdapat lima tahapan atau prinsip dasar dalam penerapan design thinking ini. Pertama, Â Anda perlu melibatkan empati agar bisa melihat suatu masalah dengan lebih jernih dan dalam.Â
Empati akan berperan penting pada saat mengidentifikasi masalah. Anda bisa memposisikan diri menjadi karyawan atau bahkan pelanggan sehingga bisa mencoba melihat poin-poin apa saja yang membuat usaha yang sedang dijalani tidak berkembang dengan baik. Penggunaan empati dengan mencoba menjadi pelanggan akan membantu Anda memahami kira-kira apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen untuk sebuah produk.Â
Tahapan kedua adalah pendefinisian. Definisi di sini berkaitan dengan definisi atas masalah yang dihadapi. Saat Anda mengidentifikasi masalah Anda perlu melihat persoalan dari sudut pandang pasar dan bukan dari sudut pandang keinginan Anda sebagai produsen.Â
Tahap definisi ini akan membantu Anda dalam mengklasifikasi satu per satu persoalan dan solusi yang mungkin diambil sehingga bisa memunculkan ide baru seperti pembuatkan fitur, penambahan detail produk dan inovasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Model ini merupakan cara Anda untuk menemukan solusi dengan tingkat kesulitan terkecil tetapi dengan peluang hasil maksimal.Â
Tahap ketiga ada menemukan ide. Anda akan terbiasa untuk menemukan ide yang out of the box saat Anda mulai terbiasa melihat persoalan secara menyeluruh dengan helicopter view seperti sebelumnya sudah dijelaskan. Pada tahap ini Anda perlu mengumpulkan sebanyak mungkin alternatif ide yang bisa diambil untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Setelah itu Anda perlu memilah dari sekian banyak ide, ide mana yang kira-kira paling pas dan mudah dieksekusi tetapi bisa mendatangkan keuntungan yang maksimal.Â
Selanjutnya adalah menyiapkan prototype. Ketika Anda telah menemukan inovasi produk baru, selanjutnya mulailah untuk membuat produk sesuai dengan yang diimajinasikan. Setelah sudah selesai, ujilah produk tersbeut.Â
Anda bisa melibatkan orang di sekitar Anda untuk memberi masukan atas produk baru yang dihasilkan. Minta tanggapan mereka secara jujur dan tanyakan bagian mana yang perlu dikembangkan lagi. Bila merasa kurang puas, Anda bisa melibatkan orang lain dalam kelompok kecil untuk bisa mendapatkan masukan dan evaluasi yang lebih objektif.Â
Setelah mendapat masukan, lakukan penyesuaian atas produk yang dihasilkan. Jadikan respon pelanggan sebagai modal Anda untuk membuat produk yang diinginkan pasar.Â
Tahap terakhir adalah test. Setelah Anda melakukan penyempurnaan, lakukan produksi dalam jumlah terbatas. Setelah itu lepas ke pasar dalam lingkungan terbatas. Anda akan melihat reaksi pasar. Jika bagus lanjutkan dan kembangkan produk Anda. Namun jangan tutup diri untuk berbagai perubahan yang mungkin saja perlu dilakukan.Â
So, itu dia beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan usaha atau bisnis. Design thinking akan membantu Anda untuk menemukan hasil terbaik dari usaha yang sedang dirintis.
Selamat mencoba.Â
