Bayu Buana (BAYU) Akuisisi Panca Anugerah Satya Sentosa
TheEconopost.com, PT Bayu Buana Tbk (BAYU) akan mengambil alih 60% saham PT Panca Anugerah Satya Sentosa. Aksi akuisisi ini dilakukan dengan mengambil seluruh saham baru yang akan diterbitkan perseroan. Dengan injeksi modal ini, pengendalian Panca Anugerah Satya Sentosa akan beralih kepada BAYU.
Rencana tersebut disampaikan oleh PT Panca Anugerah Satya Sentosa pada 11 September 2026. Dalam keterbukaan tersebut dijelaskan, Panca Anugerah Satya Sentosa akan meningkatkan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor dengan menerbitkan saham-saham baru.
Seluruh saham baru yang diterbitkan tersebut akan diambil bagian secara penuh oleh PT Bayu Buana Tbk. Setelah transaksi, Bayu Buana akan memegang 60% saham Panca Anugerah Satya Sentosa.
“Setelah pengambilan bagian saham, Pengambil Bagian akan memegang (60%) dalam Perseroan, yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan pengendalian atas Perseroan (Pengambilalihan),” dikutip dari pengumuman.
Panca Anugerah Satya Sentosa berdomisili di Kabupaten Gianyar. Namun, salinan rancangan pengambilalihan dapat diperoleh para pihak yang berkepentingan di kantor perseroan di Jalan Raya Perjuangan Nomor 21, Blok P-Q, Jakarta 11510, Indonesia. Dinas Pariwisata Bali mencatat entitas ini berada dalam kategori penyedia sarana pariwisata/jasa pariwisata.
Perseroan juga memberikan kesempatan kepada kreditor untuk menyampaikan keberatan atas rencana pengambilalihan. Keberatan harus disampaikan secara tertulis ke alamat tersebut paling lambat 14 hari kalender setelah tanggal pengumuman.
Rencana ekspansi Bayu Buana tersebut dilakukan ketika kinerja perseroan pada semester I-2026 menunjukkan penurunan pendapatan, tetapi laba periode berjalan meningkat.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026, Bayu Buana membukukan pendapatan Rp1,12 triliun. Angka tersebut turun dibandingkan dengan Rp1,31 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Seiring dengan penurunan pendapatan, laba kotor Bayu Buana turun menjadi Rp82,61 miliar dari Rp99,19 miliar pada semester I-2025.
Namun, laba usaha meningkat menjadi Rp82,24 miliar dari Rp64,20 miliar. Kenaikan tersebut antara lain ditopang pendapatan lainnya yang mencapai Rp50,72 miliar, naik dibandingkan dengan Rp14,38 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba sebelum pajak tercatat Rp81,77 miliar, meningkat dari Rp63,91 miliar. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan Rp7,62 miliar, laba periode berjalan Bayu Buana mencapai Rp74,15 miliar.
Laba tersebut meningkat 44,17% dibandingkan dengan Rp51,44 miliar pada semester I-2025.
Seluruh laba periode berjalan pada semester I-2026 dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sementara itu, laba per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi Rp209,92 dari Rp145,70 pada semester I-2025.
| Bayar Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami, dukung kami dengan membeli berita ini sesuai keinginan Anda. Tak ada paywall. Tak ada sponsor yang mengatur isi. Hanya Anda yang membuat kami tetap independen. Berapapun pembayaran Anda, sangat berarti. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi eksklusif sesuai kebutuhan. |

