Zainal Abidin Siregar Kuasai 77,3 Persen Saham Arthaguna Mandiri Pascamerger Tiga BPR
TheEconopost.com, Zainal Abidin Siregar menjadi pemegang saham terbesar PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Arthaguna Mandiri setelah tiga BPR bergabung ke dalam bank tersebut. Zainal tercatat memiliki saham senilai Rp96,50 miliar atau setara dengan 77,30 persen dari total saham Arthaguna Mandiri pascamerger.
Berdasarkan dokumen pengumuman penggabungan dikutip Jumat, 14 Agustus 2026, total saham Arthaguna Mandiri setelah penggabungan mencapai 124,67 juta lembar. Selain Zainal, pemegang saham terbesar berikutnya adalah Koperasi Syariah Jakarta dengan kepemilikan saham senilai Rp15,74 miliar atau 12,62 persen.
Erwin Abubakar tercatat memiliki saham senilai Rp4,44 miliar atau 3,56 persen. Selanjutnya, Wiguna Kardimansyah menguasai 1,53 persen, Irdanus Dewi 1,18 persen, serta Helmi Siregar dan Leonardus Arum Riyana masing-masing 0,42 persen.
Kepemilikan saham lainnya tersebar pada Edy Supradli sebesar 0,38 persen, Nelly Nurli 0,22 persen, dan Rochyarto 0,22 persen.
Penggabungan tersebut menjadikan Arthaguna Mandiri sebagai entitas penerima merger dari tiga BPR, yakni PT BPR Sejahtera Artha Sembada, PT BPR Mitra Rakyat Riau, dan PT BPR Mitradana Madani.
Aset Mendekati Rp1 Triliun
Neraca pembukaan Arthaguna Mandiri per 11 Agustus 2026 menunjukkan total aset mencapai Rp985,19 miliar. Dari jumlah tersebut, total liabilitas tercatat Rp813,43 miliar, sedangkan ekuitas mencapai Rp171,76 miliar.
Arthaguna Mandiri memiliki modal dasar Rp400 miliar dengan modal yang belum disetor sebesar Rp275,33 miliar. Bank tersebut juga mencatat laba tahun berjalan Rp14,47 miliar dan laba tahun lalu Rp5,53 miliar.
Dari sisi aset produktif, kredit yang diberikan mencapai Rp852,84 miliar. Penempatan pada bank lain tercatat Rp137,18 miliar, sedangkan kas dalam rupiah sebesar Rp1,54 miliar. Aset tetap dan inventaris tercatat Rp64,71 miliar.
Pada sisi liabilitas, total simpanan tercatat Rp651,68 miliar. Komponen terbesar berasal dari deposito sebesar Rp408,48 miliar, diikuti tabungan Rp168,74 miliar.
Neraca penutupan tiga BPR dilakukan per 10 Agustus 2026, sedangkan neraca pembukaan entitas hasil penggabungan berlaku per 11 Agustus 2026.
Merger tersebut memperbesar basis usaha Arthaguna Mandiri hingga mendekati Rp1 triliun aset. Penggabungan tiga BPR sekaligus menyatukan aset, liabilitas, ekuitas, serta kegiatan usaha ketiga entitas ke dalam satu bank penerima merger.
| Donasi Sesuai Keinginan Anda Terima kasih telah membaca berita istimewa di The Econopost. Jika Anda menyukai jurnalisme kami, dukung kami dengan donasi sesuai keinginan. Tak ada paywall. Tak ada sponsor yang mengatur isi. Hanya Anda yang membuat kami tetap independen. Berapapun Donasi Anda, sangat berarti. ![]() Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi eksklusif sesuai kebutuhan. |

