HeadlineIHSG

Kenapa IPO RANS di Bawah Regulasi Free Float, BEI Jelaskan Begini

TheEconopost.com, Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan proses evaluasi pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS) dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku saat dokumen permohonan pencatatan saham diterima bursa, yakni sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan dokumen permohonan pencatatan saham RANS telah diterima BEI sebelum Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 mulai berlaku pada 31 Maret 2026.

“Dokumen permohonan pencatatan saham Perseroan telah diterima Bursa sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 pada tanggal 31 Maret 2026, maka proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diterima,” ujar Nyoman, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut dia, ketentuan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00045/BEI/03-2026 Ketetapan 5 yang mengatur bahwa permohonan yang telah masuk sebelum aturan baru berlaku tetap diproses berdasarkan regulasi sebelumnya.

Selain menegaskan aspek regulasi, BEI juga menjelaskan bahwa struktur kepemilikan saham RANS setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku di pasar modal Indonesia.

Dalam penawaran umum perdana saham, RANS akan melepas sebanyak 20,02% saham kepada publik. Di luar porsi tersebut, perseroan juga memiliki pemegang saham eksisting yang memenuhi kriteria free float.

Dengan komposisi tersebut, porsi saham beredar bebas atau free float perseroan setelah IPO diperkirakan mencapai sekitar 28,85%.

“Oleh karena itu, struktur kepemilikan saham Perseroan setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku,” kata Nyoman.

Penjelasan BEI tersebut disampaikan di tengah perhatian pelaku pasar terhadap rencana IPO RANS, khususnya terkait pemenuhan persyaratan pencatatan saham dan ketentuan kepemilikan saham publik setelah perusahaan melantai di bursa.

Rans Entertainmen (IDX: RANS) menjadwalkan Penawaran Umum Perdana (IPO) dengan periode book building pada 23-25 Juni 2026. Perseroan melepas 2,25 miliar saham (20,02%) dengan kisaran harga Rp135 – Rp170 per saham, dan menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai underwriter

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com