FokusHeadline

Pertamina Geothermal (PGEO) Luncurkan Flow2Max, Teknologi Baru Panas Bumi

TheEconopost.com, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) aluas PGEO mempertegas posisinya sebagai inovator utama di industri panas bumi Indonesia melalui pengembangan Flow2Max®️. Teknologi ini memungkinkan pengukuran aliran fluida panas bumi secara real-time.

Teknologi Flow2Max®️ yang dikembangkan PGE sebagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi downtime, dan memperkuat keberlanjutan pengelolaan reservoir. Kehadiran Flow2Max®️ menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kapabilitas teknis Indonesia di industri panas bumi dunia.

Flow2Max® diklaim mampu menghadirkan pengukuran dua fase (two-phase flow meter) sehingga operator dapat memantau aliran fluida secara langsung. Dengan teknologi ini, PGE dapat mengevaluasi kinerja sumur dan memproyeksikan produktivitas secara lebih akurat, sekaligus memperkuat manajemen reservoir dan deteksi dini potensi gangguan teknis.

Direktur Operasi PGE Ahmad Yani menegaskan pengembangan inovasi tersebut lahir dari keyakinan bahwa energi panas bumi memiliki prospek besar sebagai sumber energi andal dan berkelanjutan.

Ia mengatakan, Flow2Max® bukan hanya mendukung produktivitas operasi, tetapi menjadi kontribusi teknologi bagi industri panas bumi nasional maupun global. Inovasi yang dikembangkan perwira PGE itu dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan cadangan melalui pemantauan reservoir yang lebih ketat dan akurat.

“Inovasi berkelanjutan ini menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan cadangan melalui pemantauan kondisi reservoir yang lebih ketat dan akurat. Kami bangga karena manfaat Flow2Max® tidak hanya dirasakan oleh PGE, tetapi juga memberikan dampak positif bagi industri panas bumi nasional maupun global, ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 Januari 2026.

Inovasi Flow2Max® dikembangkan dari hasil riset studi doktoral Manager Production and Operation Excellence PGE, Mohamad Husni Mubarok saat menempuh pendidikan di University of Auckland.

Sementara itu, Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE Edwil Suzandi menyebut Flow2Max® menjadi bukti kemampuan Indonesia melahirkan teknologi panas bumi berdaya saing global. Teknologi ini telah memperoleh enam paten di sejumlah negara dan saat ini dipasang pada lima sumur produksi di Area Lahendong. PGE menargetkan implementasi di seluruh wilayah operasinya dalam tiga tahun mendatang.

Secara teknis, Flow2Max® bekerja melalui pemasangan orifice plate berdesain khusus pada pipa dua fase untuk menciptakan gangguan terukur pada aliran fluida. Data diproses oleh flow computer menggunakan algoritma Mubarok Correlation, kemudian dikirim secara aman melalui fiber optic, jaringan nirkabel, dan sistem Internet of Things (IoT) ke ruang kontrol dan dashboard berbasis web.

Pengembangan teknologi ini sejalan dengan agenda transisi energi yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, di mana Energi Baru Terbarukan ditargetkan mencapai 76 persen, dengan panas bumi berkontribusi sekitar 5,2 GW.

Flow2Max® juga dikembangkan melalui sinergi dengan Ecolab International Indonesia, yang ditandai penandatanganan nota kesepahaman pada 15 Agustus 2024. Kolaborasi tersebut direncanakan diperkenalkan ke publik pada 2 Desember 2025, dan ke depan berpotensi diadaptasi untuk sektor minyak dan gas.

PGE saat ini mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan kapasitas terpasang 1.932 MW. Kontribusi tersebut mencakup sekitar 70 persen kapasitas panas bumi nasional dan disebut mampu menekan emisi karbon hingga 10 juta ton CO₂ per tahun.

Dengan pengembangan Flow2Max®, PGE menargetkan peningkatan efisiensi operasi, peluang komersialisasi teknologi, serta penguatan ekosistem industri panas bumi dalam mendukung target net zero emission 2060.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com