Anak Usaha DOID Bukit Makmur Luncurkan Sukuk Ijarah Senilai Rp2 Triliun
TheEconopost.com, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), perusahaan jasa pertambangan yang dimiliki oleh PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID), akan menerbitkan Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp2 triliun. Penerbitan ini dilakukan untuk mendukung ekspansi bisnis dan modal kerja perusahaan.
DOID sendiri adalah perusahaan yang dikendalikan oleh Grup Northstar yang dimiliki Patrick Sugito Walujo. Pemegang saham di atas 5% DOID juga mencantumkan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. (TRIM) yang dimilik raja tambang Garibaldi ‘Boy’ Thohir.
Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan hari ini, Senin, 24 Februari 2025, Sukuk Ijarah ini terdiri dari tiga seri, yaitu Seri A, Seri B, dan Seri C, dengan jangka waktu masing-masing 370 hari, tiga tahun, dan lima tahun sejak tanggal emisi.
Sukuk ini ditawarkan dengan harga 100% dari jumlah sisa imbalan ijarah dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Maret 2025.
Masa penawaran awal berlangsung dari 24 Februari hingga 7 Maret 2025, sementara masa penawaran umum dijadwalkan pada 20-21 Maret 2025. Perseroan menargetkan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 Maret 2025, dengan distribusi sukuk secara elektronik dilakukan pada 26 Maret 2025.
Dana hasil penerbitan sukuk ini akan dialokasikan sebesar 50% untuk belanja modal, termasuk pembelian alat berat dan suku cadang, serta 50% lainnya untuk modal kerja guna mendukung operasional perusahaan.
Dalam proses penerbitan ini, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi sukuk. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ditunjuk sebagai wali amanat.
Peringkat atas Sukuk Ijarah I BUMA Tahun 2025 diberikan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan idA+(sy) dan PT Fitch Ratings Indonesia dengan peringkat A+(idn), menunjukkan prospek investasi yang stabil.
Meski demikian, calon investor tetap diimbau untuk mempertimbangkan risiko terkait, termasuk potensi fluktuasi pendapatan perusahaan akibat faktor eksternal seperti kondisi cuaca dan pasar batu bara global.
| Bayar Sesuai Keinginan Terima Kasih Sudah Membaca Berita Istimewa di The Econopost! Konten yang Anda baca merupakan konten premium. Apresiasi kami dengan melakukan pembayaran melalui QRIS mulai dari Rp.5000 hingga sesuai keinginan. ![]() Cukup scan QR code yang tersedia, dan terus nikmati informasi terbaru yang kami sajikan khusus untuk Anda. Kontribusi Anda sangat berarti bagi kami untuk terus menghadirkan informasi tajam, terpercaya, dan eksklusif sesuai kebutuhan. Best Regard |

