Sosok

Profil Ahmad Yani dan Andi Joko Nugroho, Direktur Pertamina Geothermal Energy (PGEO)

TheEconopost.com, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) alias PGE mengumumkan struktur kepemimpinan baru perusahaan guna mendorong akselerasi pengembangan energi panas bumi nasional. Perseroan menunjuk Ahmad Yani sebagai Direktur Utama, menggantikan Julfi Hadi, serta menetapkan Andi Joko Nugroho sebagai Direktur Operasi menggantikan Ahmad Yani.

Penunjukan tersebut diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Grha Pertamina, Jakarta, pada Senin (20/1/2026).

Komisaris Utama PGE Gigih Udi Atmo menyampaikan penunjukan Ahmad Yani sebagai Direktur Utama menjadi langkah strategis Perseroan untuk memastikan arah bisnis tetap berjalan seiring dengan target yang telah ditetapkan.

“Kami optimistis keputusan strategis ini membuka ruang pengembangan bisnis dan operasional Perseroan yang lebih luas ke depan. Berbekal pengalaman panjang di industri panas bumi, khususnya di lingkungan Pertamina Group, kepemimpinan Bapak Ahmad Yani diyakini mampu menegaskan arah strategis PGE sebagai world leading geothermal producer,” ujar Gigih.

Disebutkan pergantian seiring PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033. Target tersebut ditopang potensi hingga 3 GW dari 10 wilayah kerja panas bumi yang dikelola secara mandiri, sejalan dengan upaya mendukung ketahanan energi dan agenda Net Zero Emission 2060.

Pada RUPSLB yang sama, pemegang saham mengukuhkan pemberhentian Julfi Hadi dari jabatan Direktur Utama PGE, menyusul surat pengunduran diri yang diterima Perseroan pada 25 November 2025.

Profil Ahmad Yani, Dirut Baru PGEO

Ahmad Yani bukan figur baru di PGE. Ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi sejak 2023. Sepanjang kariernya, ia menempuh jalur teknis dan operasional panas bumi secara berjenjang, mulai dari pengawas operasi dan distribusi, reservoir engineer, hingga manajer reservoir dan engineering di sejumlah wilayah kerja panas bumi Pertamina.

Pengalaman lapangan Ahmad Yani antara lain terasah di Area Lahendong, Sulawesi Utara, dan Kamojang. Ia juga pernah menjabat sebagai Drilling Manager Planning & Support serta Operations Manager di lingkungan Pertamina Geothermal Energy.

Selama menjabat Direktur Operasi, Ahmad Yani berkontribusi dalam menjaga keandalan operasi dan meningkatkan efisiensi pembangkitan di seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi yang dikelola PGE. Pada 2025, Perseroan mencatatkan capaian produksi tertinggi sepanjang sejarah atau all-time high.

Di luar aspek operasional, Ahmad Yani juga mendorong pengembangan teknologi dan inovasi panas bumi. Sejumlah inisiatif yang digulirkan antara lain pilot project green hydrogen di Ulubelu, serta pengembangan teknologi Flow2Max® dan G-Bionic untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan industri panas bumi.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Ahmad Yani menyampaikan komitmennya untuk meneruskan kepemimpinan Perseroan dan menjaga kesinambungan visi strategis yang telah dibangun.

“Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, saya berkomitmen memperkuat peran panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional. Di tengah momentum transformasi sektor energi yang semakin menguat, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mengakselerasi pengembangan panas bumi,” ujar Yani.

Profil Andi Joko Nugroho, Direktur Operasi Baru Pertamina Geothermal Energy

Sedangkan Andi Joko Nugroho yang diangkat sebagai Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dilihat dari laman Linkedinnya merupakan sosok internal yang meniti karier dari level teknis hingga manajerial.

Andi telah berkiprah lebih dari dua dekade di Pertamina Geothermal Energy. Ia bergabung sejak Desember 2003 dan menempuh jalur karier dari posisi engineer yang menangani pengeboran, operasi, dan reservoir.

Karier Alumni Teknik Mesin ITS (1996-2021) dan itu banyak ditempa di lapangan. Ia pernah bertugas di Area Lahendong, Sulawesi Utara, sebagai Assistant Engineering Manager dan Engineering Manager. Setelah itu, ia dipercaya mengemban tanggung jawab lebih besar sebagai Operation Manager di Area Ulubelu, Lampung, selama lebih dari lima tahun.

Pada 2018–2020, Andi menjabat Maintenance Manager di Area Kamojang, Jawa Barat, salah satu wilayah kerja panas bumi tertua di Indonesia. Ia kemudian dipercaya menjadi Area Manager Karaha, Jawa Barat, sebelum diangkat sebagai General Manager Area Ulubelu pada 2021.

Seiring penguatan struktur organisasi, Andi Joko Nugroho ditunjuk sebagai Vice President Operation & Engineering sejak Oktober 2022. Dalam posisi tersebut, ia mengoordinasikan aspek operasi dan rekayasa di berbagai wilayah kerja panas bumi PGE, termasuk peningkatan efisiensi, keandalan pembangkit, serta penerapan standar keselamatan dan tata kelola operasional.

Susunan Manajemen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk 2026:

Susunan Komisaris PGE 2026

  • Komisaris Utama: Gigih Udi Atmo
  • Komisaris: John Anis
  • Komisaris: Abdulla Zayed
  • Komisaris Independen: Abdul Musawir Yahya
  • Komisaris Independen: Mohammad Firmansyah

Susunan Direksi PGE 2026

  • Direktur Utama: Ahmad Yani
  • Direktur Eksplorasi dan Pengembangan: Edwil Suzandi
  • Direktur Operasi: Andi Joko Nugroho
  • Direktur Keuangan: Yurizki Rio

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com