HeadlineIHSG

Saham Indah Prakasa (INPS) ARA Usai Gran Seleron Umumkan Rencana Akuisisi dari Keluarga Winata

TheEconopost.com, PT Gran Seleron Investama mengumumkan tengah melakukan negosiasi untuk mengambil alih mayoritas saham PT Indah Prakasa Sentosa Tbk. (INPS). Rencana pengambilalihan tersebut mencakup 86,71 persen saham dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan yang sebagian besar dimiliki oleh keluarga Winata.

Seiring pengumuman, Saham INPS ditutup menyentuh harga batas atas perdagangan harian alias Auto Reject Atas (ARA) pada level Rp675 per lembar.

Sebagai konteks, dalam pengumuman terpisah pemilik manfaat akhir INPS adalah Eddy Purwanto Winata yang juga Presiden Direktur, Lies Erliawati Winata sebagai Presiden Komisaris. Sedangkan penerima manfaat akhir lainnya adalah Lies Purwati Winata, Lies Yuliana Winata, Lies Murtiningsih.

Sedangkan secara hukum, kepemilikan INPS terbagi kepada PT Surya Perkasa Sentosa (79,79 persen), PT Sinar Ratu Sentosa (6,92 persen), dan sisanya dimiliki masyarakat di bawah 5 persen.

Indah Prakasa Sentosa (INPS) sendiri sudah beroperasi sejak 1960. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan besar dan distribusi bahan bakar padat, cair, gas, dan minyak pelumas, serta menyediakan jasa logistik terpadu baik menggunakan transportasi darat dan laut, warehouse/pergudangan, depo peti kemas, forwarding, dan distribusi untuk bahan bakar industri dan kelautan, pelumas, gas LPG (termasuk LPG industri dan ritel), serta produk kimia dan konsumsi cepat habis (fast-moving consumer goods/FMCG).

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan hari ini, Jumat, 27 Februari 2026 di Harian Neraca, Direktur Utama PT Gran Seleron Investama, Yee Chong Keong menyatakan pemberitahuan rencana akuisisi untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.

Sementara dilihat dalam laman websitenya, Gran Seleron berkedudukan di Jakarta Selatan. Perusahaan bergerak dalam beberapa lini usaha komoditas dan industri dengan fokus pada hilirisasi sumber daya, termasuk metallurgi (pengolahan logam seperti aluminium, baja, dan kaca), energi (termasuk pengembangan energi terbarukan dan konvensional), agrikultur, serta logistik berbasis energi terbarukan.

Hingga tanggal pengumuman, perusahaan menyebut belum memiliki saham Indah Prakasa Sentosa, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengendalian atas INPS ditujukan untuk kepentingan investasi serta rencana pengembangan dan ekspansi bisnis ke depan.

Perseroan menyampaikan, proses negosiasi rencana pengambilalihan dilakukan secara langsung oleh para pihak. Adapun sejumlah aspek yang masih dalam pembahasan mencakup nilai transaksi, mekanisme pembayaran, serta waktu penyelesaian pengambilalihan saham.

Setelah penyelesaian transaksi, Gran Seleron sebagai calon pengendali baru akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai ketentuan POJK Nomor 9/2018. Seluruh rangkaian pengambilalihan dan tender wajib tersebut akan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan peraturan yang berlaku di bidang pasar modal.

Bantahan Manajemen INPS

Sementara itu, Corporate Secretary sekaligus Direktur Indah Prakasa Sentosa Jerry Erfansyah membantah pengumuman yang disampaikan Gran Seleron.

Dalam email yang diterima Redaksi pada Jumat, 27 Februari 2026 pukul 22.49 WIB, Jerry menyebut pihaknya tidak mengenal perusahaan dengan nama PT Gran Seleron Investama. “Dan tidak melakukan proses negosiasi seperti yang disebutkan didalam pemberitaan,” katanya.

Menurut Jerry akuisisi tersebut adalah Hoax yang merugikan perusahaan sebagai emiten dan berpotensi merugikan publik.

DARI REDAKSI

Berita ini mengalami penambahan informasi berupa bantahan INPS pada tiga paragraf terakhir pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 10.38 WIB.

Redaksi

Dukung kami untuk terus menyajikan konten bermanfaat dan memberi insight. Hubungi kami di redaksi@theeconopost.com. Untuk kerja sama iklan dan promosi lainnya ke marketing@theeconopost.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk mengcopy teks yang dibutuhkan hubungi marketing@theeconopost.com