Manulife Resmi Rampungkan Akuisisi Schroders Indonesia
TheEconopost.com, Manulife Wealth & Asset Management resmi menyelesaikan akuisisi terhadap PT Schroder Investment Management Indonesia melalui anak usahanya, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi, termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Penyelesaian transaksi tersebut menandai dimulainya proses integrasi antara MAMI dan Schroders Indonesia yang akan dilakukan secara bertahap. Selama masa transisi, kedua entitas akan tetap beroperasi secara paralel sambil mengimplementasikan proses penggabungan operasional dan layanan kepada nasabah.
Chief Executive Officer Wealth and Asset Management Asia Manulife, Fabio Fontainha, mengatakan penyelesaian akuisisi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan untuk memperkuat bisnis pengelolaan investasi di Indonesia.
Ia menilai penggabungan kapabilitas dua manajer investasi tersebut akan memperkuat skala bisnis, meningkatkan kapasitas inovasi, serta memperluas layanan investasi bagi nasabah.
Dengan selesainya transaksi ini, posisi MAMI sebagai salah satu pemain utama industri manajer investasi di Indonesia diharapkan semakin kokoh. Perusahaan mengombinasikan pengalaman investasi global dengan keahlian lokal dan jaringan distribusi yang telah dibangun Schroders Indonesia selama puluhan tahun.
CEO dan Presiden Direktur MAMI, Afifa, menyatakan akuisisi ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan yang tahun ini memasuki usia ke-30 tahun.
Menurut dia, penggabungan talenta dan keahlian kedua perusahaan akan meningkatkan kemampuan dalam menghadirkan solusi investasi sekaligus memperkuat posisi kepemimpinan di industri manajer investasi nasional.
Sementara itu, CEO dan Presiden Direktur Schroders Indonesia, Michael T. Tjoajadi, mengatakan integrasi dengan MAMI membuka peluang baru untuk memperluas akses terhadap sumber daya global dan memperdalam kapabilitas investasi.
Kelolaan Aset Gabungan Menguat
Sebelum akuisisi, MAMI tercatat mengelola dana investasi senilai Rp124,3 triliun dan melayani lebih dari 2,5 juta nasabah per 31 Desember 2025. Di sisi lain, Schroders Indonesia mengelola aset lebih dari Rp53 triliun pada periode yang sama.
Schroders Indonesia sendiri telah beroperasi di Indonesia sejak 1991 dan mengembangkan bisnis pengelolaan investasi sejak 1997, dengan jaringan distribusi yang luas serta basis investor institusi yang kuat.
Nilai transaksi akuisisi tersebut tidak diungkapkan kepada publik.
